BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 26 Mei 2017
Search

BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan




BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wakil Gunernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai, perusahaan BUMN yang tidak becus mengelola alam bahkan membuat kerusakan lahan layak dibubarkan.

Sebab, pengelolaan yang tidak maksimal itu berpotensi ancaman bencana lebih besar.

Demikian ditegaskan Deddy menyusul luasan Jabar yang mencapai 3,7 juta hektar itu 1,1 juta hektarnya dikuasai instansi pemerintah, seperti BKSDA, Perhutani , PTPN.

Banyak lahan konservasi malah tidak dikelola dengan baik. Padahal potensinya sangat bagus, baik untuk masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski tidak men-generalisasi semua perusahaan BUMN, namun Wagub Jabar mengatakan bahwa tidak sedikit laga. Konservasi yang dimiliki instansi pemerintah itu cenderung dibiarkan.

“Ini terjadi karena keterbatasan personel untuk pengawasan, sedangkan kewenangannya sangat luas,” jelas Deddy.




Kasus yang kerap terjadi adalah lahan berubah fungsi menjadi ladang holtikultura sehingga tidak ada lagi daerah resapan air.

Sepertihalnya kawasan Pangalengan. Di kawasan itu, sekitar 600 hektar botak dan menjadi lahan sayur , akibatnya longsor. Begitupun dengan hulu sungai Cimanuk, Kabupaten Garut.

“Kalau tidak bisa mengelola, bubarkan saja (BUMN pengelola lahan). Layak kok, daripada menjadi ancaman,” tegasnya.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, alternatif lain adalah instansi pemerintah yang memiliki lahan konservasi tetapi tidak bisa mengelola dengan baik, maka bisa bekerjasama dengan lembaga usaha atau masyarakat sekitar. Kerjasama ini bisa dikembangkan dalam hal membangun potensi pariwisata.

Alasannya, pariwisata merupakan potensi penghasil devisa yang cenderung terus naik dibandingkan industri migas, batubara dan sawit.

Pengelolaan wisata dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Warga sekitar pun terbantu memiliki penghasilan tambahan karena ikut dalam pengelolaannya. Pemerintah pun akan mendapat kontribusi PAD.

“Lihat Gunung Guntur sekarang diambilin batunya karena hanya dijadikan lahan konservasi. Padahal kalau jadi wisata alam, lahan konservasi pasti dijaga alamnya. Karenanya dibantu pengelolaannya dengan pihak ketiga,” tutur dia.

(LIN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Terkait Bom Kampung Melayu, Tiga Orang Diamankan Densus 88

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga orang terduga teroris yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri, Rabu (24/5/2015) malam di Terminal...

Selengkapnya

ICMI Orwil Jabar Kutuk Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Hukum dan HAM Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat, Cecep Suhardiman mengutuk terjadinya bom bunuh diri...

Selengkapnya

Ini Kata Aher Soal Ledakan di Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku prihatin dan berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta,...

Selengkapnya

Olah TKP, Polisi Temukan Isi Panci di Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Pasca ledakan bom panci bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, Polisi langsung memeriksa lokasi kejadian. Selain buku dan struk kecil, polisi...

Selengkapnya

Raja & Ratu Swedia Kagum dengan Angklung dan Bobotoh Viking

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dalam kunjungan pertama kali ke Indonesia, khususnya Kota Bandung, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia terpesona dengan alat musik...

Selengkapnya

Heboh! Terjadi Ledakan di Kampung Melayu Jakarta Timur, Diduga Bom Bunuh Diri

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Sebuah ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Terminal Bus Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) sekira pukul...

Selengkapnya

Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan Lambang Negara Harus Tetap Berjalan

GARUT,  FOKUSJabar. com : Terkait dugaan kasus pelecehan lambang negara yang terpampang dalam spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik...

Selengkapnya

Tolak Jalan Tol ke BIJB, Bupati Majalengka akan Menghadap Presiden

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Bupati Majalengka, Sutrisno tetap menolak pembangunan jalan tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, bahkan dalam...

Selengkapnya

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih di Bandung Diluar Kendali

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pasar Anyar, Astana Anyar Kota Bandung didatangi Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan dan Industri serta PD Pasar Bermartabat, Senin...

Selengkapnya

Pasar Rakyat Wanaraja Layak Diresmikan Presiden

GARUT, FOKUSJabar.com : Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Pasar Rakyat Wanaraja layak diresmikan Presiden, pasalnya, Pasar Rakyat Wanaraja ini pembangunannya...

Selengkapnya