Kapolda : Pancasila adalah pemersatu bangsa

0
14
Kapolda Jabar Irjen Pol H Anton Charlian menerima Buah Gedong Gincu khas Majalengka dari Bupati Majalengka H Sutrisno, usai acara tatap muka bersama unsur Muspida, tokoh masyrakat dan ormas se-Majalengka di Gedung Yudha Abdi Karya Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (02/08/2017). (FOKUSJabar/Adim)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com: Kapolda Jabar Irjen Pol H.Anton Charliyan MPKN mengatakan, Pancasila merupakan pemersatu bangsa, hal itu terkandung dalam sila pertama hingga sila kelima.

Penegasan itu disampaikan orang nomor satu di Mapolda Jabar saat menggelar tatap muka dengan Pemkab Majalengka dengan menghadirkan unsur muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ormas, tamu undangan lainnya di Gedung Yudha Abdi Karya Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (02/08/2017).

Menurut Kapolda, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan intisari dari nilai-nilai budaya masyarakat yang majemuk. Pancasila memiliki ciri yang khas dalam kebudayaan masyarakat, sehingga tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Misalnya, dalam sila pertama Pancasila, itu mengandung nilai saling menghormati antar sesama penganut agama dan tidak mempermasalahkan perbedaan tentang cara beribadah kepada Tuhan.

“Konflik agama tidak akan terjadi apabila kita memahami secara mendalam tentang Pancasila terutama pada Sila pertama. karena akan tercipta rasa saling menghormati dan menghargai kepercayaan sesuai dengan keyakinannya masing-masing,”paparnya.

Dikatakan dia, dalam perumusuan Pancasila yang melibatkan panitia sembilan, itu 8 orang merupakan tokoh Islam dan satu orang kristen.Namun pada faktanya negara ini tidak berazaskan Islam tapi Pancasila, karena bangsa ini terdiri dari suku, agama, bahasa,adat istiadat yang beranekaragam

.”Jika tidak demikian, maka Negara Indonesia akan terpecah belah menjadi beberapa bagian,”ucapnya.

Kapolda mengingatkan, konsep negara Khilafah yang didengungkan kelompok tertentu tidak relevan dipraktikan di tanah air dengan berbagai alasan.Karena hanya akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”Waspadai juga paham Radikalisme yang mulai merebak semua kalangan, karena ini hanya akan merugikan bangsa dan negara ini.Jangan sampai kita dibodohi dengan sesuatu yang selalu mengatasnamakan agama,”paparnya.

Hal senada diungkapkan Bupati Majalengka H.Sutrisno.Menurut dia, Pancasila telah ditetapkan sebagai ideologi Bangsa Indonesia karena sila-sila dalam Pancasila telah mencakup keseluruhan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Nilai-nilai esensial yang terkandung dalam Pancasila yakni Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.”Kenyataannya itu telah dimiliki bangsa Indonesia sejak jaman dulu sebelum mendirikan negara.Nilai-nilai tersebut telah ada dan melekat dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup,”kata Sutrisno dalam sambutanya.

Usai kegiatan itu Bupati Majalengka dan Kapolda Jabar bertukar cinderamata dan sehari sebelum kegiatan Bupati Majalengka mendapatkan penghargaan dari Kapolda Jabar.

(Adim/dar)

There are no comments yet