Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung - Garut - Sumedang - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Selasa, 25 April 2017
Search
Banjir terparah di California selama seratus tahun belakangan ini terjadi karena meluapnya Sungai Coyote Creek akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari. (Elijah Nouvelage/Getty Images North America/AFP)

Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung – Garut – Sumedang




BANDUNG, FOKUSJabar.com : Banjir di kawasan Jalan Raya Bandung – Garut Sumedang, tepatnya di daerah sekitaran PT. Kahatex Rancaekek akan terselesaikan selama dua tahun. Hal itu sesuai master plan dan perencanaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

Proses pengerjaan normalisasi sungai dan proses program bebas banjir Rancaekek dimulai tahun 2016. Maka Rancaekek diprediksi akan bebas banjir sekitar akhir tahun 2018.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, banjir di Rancaekek bukan soal sungai yang tertutup pabrik Kahatex saja, namun ada beberapa hal lain pemicu banjir. Karenanya, harus ada normalisasi sepanjang sungai yang berada di kawasan Rancaekek.

“ Tidak bisa dipercepat karena dua tahun itu merupakan perencanaan semua program pengerjaan sehingga harus diikuti. Secara teknis ada di BBWS,” ujar Demiz di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Senin (20/3/2017).

Menurut dia, dua tahun tersebut terdapat permasalahan anggaran yang baru bisa digunakan sekarang karena bersumber dari pemerintah pusat yang menggunakan dana pinjaman. Meski begitu, normalisasi sudah berlangsung dari tahun lalu.

“ Memang ada keterlambatan dana, namun program terus berlangsung,” ujarnya.
Terkait pembogkaran bangunan yang berada di atas sungai sudah dilakukan dan sebagian sudah terbongkar sesuai dengan komitmen awal bahwa pihak Kahatex bersedia melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di atas sungai tanpa membebankan pemerintah, sesuai perjanjian dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu.




“ Sudah dilakukan pembongkaran oleh Kahatex sesaui dengan perjanjian awal. Saat ini proses pembongkaran diawasi oleh kami. Berdasarkan hasil laporan Dinas Pengendalian, sudah sebagain dibongkar dan akan terus dilanjutkan,” kata Deddy.

Kepala Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna membenarkan ada pembongkaran bangunan di atas sungai Cikijing. Pembongkaran itu baru di bagian hilir, bukan dibagian yang memang menjadi penyebab banjir.

“ Saya langsung memantau ke lapangan dan memang ada bagian dibongkar, namun bukan bagian yang rawan banjir. Bangunan dibagian penyebab banjir masih dibiarkan,” katanya.

Anang menjelaskan, pembongkaran yang sudah dilakukan Kahatex saat ini tidak berpengaruh. Terbukti, masih terjadi banjir. Seharusnya pembongkaran diawali dari daerah penyebab banjir.
“ Harus segera dibongkar semua, Kahatex jangan mau enaknya saja, sementara masyarakat menderita,” tutur dia.

(AS/Bam’s)


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Anies : Pilkada Bukan Soal Nomor Urut

Berikut Beberapa Aturan Ahok yang Akan Dicabut Anies-Sandi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selangkah lagi Anies-Sandi akan memimpin Jakarta...

Selengkapnya

Rumah Janda Tua di Pakenjeng Ambruk Akibat Gempa

GARUT, FOKUSJabar.com : Satu unit rumah di Kampung Tangsi, RW07, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bagian atapnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan...

Selengkapnya

Ahmad Bajuri Sang Inisiator Konvensi Pilkada 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Konvensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digagas Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut mendapat respon positif...

Selengkapnya

Pergoki Maling, Nenek Ini Dibacok

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Nenek berusia 70 tahun asal Dusun Ciroyom, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Korban...

Selengkapnya

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tiga orang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di turunan Selarong, Sabtu (22/4/2017). Seperti yang...

Selengkapnya

Sosok RA Kartini Menginspirasi Perjalanan Hidup Hj Irma Bastaman

BANJAR, FOKUSJabar.com: Sosok Kartini bagi Dr Hj Irma Bastaman Harris MM, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Ciamis adalah motivator para wantia Indonesia untuk terus...

Selengkapnya

Ahli Nujum: Perang Dunia III akan Pecah 13 Mei 2017

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Clairvoyant Horacio Villegas, seorang pria yang mengaku ahli supranatural, pada 2015 meramalkan Donald Trump akan jadi Presiden AS dan...

Selengkapnya

Pemkot Surabaya Maju Lantaran Sistem Pajak Online

SURABAYA, FOKUSJabar.com : Hari ini Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Garut, Jawa Barat melakukan study banding ke DPRD Kota...

Selengkapnya

PKS Jabar Nggan Sebut Netty Heryawan Jadi Cagub

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPW PKS Jawa Barat akan mengumumkan nama bakal calon gubernurnya untuk Pilgub Jabar 2018 mendatang. Namun pihaknya enggan menyebutkan siapa...

Selengkapnya

Polisi Amankan Benih Lobster Seharga Ratusan Juta dan Tangkap 9 Pelaku

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Polres Sukabumi berhasil mengungkap penyebaran benih lobster milik Kementerian Pertanian, yang hendak disebarkan masyarakat di wilayah...

Selengkapnya