Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung - Garut - Sumedang - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Senin, 29 Mei 2017
Search
Banjir terparah di California selama seratus tahun belakangan ini terjadi karena meluapnya Sungai Coyote Creek akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari. (Elijah Nouvelage/Getty Images North America/AFP)

Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung – Garut – Sumedang




BANDUNG, FOKUSJabar.com : Banjir di kawasan Jalan Raya Bandung – Garut Sumedang, tepatnya di daerah sekitaran PT. Kahatex Rancaekek akan terselesaikan selama dua tahun. Hal itu sesuai master plan dan perencanaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.

Proses pengerjaan normalisasi sungai dan proses program bebas banjir Rancaekek dimulai tahun 2016. Maka Rancaekek diprediksi akan bebas banjir sekitar akhir tahun 2018.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, banjir di Rancaekek bukan soal sungai yang tertutup pabrik Kahatex saja, namun ada beberapa hal lain pemicu banjir. Karenanya, harus ada normalisasi sepanjang sungai yang berada di kawasan Rancaekek.

“ Tidak bisa dipercepat karena dua tahun itu merupakan perencanaan semua program pengerjaan sehingga harus diikuti. Secara teknis ada di BBWS,” ujar Demiz di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Senin (20/3/2017).

Menurut dia, dua tahun tersebut terdapat permasalahan anggaran yang baru bisa digunakan sekarang karena bersumber dari pemerintah pusat yang menggunakan dana pinjaman. Meski begitu, normalisasi sudah berlangsung dari tahun lalu.

“ Memang ada keterlambatan dana, namun program terus berlangsung,” ujarnya.
Terkait pembogkaran bangunan yang berada di atas sungai sudah dilakukan dan sebagian sudah terbongkar sesuai dengan komitmen awal bahwa pihak Kahatex bersedia melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di atas sungai tanpa membebankan pemerintah, sesuai perjanjian dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu.




“ Sudah dilakukan pembongkaran oleh Kahatex sesaui dengan perjanjian awal. Saat ini proses pembongkaran diawasi oleh kami. Berdasarkan hasil laporan Dinas Pengendalian, sudah sebagain dibongkar dan akan terus dilanjutkan,” kata Deddy.

Kepala Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna membenarkan ada pembongkaran bangunan di atas sungai Cikijing. Pembongkaran itu baru di bagian hilir, bukan dibagian yang memang menjadi penyebab banjir.

“ Saya langsung memantau ke lapangan dan memang ada bagian dibongkar, namun bukan bagian yang rawan banjir. Bangunan dibagian penyebab banjir masih dibiarkan,” katanya.

Anang menjelaskan, pembongkaran yang sudah dilakukan Kahatex saat ini tidak berpengaruh. Terbukti, masih terjadi banjir. Seharusnya pembongkaran diawali dari daerah penyebab banjir.
“ Harus segera dibongkar semua, Kahatex jangan mau enaknya saja, sementara masyarakat menderita,” tutur dia.

(AS/Bam’s)


TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu Sudah Lima Bulan Tinggal Di Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Jajaran Aparatur Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, melakukan penggalian data identitas pelaku bom bunuh diri (AS)...

Selengkapnya

Makanan dan Minuman Ini Cocok Saat Puasa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kebugaran tubuh ketika berpuasa sangat bergantung pada makanan dan minuman yang dikonsumsi saat buka dan sahur. Artinya, mengonsumsi makanan...

Selengkapnya

Terkait Bom Kampung Melayu, Tiga Orang Diamankan Densus 88

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga orang terduga teroris yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri, Rabu (24/5/2015) malam di Terminal...

Selengkapnya

ICMI Orwil Jabar Kutuk Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Hukum dan HAM Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat, Cecep Suhardiman mengutuk terjadinya bom bunuh diri...

Selengkapnya

Ini Kata Aher Soal Ledakan di Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku prihatin dan berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta,...

Selengkapnya

Olah TKP, Polisi Temukan Isi Panci di Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Pasca ledakan bom panci bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, Polisi langsung memeriksa lokasi kejadian. Selain buku dan struk kecil, polisi...

Selengkapnya

Raja & Ratu Swedia Kagum dengan Angklung dan Bobotoh Viking

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dalam kunjungan pertama kali ke Indonesia, khususnya Kota Bandung, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia terpesona dengan alat musik...

Selengkapnya

Heboh! Terjadi Ledakan di Kampung Melayu Jakarta Timur, Diduga Bom Bunuh Diri

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Sebuah ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Terminal Bus Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) sekira pukul...

Selengkapnya

Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan Lambang Negara Harus Tetap Berjalan

GARUT,  FOKUSJabar. com : Terkait dugaan kasus pelecehan lambang negara yang terpampang dalam spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik...

Selengkapnya

Tolak Jalan Tol ke BIJB, Bupati Majalengka akan Menghadap Presiden

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Bupati Majalengka, Sutrisno tetap menolak pembangunan jalan tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, bahkan dalam...

Selengkapnya