BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 20 Agustus 2017
Search

BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wakil Gunernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai, perusahaan BUMN yang tidak becus mengelola alam bahkan membuat kerusakan lahan layak dibubarkan.

Sebab, pengelolaan yang tidak maksimal itu berpotensi ancaman bencana lebih besar.

Demikian ditegaskan Deddy menyusul luasan Jabar yang mencapai 3,7 juta hektar itu 1,1 juta hektarnya dikuasai instansi pemerintah, seperti BKSDA, Perhutani , PTPN.

Banyak lahan konservasi malah tidak dikelola dengan baik. Padahal potensinya sangat bagus, baik untuk masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski tidak men-generalisasi semua perusahaan BUMN, namun Wagub Jabar mengatakan bahwa tidak sedikit laga. Konservasi yang dimiliki instansi pemerintah itu cenderung dibiarkan.

“Ini terjadi karena keterbatasan personel untuk pengawasan, sedangkan kewenangannya sangat luas,” jelas Deddy.

Kasus yang kerap terjadi adalah lahan berubah fungsi menjadi ladang holtikultura sehingga tidak ada lagi daerah resapan air.

Sepertihalnya kawasan Pangalengan. Di kawasan itu, sekitar 600 hektar botak dan menjadi lahan sayur , akibatnya longsor. Begitupun dengan hulu sungai Cimanuk, Kabupaten Garut.

“Kalau tidak bisa mengelola, bubarkan saja (BUMN pengelola lahan). Layak kok, daripada menjadi ancaman,” tegasnya.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, alternatif lain adalah instansi pemerintah yang memiliki lahan konservasi tetapi tidak bisa mengelola dengan baik, maka bisa bekerjasama dengan lembaga usaha atau masyarakat sekitar. Kerjasama ini bisa dikembangkan dalam hal membangun potensi pariwisata.

Alasannya, pariwisata merupakan potensi penghasil devisa yang cenderung terus naik dibandingkan industri migas, batubara dan sawit.

Pengelolaan wisata dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Warga sekitar pun terbantu memiliki penghasilan tambahan karena ikut dalam pengelolaannya. Pemerintah pun akan mendapat kontribusi PAD.

“Lihat Gunung Guntur sekarang diambilin batunya karena hanya dijadikan lahan konservasi. Padahal kalau jadi wisata alam, lahan konservasi pasti dijaga alamnya. Karenanya dibantu pengelolaannya dengan pihak ketiga,” tutur dia.

(LIN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Bendera Terbalik, DPR Nilai Ada Unsur Kesengajaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Insiden kurang terpuji terjadi saat pembukaan Sea Games 2017 yang tahun ini diselenggarakan Malaysia. Dalam buku panduan Sea Games 2017 bendera...

Selengkapnya

Bocah Inspiratif, Nafkahi Adiknya Dari Hasil Menjual Barang Rongsok

CIREBON, FOKUSJabar.com: Namanya Miki (16), bocah yatim piatu dari Kampung Pilang Tonggo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ini sepertinya tidak mengenal kata...

Selengkapnya

Empat Tahun DI Citameng 2 Tak Tersentuh Normalisasi, Petani Sukawening Garut Menjerit

GARUT, FOKUSJabar.com : Sudah hampir empat tahun lamanya, petani di Kecamatan Sukawening mengharapkan bantuan normalisasi/pengerukan Daerah Irigasi (DI) Citameng 2 dari...

Selengkapnya

DPD PKS Garut: Jika Hidup Harmonis Kenapa Mesti “ Bercerai “

GARUT, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang, seluruh Partai Politik (Parpol) di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat saat ini...

Selengkapnya

Miris, Dekat Kantor Pemkab Bandung Barat Masih Ada Rutilahu Tanpa MCK

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah tidak menjamin lingkungan sekitarnya  terperhatikan. Hal itu terlihat dari masih adanya...

Selengkapnya

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya