KBPPD Gerindra, Sunatra : Integritas Politik Emil Kurang Baik - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Senin, 29 Mei 2017
Search

KBPPD Gerindra, Sunatra : Integritas Politik Emil Kurang Baik




BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Badan Pemenangan Pemilu Daerah DPD Gerindra Jawa Barat, Sunatra menilai pencalonan Ridwal Kamil (Emil) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang tidak memiliki etika politik.
Selain itu, Gerindra juga akan meninggalkan Wali Kota Bandung karena menyepakati syarat ketiga untuk mendukung Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Emil juga tidak memiliki integritas politik yang kurang baik.
Pertama kita tidak diberitahu dukungan NasDem kepada Emil, karena bagaimanapun pada Pemilihan Wali Kota yang lalu diusung Partai Gerindra. Setidaknya ada bahasa. Kedua persyaratan Emil harus mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.
“ Itu yang sangat memberatkan kami karena punya calon sendiri,” kata Sunatra, di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Senin (20/3/2017).
Sunatra menegaskan, Gerinda sudah tidak melirik Emil untuk persiapan Pilgub. Bahkan, pihaknya sudah menyiapakan nama dari internal Partai dan melirik beberapa nama dari eksternal. Salah satunya, Deddy Mizwar (Demiz) yang kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat.
“ Kalau menurut saya, sebaiknya Emil selesaikan dulu urusan di Kota Bandung,” ujar dia.
Menurut Sunatra, partai besar yang ikut NasDem mendukung Emil tidak ada harga diri. Bagaimana tidak, NasDem hanya memiliki lima kursi, sedangkan persyaratan untuk mengusung 20 persen dari 100 kursi yang ada di DPRD Jawa Barat.
“ Saya pikir tidak ada harga diri bagi partai besar jika ikut mendukung Emil bersama NasDem,” sebut Sunatra.
Sunarta menjelaskan, Bakal Calon (Balon) Gubernur Jawa Barat dari Gerindra akan keluar pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang akan digelar 8 April mendatang. Gerindra sendiri sudah menyiapkan wakilnya dari internal partai, mengingat hanya memiliki 11 kursi.
“ Jadi yang sulit itu membangun koalisi dan kita akan segera bahas itu. Hasilnya dalam Rapimda nanti,” tutur dia.
Sementra Pengurus DPW PKS Jabar, Haris Yuliana menanggapi santai gerakan NasDem mendukung Ridwan Kamil. Menurutnya, itu bagian dari strategi politik dan tidak berpengaruh. Selain itu, merupakan hak politik NasDem maupun Emil.
“ PKS Jabar juga sudah mengajukan nama ke DPP untuk Pilgub. Yakni, tiga orang dari internal partai dan dua orang eksternal. Saat ini sedang digodok pusat,” ujar Haris.
Hal senada dikatakan Sekretaris Umum Dewan Pengurus Daerah PDI Perjuangan, Abdi Yuhana, bentuk dukungan NasDem ke Emil itu bagian dari strategi politik. Bagi PDIP untuk maju mencalonkan Kepala Daerah ada sejumlah tahapan.
Perlu diketahui, ada tiga hal yang diperhatikan mengusung Balon Gubernur. Pertama, PDIP memiliki 20 kursi di legislatif sehingga bisa mengusung kapan dan siapa saja.
Kedua yang diperhatikan PDIP adalah evaluasi Pilkada 2008 dan 2013 ketika popularitas tidak menjamin kemenangan. Tahun 2008 lalu, pada saat itu popularitas Agum Gumelar sangat tinggi, namun pada waktunya kalah. Kemudian Dede Yusuf (2013) juga kalah oleh Ahmad Heryawan.
“ Evaluasi Pilkada sebelumnya sangat menjadi pertimbangan kami untuk Pilgub nanti,” ujar dia.
Terakhir, PDIP dalam Pilgub akan mengusung dari internal partai. Baik itu calon gubernur atau bahkan wakilnya karena sudah memenuhi syarat 20 persen.
“ Ada tahapan juga bahwa yang berniat untuk maju dari PDIP harus mendaftar dalam penjaringan Balon Gubernur yang akan dibuka bulan Mei mendatang. Penjaringan bisa mendaftar dari DPC, DPD maupun DPP. Dan yang memutuskannya, Ketua Umum,” katanya.
Terkait banyaknya gambar kader PDIP yang mengklaim akan maju di Pilgub Jabar, Abdi menjelaskan, hal itu perlu dipertanyakan kebenarannya. Terlebih sudah dengan pasangannya.
“ Gambar itu tidak benar. Kami belum merilis calon gubernur. Balon saja belum. Ini malah sudah dengan pasangannya,” tutur dia.
Sejauh ini sudah muncul nama Ineu Purwadewi, Ketua DPRD Jabar bersama Netty Prasetya Heryawan mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Kemudian juga ada gambar yang tersebar Ridwal Kamil dengan Rike Diah Pitaloka.
“ PDIP belum pada proses pencalonan dukungan atau bahkan pemasangan karena ada proses yang harus ditempuh,” pungkas dia.
(AS/Bam’s)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu Sudah Lima Bulan Tinggal Di Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Jajaran Aparatur Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, melakukan penggalian data identitas pelaku bom bunuh diri (AS)...

Selengkapnya

Makanan dan Minuman Ini Cocok Saat Puasa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kebugaran tubuh ketika berpuasa sangat bergantung pada makanan dan minuman yang dikonsumsi saat buka dan sahur. Artinya, mengonsumsi makanan...

Selengkapnya

Terkait Bom Kampung Melayu, Tiga Orang Diamankan Densus 88

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga orang terduga teroris yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri, Rabu (24/5/2015) malam di Terminal...

Selengkapnya

ICMI Orwil Jabar Kutuk Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Hukum dan HAM Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat, Cecep Suhardiman mengutuk terjadinya bom bunuh diri...

Selengkapnya

Ini Kata Aher Soal Ledakan di Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku prihatin dan berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta,...

Selengkapnya

Olah TKP, Polisi Temukan Isi Panci di Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Pasca ledakan bom panci bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, Polisi langsung memeriksa lokasi kejadian. Selain buku dan struk kecil, polisi...

Selengkapnya

Raja & Ratu Swedia Kagum dengan Angklung dan Bobotoh Viking

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dalam kunjungan pertama kali ke Indonesia, khususnya Kota Bandung, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia terpesona dengan alat musik...

Selengkapnya

Heboh! Terjadi Ledakan di Kampung Melayu Jakarta Timur, Diduga Bom Bunuh Diri

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Sebuah ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Terminal Bus Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) sekira pukul...

Selengkapnya

Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan Lambang Negara Harus Tetap Berjalan

GARUT,  FOKUSJabar. com : Terkait dugaan kasus pelecehan lambang negara yang terpampang dalam spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik...

Selengkapnya

Tolak Jalan Tol ke BIJB, Bupati Majalengka akan Menghadap Presiden

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Bupati Majalengka, Sutrisno tetap menolak pembangunan jalan tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, bahkan dalam...

Selengkapnya