BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Senin, 22 Mei 2017
Search

BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan




BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wakil Gunernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai, perusahaan BUMN yang tidak becus mengelola alam bahkan membuat kerusakan lahan layak dibubarkan.

Sebab, pengelolaan yang tidak maksimal itu berpotensi ancaman bencana lebih besar.

Demikian ditegaskan Deddy menyusul luasan Jabar yang mencapai 3,7 juta hektar itu 1,1 juta hektarnya dikuasai instansi pemerintah, seperti BKSDA, Perhutani , PTPN.

Banyak lahan konservasi malah tidak dikelola dengan baik. Padahal potensinya sangat bagus, baik untuk masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski tidak men-generalisasi semua perusahaan BUMN, namun Wagub Jabar mengatakan bahwa tidak sedikit laga. Konservasi yang dimiliki instansi pemerintah itu cenderung dibiarkan.

“Ini terjadi karena keterbatasan personel untuk pengawasan, sedangkan kewenangannya sangat luas,” jelas Deddy.




Kasus yang kerap terjadi adalah lahan berubah fungsi menjadi ladang holtikultura sehingga tidak ada lagi daerah resapan air.

Sepertihalnya kawasan Pangalengan. Di kawasan itu, sekitar 600 hektar botak dan menjadi lahan sayur , akibatnya longsor. Begitupun dengan hulu sungai Cimanuk, Kabupaten Garut.

“Kalau tidak bisa mengelola, bubarkan saja (BUMN pengelola lahan). Layak kok, daripada menjadi ancaman,” tegasnya.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, alternatif lain adalah instansi pemerintah yang memiliki lahan konservasi tetapi tidak bisa mengelola dengan baik, maka bisa bekerjasama dengan lembaga usaha atau masyarakat sekitar. Kerjasama ini bisa dikembangkan dalam hal membangun potensi pariwisata.

Alasannya, pariwisata merupakan potensi penghasil devisa yang cenderung terus naik dibandingkan industri migas, batubara dan sawit.

Pengelolaan wisata dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Warga sekitar pun terbantu memiliki penghasilan tambahan karena ikut dalam pengelolaannya. Pemerintah pun akan mendapat kontribusi PAD.

“Lihat Gunung Guntur sekarang diambilin batunya karena hanya dijadikan lahan konservasi. Padahal kalau jadi wisata alam, lahan konservasi pasti dijaga alamnya. Karenanya dibantu pengelolaannya dengan pihak ketiga,” tutur dia.

(LIN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Saling Mendukung, AA dan Maung Bodas Gelar Bakti Sosial

CIAMIS,FOKUSJabar.com: – Yayasan Manusa Unggul Nu Boga Darah Siliwangi (Maung Bodas) bersama Bakal Calon Bupati Ciamis Anjar Asmara (AA)  menggelar kegiatan...

Selengkapnya

Tokoh Rancah Uwa Ugek Dukung Penuh AA

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dukungan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, Banjar dan Pangandaran Anjar Asmara SH untuk maju dalam Pilkada...

Selengkapnya

Terkait Spanduk Burung Garuda, Bupati Rudy Minta Maaf

GARUT, FOKUSJabar.com : Terkait pemasangan spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut bergambar burung Garuda yang...

Selengkapnya

Gambar Burung Garuda Tidak Utuh, Pelecehan Lambang Negara?

GARUT, FOKUSJabar.com : Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat menyangkan adanya spanduk bergambar burung Garuda yang tidak utuh karena tertutup sablon huruf....

Selengkapnya

Tak Akan Pilih Kasih, Jokowi Ajak TNI ‘Gebuk’ PKI dan Ormas Anti Pancasila

JAKARTA, FOKUSJabar.com: kata ‘Gebuk’ kembali digunakan oleh Presiden Joko Widodo ketika ada organisasi-organisasi yang anti-Pancasila di Indonesia. Bahkan...

Selengkapnya

Ketua PM Gatra, “Bupati Garut Silahkan Mundur”

GARUT,  FOKUSJabar. com : Santer pernyataan Bupati Garut,  Rudy Gunawan yang akan membangun sembilan  pabrik berskala besar di wilayah Garut Utara, menuai tanggapan...

Selengkapnya

LH Jabar Minta Pemerintah Audit Instansi Terkait Lahan Konservasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Anang Sudarna meminta pemerintah pusat mengaudit instansi pemerintah terkait lahan-lahan...

Selengkapnya

Kecelakaan Maut Cipularang Akan Lanjut ke Ranah Hukum

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa insiden tabrakan beruntun di kilometer 91.300 Tol Cipularang,...

Selengkapnya

Wanita Tanpa Identitas Tersambar KA Kahuripan

GARUT, FOKUSJabar.com : Seorang wanita tanpa identitas tersambar Kereta Api (KA) Kahuripan di Kampung Dungusari, RT 01/09, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten...

Selengkapnya

DAK Tidak Cair, Pemkab Ciamis Bisa Dipidanakan?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sudah lama ini belum cair. Praktisi hukum Hendra Sukarman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis...

Selengkapnya