Dorong Pengembangan Wisata, Keraton Perlu Bersinergi dengan Berbagai Pihak - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Senin, 22 Mei 2017
Search
Dorong Pengembangan Wisata, Keraton Perlu Bersinergi Dengan Berbagai Pihak. (FOKUSJabar/Humas)

Dorong Pengembangan Wisata, Keraton Perlu Bersinergi dengan Berbagai Pihak




BANDUNG, FOKUSJAbar : Keberadaan Keraton atau Kerajaan di Nusantara saat ini dinilai penting dalam mempertahankan khasanah dan nilai budaya setiap daerah. Tak hanya itu, eksistensinya pun diharapkan mampu mendorong pengembangan wisata seni dan budaya karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk itu, keraton di Nusantara perlu bersinergi dengan pemerintah daerah keraton itu berada, maupun dengan pemerintah pusat dan pihak lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mengungkapkan hal tersebut saat membuka Musyawarah Agung Keraton Nusantara ke-3 Tahun 2017 di Hotel Grand Preanger, Jl. Asia-Afrika Kota Bandung, Jumat (12/5/17).

“Kemitraan dengan pemerintah daerah masing-masing semestinya harus lebih baik. Kepariwisataan di era ekonomi kreatif saat ini diperlukan, karena cultural industry yang menjadi ruh kepariwisataan bukan hanya alam,” ungkap Demiz usai acara pembukaan Musyawarah Agung dalam rilisnya yang diterima FOKUSJabar, Jumat (12/5/2017).

“Nah, fungsinya dari keraton tadi menjadi sangat penting saat ini, karena ini cenderung penghasil devisa nanti tertinggi di Indonesia, pada saat migas, kelapa sawit, dan batu bara cenderung menurun,” tambahnya.

Lajut Demiz, keberadaan keraton sangat strategis dan potensial. Hal tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui wisata seni dan budaya. Terlebih lagi Indonesia memiliki banyak keraton yang masih eksis dengan ciri khasnya masing-masing.




Menurut Demiz, eksistensi keraton merupakan kekayaan Nusantara yang harus dikembangkan dan memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

“Makanya saya berharap dirumuskan dalam Musyawarah Agung ini, mau kemana nih keberadaan keraton ini. Program apa dan kemitraan seperti apa yang harus dijalin dengan berbagai pihak,” pinta Demiz.

Sementara itu, Ketua Umum FSKN yang juga Sultan Keraton Kasepuhan Kacirebonan, PRA Arif Natadiningrat dalam sambutan mengaku belum semua keraton di Indonesia bersinergi baik dengan pemerintah daerah.

Menurut Arif, hal ini tergantung pada situasi politik dan demokrasi di daerah.

“Tapi mudah-mudahan di Jawa Barat walaupun nanti berubah politiknya, pemimpinnya, tapi kita tetap bisa bermitra terus antara keraton dengan pemerintah daerah,” kata Arif.

Musyawarah ini digagas oleh Forum Silaturahmi Keraton se-Nusantara (FSKN). Hadir sebanyak kurang lebih 250 peserta musyawarah yang terdiri dari para Sultan dan Raja dari Sumatera hingga Papua, serta peninjau. Agenda utama musyawarah ini yaitu pemilihan pengurus baru FSKN serta penyusunan program kerja.

Sebelumnya, Musyawarah Agung ini diawali dengan acara Seminar Budaya pada Kamis (11/5/17) kemarin. Selain itu, Sabtu (13/5/17) besok akan digelar pula Karnaval atau Pawai Budaya di sepanjang Jalan Asia-Afrika Kota Bandung. Karnaval ini tidak hanya diikuti peserta dari keraton atau kerajaan yang ada di Indonesia, namun juga keraton atau kerjaan dari beberapa Negara Asean, Asia, dan Afrika.

(Vina/Yun)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Saling Mendukung, AA dan Maung Bodas Gelar Bakti Sosial

CIAMIS,FOKUSJabar.com: – Yayasan Manusa Unggul Nu Boga Darah Siliwangi (Maung Bodas) bersama Bakal Calon Bupati Ciamis Anjar Asmara (AA)  menggelar kegiatan...

Selengkapnya

Tokoh Rancah Uwa Ugek Dukung Penuh AA

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dukungan kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, Banjar dan Pangandaran Anjar Asmara SH untuk maju dalam Pilkada...

Selengkapnya

Terkait Spanduk Burung Garuda, Bupati Rudy Minta Maaf

GARUT, FOKUSJabar.com : Terkait pemasangan spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut bergambar burung Garuda yang...

Selengkapnya

Gambar Burung Garuda Tidak Utuh, Pelecehan Lambang Negara?

GARUT, FOKUSJabar.com : Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat menyangkan adanya spanduk bergambar burung Garuda yang tidak utuh karena tertutup sablon huruf....

Selengkapnya

Tak Akan Pilih Kasih, Jokowi Ajak TNI ‘Gebuk’ PKI dan Ormas Anti Pancasila

JAKARTA, FOKUSJabar.com: kata ‘Gebuk’ kembali digunakan oleh Presiden Joko Widodo ketika ada organisasi-organisasi yang anti-Pancasila di Indonesia. Bahkan...

Selengkapnya

Ketua PM Gatra, “Bupati Garut Silahkan Mundur”

GARUT,  FOKUSJabar. com : Santer pernyataan Bupati Garut,  Rudy Gunawan yang akan membangun sembilan  pabrik berskala besar di wilayah Garut Utara, menuai tanggapan...

Selengkapnya

LH Jabar Minta Pemerintah Audit Instansi Terkait Lahan Konservasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Anang Sudarna meminta pemerintah pusat mengaudit instansi pemerintah terkait lahan-lahan...

Selengkapnya

Kecelakaan Maut Cipularang Akan Lanjut ke Ranah Hukum

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa insiden tabrakan beruntun di kilometer 91.300 Tol Cipularang,...

Selengkapnya

Wanita Tanpa Identitas Tersambar KA Kahuripan

GARUT, FOKUSJabar.com : Seorang wanita tanpa identitas tersambar Kereta Api (KA) Kahuripan di Kampung Dungusari, RT 01/09, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten...

Selengkapnya

DAK Tidak Cair, Pemkab Ciamis Bisa Dipidanakan?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sudah lama ini belum cair. Praktisi hukum Hendra Sukarman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis...

Selengkapnya