Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa? - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search
ilustrasi (web)

Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa?

GARUT, FOKUSJabar.com : Dana Program Keluarga Harapan (PKH) cair, namun beberapa desa di Kecamatan Cibatu prosesnya diwarnai pemotongan oleh oknum pendamping. Pencairan dilakukan oleh para penerimanya masing-masing sebesar Rp1 juta

Besaran pemotongan yang dilakukan oleh pendamping diketahui peruntukannya, yaitu untuk pembelian Vitamin sebesar Rp80 ribu, untuk uang kas Rp36 ribu dan bagi yang memiliki anak yang masih sekolah dikenakan untuk pembelian buku sebesar Rp30 ribu.

Warga Kampung Sayang RW 02 RT 03, Desa Cibunar, Ai Nurhani (35) membenarkan adanya pemotongan dana PKH yang dilakukan pendamping desa.

“Saat pencairan memang saya bersama warga penerima PKH lainnya menerima secara utuh. Namun, setelah sampai rumah didatangi oleh petugas. Kami diwajibkan untuk membeli vitamin, memberikan uang untuk kas dan bagi yang memiliki anak sekolah harus membeli buku,” kata Ai, Senin (17/7/2017).

Ditambahkannya, dirinya harus menyerahkan uang sebesar Rp116 ribu untuk membeli vitamin Rp80 ribu dan pembayaran uang kas sebesar Rp36 ribu yang dikoordinir oleh pendamping desa.

“Saya bingung, apakah benar pendamping PKH tugasnya untuk mengumpulkan uang dan menjual vitamin dan buku. Seandainya bukan berarti termasuk jual paksa,” sebutnya.

Penerima lainnya di tempat terpisah, Anah (45) warga Kampung Genteng Pacing, Desa Cibunar menuturkan, dirinya sangat mengeluhkan adanya pemotongan yang dilakukan oleh pendamping desa tersebut.

“Memang saat pencairan uang yang diterima utuh sebesar Rp1 juta, tapi setelah itu pendamping desa langsung datang, dan menjual produknya,” katanya.

Selain harus membeli produk vitamin, ia juga harus mengumpulkan uang kas sebesar Rp36 ribu dan membeli buku tulis, ada juga sumbangan lain untuk Pos Yandu yang besaran sumbangannya bersifat sukarela.

Koordinator Pendamping Kecamatan, Permana mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya praktik penjualan vitamin dan buku termasuk pengumpulan uang kas dan sumbangan Pos Yandu itu.

Menurut Permana, berdasarkan anjuran dan aturan Kementrian Sosial (Kemensos) pendamping desa tugasnya memonitoring penggunaan dana yang diterima oleh setiap penerima.

(Andian/Yun)





TAG


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya