BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 20 September 2017
Search

BUMN Tak Becus Kelola Alam, Layak Dibubarkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Wakil Gunernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai, perusahaan BUMN yang tidak becus mengelola alam bahkan membuat kerusakan lahan layak dibubarkan.

Sebab, pengelolaan yang tidak maksimal itu berpotensi ancaman bencana lebih besar.

Demikian ditegaskan Deddy menyusul luasan Jabar yang mencapai 3,7 juta hektar itu 1,1 juta hektarnya dikuasai instansi pemerintah, seperti BKSDA, Perhutani , PTPN.

Banyak lahan konservasi malah tidak dikelola dengan baik. Padahal potensinya sangat bagus, baik untuk masyarakat maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meski tidak men-generalisasi semua perusahaan BUMN, namun Wagub Jabar mengatakan bahwa tidak sedikit laga. Konservasi yang dimiliki instansi pemerintah itu cenderung dibiarkan.

“Ini terjadi karena keterbatasan personel untuk pengawasan, sedangkan kewenangannya sangat luas,” jelas Deddy.

Kasus yang kerap terjadi adalah lahan berubah fungsi menjadi ladang holtikultura sehingga tidak ada lagi daerah resapan air.

Sepertihalnya kawasan Pangalengan. Di kawasan itu, sekitar 600 hektar botak dan menjadi lahan sayur , akibatnya longsor. Begitupun dengan hulu sungai Cimanuk, Kabupaten Garut.

“Kalau tidak bisa mengelola, bubarkan saja (BUMN pengelola lahan). Layak kok, daripada menjadi ancaman,” tegasnya.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, alternatif lain adalah instansi pemerintah yang memiliki lahan konservasi tetapi tidak bisa mengelola dengan baik, maka bisa bekerjasama dengan lembaga usaha atau masyarakat sekitar. Kerjasama ini bisa dikembangkan dalam hal membangun potensi pariwisata.

Alasannya, pariwisata merupakan potensi penghasil devisa yang cenderung terus naik dibandingkan industri migas, batubara dan sawit.

Pengelolaan wisata dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Warga sekitar pun terbantu memiliki penghasilan tambahan karena ikut dalam pengelolaannya. Pemerintah pun akan mendapat kontribusi PAD.

“Lihat Gunung Guntur sekarang diambilin batunya karena hanya dijadikan lahan konservasi. Padahal kalau jadi wisata alam, lahan konservasi pasti dijaga alamnya. Karenanya dibantu pengelolaannya dengan pihak ketiga,” tutur dia.

(LIN)




Iklan Ciamis



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Mahasiswa Harus Bijaksana Hadapi Faham Radikalisme

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAID Darussalam menggelar kegiatan seminar bertajuk Dialog Kabangsaan, menjaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia...

Selengkapnya

Komunitas Hardolin Ciamis Siap Dukung Anjar Asmara

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Komunitas Hardolin Ciamis menyatakan dukungan kepada sosok muda Bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati Ciamis, Anjar Asmara (AA). Hal tersbut...

Selengkapnya

Ketua The Jakmania Mendapat Sambutan Positif dari Bobotoh

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ulang tahun Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) ke-16 di Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdikku) TNI Angkatan Darat, kawasan Gegerkalong Hilir,...

Selengkapnya

Donasi Lampaui Target, Antusias Bobotoh dan Masyarakat Tetap Besar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Aksi Koin Untuk PSSI yang dilakukan oleh Viking Persib Club (VPC) sudah mencapai target Rp50 juta, bahkan dalam sharinghappiness.org Rumah...

Selengkapnya

Polisi Selidiki Motif Pelaku Pencabulan 34 Anak di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Sebut saja Bunga, anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini mengaku pada orangtuanya jika dirinya telah diperlakukan asusila oleh...

Selengkapnya

Honda Jazz Tabrak Pemotor Hingga Tewas di Flyover Kiaracondong, Sopir Kabur

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi telah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan layang atau flyover Kiaracondong tepatnya di atas Jalan PSM...

Selengkapnya

Dewan Minta RS TMC Hentikan Aturan Uang DP ke Pasien

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.com : Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya dengan tegas memohon dan meminta pihak RS Tasik Medical Citratama (TMC) Tasikmalaya menghentikan aturan...

Selengkapnya

Gak Mau Diomelin CCTV Bandung Kaya Gini? Patuhi Aturan!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Seperti diektahui bahwa kini di Kota Bandung sudah memiliki Area Traffic Control System (ATCS) yang memantau lalu lintas melalui CCTV. Nah,...

Selengkapnya

Puluhan Kios di Pasar Leles Ludes Dilalap Api

GARUT, FOKUSJabar.com : Akibat hembusan angin yang sangat kencang membuat kobaran api terus membesar. Puluhan kios di Pasar Leles, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut ludes...

Selengkapnya

Sempat Gangguan, Telkom: Seluruh ATM Indonesia Sudah Pulih

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui bahwa ribuan ATM mengalami gangguan hampir di seluruh Indonesia akibat imbas dari anomali Satelit Telkom 1. Namun gangguan...

Selengkapnya