Ini Dia Rapor Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jabar - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search
Foto Humas Jabar

Ini Dia Rapor Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Parkir Barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (17/7/17). B

erbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk melestarikan serta menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, sehingga meningkatkan mutu lingkungan Bumi Parahyangan.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan, berbagai upaya tersebut telah membuahkan hasil. Seperti total area kawasan hutan lindung di Jawa Barat terus meningkat. Kawasan lindung di wilayah Jawa Barat telah mencapai 37% atau meningkat 10%. Aher berkomitmen untuk terus meningkatkan kawasan lindung ini hingga mencapai angka 45% dari total seluruh wilayah Jawa Barat.

“Kawasan lindung yang dulunya hanya 27 persen, sekarang sudah naik menjadi 37,2 persen tahun 2015. 2016 mudah-mudahan sudah diangka 39 persen dan 2017 sudah diangka 40 persen,” kata Aher sesuai rilisnya yang diterima FOKUSJabar, Senin (17/7/2017).

“Tentu mencanangkan 45 persen berangkat dari 27 bukan perkara kecil untuk wilayah seluas Jawa Barat dengan masyarakat yang paling banyak, mungkin kalau masyarakatnya kecil relatif mudah,” katanya.

Menurut Aher, faktor jumlah masyarakat memang sangat menentukan ketersediaan kawasan lindung dalam sebuah wilayah. Masyarakat menentukan kebiasaan atau budaya dalam sebuah kawasan. Kecintaan dan tingkat kesadaran masyarakat ini akan sangat menentukan kelestarian alamnya.

“Faktor utama yang harus dirubah adalah budaya masyarakat itu sendiri. Bagaimana budaya masyarakat mampu menghadirkan, mampu dirubah olah kita supaya masyarakat mulai menghormati lingkungan dengan sebaik-baiknya,” papar Aher.

Selain itu, penurunan gas emisi rumah kaca (GRK) Jawa Barat ada pada persentase cukup besar. Pada 2016 GRK Jabar ada di angka 11,45 persen. Hal ini diharapkan akan terus meningkat hingga 26% pada 2030 mendatang.

“Status mutu sungai utama dan waduk besar dengan tingkat cemar sedang naik dari sebelumnya menjadi 56,12 persen. Penyumbang persentase buruknya kebanyakan Sungai Citarum,” katanya.

Aher mengaku, pihaknya terus menggenjot agar rapot lingkungan hidup Jawa Barat terus membaik kualitasnya. Terutama dari sisi pengelolaan manajemen Sungai Citarum. Program Citarum Bestari menjadi fokus atau unggulan pengelolaan lingkungan hidup Pemprov Jawa Barat. Program Citarum Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari) ini digulirkan sejak 2014 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan bahkan masyarakat atau disebut ecovillage(kader masyarakat berbudaya lingkungan).

Manajemen pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat tidak lepas dari tiga hal, yaitu program struktural, nonstruktural, respon kultural. Program struktural dilakukan melalui normalisasi sungai, yaitu dengan melebarkan aliran sungai dan pengerukan dasar sungai.

Sementara program nonstruktural melalui penghijauan kawasan hulu sungai. Konservasi kawasan hutan diyakini akan memperkecil kemungkinan banjir. Konservasi ini dilakukan tidak hanya dengan tanaman tegak saja, namun juga tanaman-tanaman produktif seperti kopi yang bisa juga berdampak pada ekonomi masyarakat.

Sementara program kultural, diharapkan bisa membangun kebiasaan baru masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan. Dalam konteks Citarum Bestari di lakukan gerakan Lima Tidak: (1) Tidak Menebang Pohon di hulu, ke hilirnya (2) Tidak Membuang Limbah Ternak, (3) Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga, (4) Tidak Membuang Limbah Industri, dan (5) Tidak Membuang Sampah ke Sungai.

“Terkait konservasi, Alhamdulillah. Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis atau GRLK Jawa Barat sudah cukup berhasil dengan baik. Mudah-mudahan terus kita lakukan dan kita lakukan, sehingga semakin lama hutan-hutan kita semakin lestari dan semakin hijau sebagaimana sediakala,” tegasnya.

Hari Lingkungan Hidup kali ini mengambil tema Connecting People to Nature, artinya menyatu dengan alam. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungannya. HLH se-dunia diperingati setiap tanggal 5 Juni.

“Tema ini mengajak kita untuk hadir bersama alam, menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam, memperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif, hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya saja, tetapi harus dalam perspektif perlindungan,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Joe Komaladewi, Direktur Kemitraan Lingkungan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam acara HLH 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menteri Siti Nurbaya juga menekankan, pengelolaan lingkungan tidak hanya dalam perspektif ekploitasi alam saja. Modernisasi dan proporsionalitas pengelolaan lingkungan alam harus dengan konsep keberlanjutan dan berwawasan lingkungan. Sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian alam.

“Jadi jangan sekali-sekali ada upaya mengelabui bahwa perlindungan lingkungan akan menghambat investasi. Itu tidak benar sama sekali,” ucap Siti.

Pada HLH Tingkat Provinsi Jawa Barat 2017 ini, Gubernur Aher memberikan penghargaan Raksa Prasada kategori Individu/Kelompok Masyarakat, Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL), Penyusun Terbaik Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) 2016, dan Penyusun Terbaik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD 2016. Selain itu, Gubernur juga memberikan hibah berupa Alat Pendukung Bank Sampah dan Alat Mesin Pencacah Organik.

Kategori Individu/Kelompok Masyarakat:

  1. Supriyatna (Kabupaten Bandung) – Perintis Lingkungan,
  2. Dedi Supriadi (Kabupaten Ciamis) – Perintis Lingkungan,
  3. Akhman Kurniawan (Kabupaten Sukabumi) – Pengabdi Lingkungan.

Kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL):

  1. SDN Paduka Mandiri 4 Kota Cimahi,
  2. MIN 1 Kota Banjar,
  3. SMPN 3 Cileunyi Kabupaten Bandung,
  4. SMAN 2 Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi,
  5. MAN 2 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran,
  6. SMKN 3 Bandung, Kota Bandung.

Penyusun Terbaik Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah 2016

  1. Pemda Kota Cirebon,
  2. Pemda Kota Depok,
  3. Pemda Kota Sukabum.

Penyusun Terbaik Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD 2016

  1. Pemda Kabupaten Indramayu,
  2. Pemda Kabupaten Pangandaran.
  3. Penerima Hibah Aset Alat Pendukung Bank Sampah dan Alat Mesin Pencacah Organik

Penerima Hibah Aset Alat Pendukung Bank Sampah (SMPN 1 Cimaung Kabupaten Bandung),
Alat Mesin Pencacah Organik (SMPN 1 Margaasih Kabupaten Bandung).

(Vina/Yun)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya