Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa? - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 21 Juli 2017
Search
ilustrasi (web)

Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa?

GARUT, FOKUSJabar.com : Dana Program Keluarga Harapan (PKH) cair, namun beberapa desa di Kecamatan Cibatu prosesnya diwarnai pemotongan oleh oknum pendamping. Pencairan dilakukan oleh para penerimanya masing-masing sebesar Rp1 juta

Besaran pemotongan yang dilakukan oleh pendamping diketahui peruntukannya, yaitu untuk pembelian Vitamin sebesar Rp80 ribu, untuk uang kas Rp36 ribu dan bagi yang memiliki anak yang masih sekolah dikenakan untuk pembelian buku sebesar Rp30 ribu.

Warga Kampung Sayang RW 02 RT 03, Desa Cibunar, Ai Nurhani (35) membenarkan adanya pemotongan dana PKH yang dilakukan pendamping desa.

“Saat pencairan memang saya bersama warga penerima PKH lainnya menerima secara utuh. Namun, setelah sampai rumah didatangi oleh petugas. Kami diwajibkan untuk membeli vitamin, memberikan uang untuk kas dan bagi yang memiliki anak sekolah harus membeli buku,” kata Ai, Senin (17/7/2017).

Ditambahkannya, dirinya harus menyerahkan uang sebesar Rp116 ribu untuk membeli vitamin Rp80 ribu dan pembayaran uang kas sebesar Rp36 ribu yang dikoordinir oleh pendamping desa.

“Saya bingung, apakah benar pendamping PKH tugasnya untuk mengumpulkan uang dan menjual vitamin dan buku. Seandainya bukan berarti termasuk jual paksa,” sebutnya.

Penerima lainnya di tempat terpisah, Anah (45) warga Kampung Genteng Pacing, Desa Cibunar menuturkan, dirinya sangat mengeluhkan adanya pemotongan yang dilakukan oleh pendamping desa tersebut.

“Memang saat pencairan uang yang diterima utuh sebesar Rp1 juta, tapi setelah itu pendamping desa langsung datang, dan menjual produknya,” katanya.

Selain harus membeli produk vitamin, ia juga harus mengumpulkan uang kas sebesar Rp36 ribu dan membeli buku tulis, ada juga sumbangan lain untuk Pos Yandu yang besaran sumbangannya bersifat sukarela.

Koordinator Pendamping Kecamatan, Permana mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya praktik penjualan vitamin dan buku termasuk pengumpulan uang kas dan sumbangan Pos Yandu itu.

Menurut Permana, berdasarkan anjuran dan aturan Kementrian Sosial (Kemensos) pendamping desa tugasnya memonitoring penggunaan dana yang diterima oleh setiap penerima.

(Andian/Yun)








TAG


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Ribuan Umat Islam Lakukan Aksi Penolakan Perppu Ormas

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Ribuan umat islam yang menbatasnakan Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) Tasikmalaya berkumpul di Bundaran Tugu...

Selengkapnya

Rani Permata Batal Nyalon Bupati di Garut Karena Satu Hal

GARUT, FOKUSJabar.com : Istri Diky Chandra, Ny. Rani Permata yang sejak awal digadang-gadang bakal mencalonkan diri di Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut. Bahkan, dirinya...

Selengkapnya

PKB Ciamis Cari Pendamping Arief Ismail di Pilkada 2018

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ciamis 2018, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ciamis akan segera membuka pendaftaran...

Selengkapnya

Wagub Jabar Ajak Stakeholder Perkuat Program Upsus Siwab

GARUT, FOKUSJabar.com : Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) menyebut, tahun 2016 ketersediaan sapi siap potong tercatat sebanyak 214 ribu ekor atau setara...

Selengkapnya
Kantor HTI Jabar di Kota Bandung (foto: LIN)

Dibubarkan, HTI Jabar Tetap Mengaji dan Dakwah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jawa Barat mengaku akan tetap melakukan kegiatan organisasinya meski pemerintah telah resmi membubarkan...

Selengkapnya

DPD Golkar Jabar Terima Risalah Hasil Pleno DPP

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPD Partai Golkar Jawa Barat telah menerima risalah rapat hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar pascapenetapan Ketua Umum Partai Golkar, Setya...

Selengkapnya

PWI dan BNNK Ciamis Siap Bekerjasama Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika

CIAMIS, FOKUSjabar.com : Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Ciamis siap bekerjasama untuk mengantisipasi...

Selengkapnya

Tolak Ojek Online, Ratusan Sopir Angkutan Umum di Garut Demo

GARUT, FOKUSJabar.com : Tolak kehadiran Ojek Online yang rencananya akan beroperasi tahun ini, ratusan armada angkutan kota (angkot) dari berbagai jurusan di Kabupaten...

Selengkapnya

Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa?

GARUT, FOKUSJabar.com : Dana Program Keluarga Harapan (PKH) cair, namun beberapa desa di Kecamatan Cibatu prosesnya diwarnai pemotongan oleh oknum pendamping. Pencairan...

Selengkapnya

Romi Minta Dzan Farid Angkat Kaki dari Kantor DPP PPP

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Romahurmuziy meminta PPP kubu Djan Farid untuk angkat kaki dari kantor DPP PPP di...

Selengkapnya