44 Perguruan Tinggi se-Jabar Deklarasikan Anti Radikalisme - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 21 Juli 2017
Search
44 Perguruan Tinggi se-Jabar Deklarasikan Anti Radikalisme. (Humas)

44 Perguruan Tinggi se-Jabar Deklarasikan Anti Radikalisme

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sebanyak 44 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa Barat mendeklarasikan anti radikalisme. Deklarasi ditandai dengan pengucapan 4 poin naskah deklarasi dan penandatanganan prasasti oleh 44 rektor yang disaksikan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), anggota Komisi X DPR RI, DPRD Jabar dan Pangdam III Siliwangi dan mahasiswa di Graha Sanusi Hardjadinata kampus Universitas Padjajaran Bandung, Jumat (14/07/2017).
Gubernur Aher menilai, deklarasi anti radikalisme yang diinisiasi oleh para rektor se-Jabar tersebut merupakan langkah yang tepat, karena kampus merupakan pusat perubahan.
“Manakala kita ingin mengokohkan sendi-sendi kebangsaan maka kampuslah yang harus kita perkokoh terlebih dahulu karena pusat perubahan ada di kampus,” ujar Aher.
Aher pun menyatakan bahwa Jabar siap menjadi pelopor anti radikalisme di Indonesia dan dengan tegas menyatakan bahwa tidak akan ada tempat bagi siapapun yang menyebarkan paham radikalisme di Jabar.
“Tidak ada tempat bagi radikalisme disini. Mari kita tekadkan dengan kuat dan sebarkan paham kebangsaan, persatuan dan kesatuan khususnya di Jabar dan kami siap menjadi pelopor,” tegas Aher.
Menurutnya, radikalisme sangat bertentangan dengan fitrah penciptaan manusia, radikalisme akan merusak persaudaraan, persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu menurutnya, menumbuh kembangkan empat pilar kebangsaan dan melenyapkan paham radikalisme di Jabar sama dengan menyelesaikan separuh persoalan Indonesia.
“Karena jumlah penduduk Jabar saat ini mencapai lebih dari 47 Juta jiwa atau 1/5 dari jumlah penduduk Indonesia, maka kita siap hadirkan kepeloporan,” kata Aher.
Menristekdikti Muhammad Nasir mengungkapkan, walaupun pihaknya saat ini belum melihat secara nyata adanya paham radikalisme di kampus namun kampus memiliki potensi yang sangat besar hadirnya paham tersebut.
“Masalah radikalisme di kampus kami belum melihat secara nyata ya tapi potensi di kampus sangat tinggi,” ungkapnya.
Karena menurutnya, kampus adalah kumpulan anak muda dan tempat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang akan sangat mudah dimasuki paham radikalisme.
Oleh karena itu Kemenristekdikti akan terus mengawasi dan mewaspadai jangan sampai kampus menjadi pusat radikalisme baik di PTN maupun PTS.
“Potensi sejauhmananya itu tiap rektor yang tahu, kita akan awasi terus.
Ia berharap, isi dari deklarasi anti radikalisme ini dapat dipahami oleh seluruh mahasiswa dengan baik.
“Isi deklarasi ini nanti harus dipahami dengan baik seperti apa, kami juga bersama dengan salah satu unit Presiden terus melakukan pembinaan dan pemahaman ideologi pancasila,” jelasnya.
Menristekdikti pun mengapresiasi atas inisiasi dari para rektor PTN dan PTS di Jabar yang telah bersama-sama bertekad mendeklarasikan Jabar sebagai Provinsi anti radikalisme, terorisme dan narkoba.
“Terimaksih kepada para rektor PTN dan PTS yang telah bersama-sama bertekad untuk mendeklarasikan Jawa Barat sebagai provinsi yang anti terorisme anti radikalisme anti narkoba dan tetap menjunjung empat pilar kebangsaan yaitu pancasila, UUD 45, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.
Sementara itu, ketua majelis rektor PTN/ PTS se-Jabar Herry Suhardiyanto menyatakan komitmennya bersama seluruh rektor se-Jabar akan berperan aktif mencegah masuknya paham radikalisme ke kampus.
“Kami seluruh rektor se-Jabar telah merumuskan deklarasi ini untuk itu kami berkomitmen untuk berperan aktif mencegah radikalisme di kampus,” ujar Herry yang juga rektor Institut Pertanian Bogor.
Ia bersama seluruh rektor akan menerapkan disiplin yang tinggi dan mengetatkan peraturan-peraturan kampus kepada para dosen dan mahasiswanya.
“Kami akan ketatkan peraturan dan disiplin kepada dosen dan mahasiswa, bila melanggar norma dan etika kehidupan berbangsa dan bernegara apalagi sampai menyebarkan pemikiran atau paham radikalisme akan kita tindak tegas,” ujarnya.
Berikut isi petikan naskah deklarasi anti radikalisme perguruan tinggi se-Jabar:
DEKLARASI ANTI RADIKALISME PERGURUAN TINGGI DI JAWA BARAT
Memperhatiakan perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini khususnya perkembangan radikalisme dan terorisme, dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Kami berpegang teguh kepada landasan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kesatuan Republik Indonesia yaitu pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa indonesia, UUD 1945 dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
2. Kami bertekad mempersiapkan diri membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, etika akademik,  hak asasi manusia, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa yang berwawasan nusantara.
3. Kami menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi atau berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme atau organisasi kemasyarakatan/ politik yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 45 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4. Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham atau gerakan radikalisme, terorisme atau ideologi yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 45.
(Humas)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Ribuan Umat Islam Lakukan Aksi Penolakan Perppu Ormas

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Ribuan umat islam yang menbatasnakan Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) Tasikmalaya berkumpul di Bundaran Tugu...

Selengkapnya

Rani Permata Batal Nyalon Bupati di Garut Karena Satu Hal

GARUT, FOKUSJabar.com : Istri Diky Chandra, Ny. Rani Permata yang sejak awal digadang-gadang bakal mencalonkan diri di Pemilihan Bupati (Pilbup) Garut. Bahkan, dirinya...

Selengkapnya

PKB Ciamis Cari Pendamping Arief Ismail di Pilkada 2018

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ciamis 2018, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ciamis akan segera membuka pendaftaran...

Selengkapnya

Wagub Jabar Ajak Stakeholder Perkuat Program Upsus Siwab

GARUT, FOKUSJabar.com : Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) menyebut, tahun 2016 ketersediaan sapi siap potong tercatat sebanyak 214 ribu ekor atau setara...

Selengkapnya
Kantor HTI Jabar di Kota Bandung (foto: LIN)

Dibubarkan, HTI Jabar Tetap Mengaji dan Dakwah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jawa Barat mengaku akan tetap melakukan kegiatan organisasinya meski pemerintah telah resmi membubarkan...

Selengkapnya

DPD Golkar Jabar Terima Risalah Hasil Pleno DPP

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPD Partai Golkar Jawa Barat telah menerima risalah rapat hasil Rapat Pleno DPP Partai Golkar pascapenetapan Ketua Umum Partai Golkar, Setya...

Selengkapnya

PWI dan BNNK Ciamis Siap Bekerjasama Antisipasi Penyalahgunaan Narkotika

CIAMIS, FOKUSjabar.com : Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Ciamis siap bekerjasama untuk mengantisipasi...

Selengkapnya

Tolak Ojek Online, Ratusan Sopir Angkutan Umum di Garut Demo

GARUT, FOKUSJabar.com : Tolak kehadiran Ojek Online yang rencananya akan beroperasi tahun ini, ratusan armada angkutan kota (angkot) dari berbagai jurusan di Kabupaten...

Selengkapnya

Di Garut, Pencairan Dana PKH Diwarnai Praktik Jual Paksa?

GARUT, FOKUSJabar.com : Dana Program Keluarga Harapan (PKH) cair, namun beberapa desa di Kecamatan Cibatu prosesnya diwarnai pemotongan oleh oknum pendamping. Pencairan...

Selengkapnya

Romi Minta Dzan Farid Angkat Kaki dari Kantor DPP PPP

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Romahurmuziy meminta PPP kubu Djan Farid untuk angkat kaki dari kantor DPP PPP di...

Selengkapnya