Perusahaan Asal Bandung Barat Ekspor Perdana Keramba Lepas Pantai - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Sabtu, 19 Agustus 2017
Search

Perusahaan Asal Bandung Barat Ekspor Perdana Keramba Lepas Pantai

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Produk asli Indonesia, Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai buatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat diekspor perdana menembus pasar mancanegara. Keramba yang mampu menyelam dari serangan badai ini buah inovasi PT Gani Arta Dwitunggal dengan brand AquaTec dikirim ke Provinsi Hainan, China, Sabtu (17/6/2017)

KJA Offshore Submersible AquaTec ini diklaim lebih unggul dari produk sejenis asal Eropa. Salah satu keunggulan Aquatec ini, dalam waktu singkat mampu menyelam hingga 15 meter hingga budidaya ikan aman dari serangan badai taifun yang kerap merusak keramba petani.

“Berbeda dengan KJA Offshore Submersible buatan Eropa yang masih dianggap mahal dan tidak fleksibel. China menilai produk Aquatec memiliki kualitas terbaik tapi lebih murah dan pemasangan dapat dilakukan sendiri tanpa harus mendatangkan tenaga ahli dari produsen,” ungkap President Director PT. Gani Arta Dwitunggal, Budiprawira Sunadim, Sabtu (17/6/2017).

Budiawan mengungkapkan, produk yang sudah banyak digunakan di dalam negeri tersebut dianggap cocok dengan daerah di sana, karena pada akhir Juli mendatang diprediksi akan terjadi badai taifun dengan kondisi ombak yang besar.

“Keramba ini akan dipasang di Provinsi Hainan-China dan langsung akan menghadapi ombak laut lepas dan akan terjadi badai taifun pada akhir Juli,” ungkapnya.

Menurut Budiawan, nilai investasi yang ditanamkan perusahaan China untuk mendapatkan KJA Offshore Submersible AquaTec mencapai USD 90 ribu atau setara Rp1,5 milyar. Jika proyek pertama berhasil digunakan di China ke depan, perusahaan akan kembali mengimpor KJA Offshore Submersible.

“Harga KJA lebih murah dibandingkan KJA pabrikan Eropa. 8 lubang KJA Offshore Submersible yang dibeli pemerintah dari Norwegia beberapa waktu lalu mencapai angka Rp45 milyar, sedangkan KJA yang kami produksi dijual dengan harga sepertiganya,” katanya.

Produk AquaTec memiliki daya tahan hingga 30 tahun. Selain itu, yang lebih membanggakan seluruh proses pembuatan KJA AquaTec, dari mulai penelitian hingga menghasilkan produk dikerjakan oleh anak Indonesia, tanpa bantuan teknologi luar negeri.

“Kami menciptakan KJA tersebut melalui penelitian dan uji coba yang sudah dilakukan kurang lebih hampir satu tahun di beberapa tempat di Indonesia. Bahan baku KJA Offshore Submersible berasal dari High Density Polyethylene (HDPE) yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, kelebihan dari KJA ini fleksibel dengan kondisi cuaca di China yang memiliki musim yang ekstrem seperti badai taifun membuat KJA yang dibuat harus ditenggelamkan. Kemudian, saat cuaca sudah mulai membaik bisa kembali dinaikkan ke permukaan. Sementara itu, untuk ekspor luar negeri sudah menyasar ke Malaysia, Singapura, Filipina, Afrika dan Kepulauan Fiji.

Budi berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan produk-produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk luar negeri. Sebab, sejak Februari 2016 kemarin belum ada produk KJA yang dibeli oleh pemerintah.

Salah satu peneliti di perguruan tinggi swasta, Andi Yuslim Patawari mengungkapkan, langkah PT Gani Arta Dwitunggal yang berinovasi menciptakan KJA Offshore Submersible dalam penyediaan teknologi sarana dan prasarana dermaga apung, jukung dan perhubungan patut diapresiasi. Apalagi saat ini akan dilakukan ekspor ke China.

“Ini pengakuan dunia bahwa produk dalam negeri kita diterima pasar internasional. Harapannya pemerintah bisa memperhatikan produk dalam negeri ciptaan anak bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, dari sisi kualitas KJA AquaTec bisa bersaing dengan KJA buatan Eropa. Keunggulan yang dimiliki adalah pembudidaya bisa dengan mudah memasang sendiri KJA serta waktu timbul tenggelam lebih cepat.

“Produk tersebut diklaim juga menjadi yang pertama di Asia Tenggara,” pungkasnya.

(Tri/Yun)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Bocah Inspiratif, Nafkahi Adiknya Dari Hasil Menjual Barang Rongsok

CIREBON, FOKUSJabar.com: Namanya Miki (16), bocah yatim piatu dari Kampung Pilang Tonggo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ini sepertinya tidak mengenal kata...

Selengkapnya

Empat Tahun DI Citameng 2 Tak Tersentuh Normalisasi, Petani Sukawening Garut Menjerit

GARUT, FOKUSJabar.com : Sudah hampir empat tahun lamanya, petani di Kecamatan Sukawening mengharapkan bantuan normalisasi/pengerukan Daerah Irigasi (DI) Citameng 2 dari...

Selengkapnya

DPD PKS Garut: Jika Hidup Harmonis Kenapa Mesti “ Bercerai “

GARUT, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang, seluruh Partai Politik (Parpol) di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat saat ini...

Selengkapnya

Miris, Dekat Kantor Pemkab Bandung Barat Masih Ada Rutilahu Tanpa MCK

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah tidak menjamin lingkungan sekitarnya  terperhatikan. Hal itu terlihat dari masih adanya...

Selengkapnya

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya