Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung - Garut - Sumedang - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 30 Maret 2017
Search
Banjir terparah di California selama seratus tahun belakangan ini terjadi karena meluapnya Sungai Coyote Creek akibat hujan deras yang mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari. (Elijah Nouvelage/Getty Images North America/AFP)

Ini Penyebab Banjir di Kawasan Jalan Raya Bandung – Garut – Sumedang

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Banjir di kawasan Jalan Raya Bandung – Garut Sumedang, tepatnya di daerah sekitaran PT. Kahatex Rancaekek akan terselesaikan selama dua tahun. Hal itu sesuai master plan dan perencanaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum.




Proses pengerjaan normalisasi sungai dan proses program bebas banjir Rancaekek dimulai tahun 2016. Maka Rancaekek diprediksi akan bebas banjir sekitar akhir tahun 2018.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) mengatakan, banjir di Rancaekek bukan soal sungai yang tertutup pabrik Kahatex saja, namun ada beberapa hal lain pemicu banjir. Karenanya, harus ada normalisasi sepanjang sungai yang berada di kawasan Rancaekek.

“ Tidak bisa dipercepat karena dua tahun itu merupakan perencanaan semua program pengerjaan sehingga harus diikuti. Secara teknis ada di BBWS,” ujar Demiz di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Senin (20/3/2017).

Menurut dia, dua tahun tersebut terdapat permasalahan anggaran yang baru bisa digunakan sekarang karena bersumber dari pemerintah pusat yang menggunakan dana pinjaman. Meski begitu, normalisasi sudah berlangsung dari tahun lalu.

“ Memang ada keterlambatan dana, namun program terus berlangsung,” ujarnya.
Terkait pembogkaran bangunan yang berada di atas sungai sudah dilakukan dan sebagian sudah terbongkar sesuai dengan komitmen awal bahwa pihak Kahatex bersedia melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang ada di atas sungai tanpa membebankan pemerintah, sesuai perjanjian dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla beberapa waktu yang lalu.

“ Sudah dilakukan pembongkaran oleh Kahatex sesaui dengan perjanjian awal. Saat ini proses pembongkaran diawasi oleh kami. Berdasarkan hasil laporan Dinas Pengendalian, sudah sebagain dibongkar dan akan terus dilanjutkan,” kata Deddy.

Kepala Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna membenarkan ada pembongkaran bangunan di atas sungai Cikijing. Pembongkaran itu baru di bagian hilir, bukan dibagian yang memang menjadi penyebab banjir.

“ Saya langsung memantau ke lapangan dan memang ada bagian dibongkar, namun bukan bagian yang rawan banjir. Bangunan dibagian penyebab banjir masih dibiarkan,” katanya.

Anang menjelaskan, pembongkaran yang sudah dilakukan Kahatex saat ini tidak berpengaruh. Terbukti, masih terjadi banjir. Seharusnya pembongkaran diawali dari daerah penyebab banjir.
“ Harus segera dibongkar semua, Kahatex jangan mau enaknya saja, sementara masyarakat menderita,” tutur dia.

(AS/Bam’s)





TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Inilah Video Gardu Listrik Terbakar di Pasteur Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gardu Litrik di Jalan Pasteur tepatnya di belakangan Universitas Maranatha Kota Bandung terbakar Kamis 22.30. Api masih menyala. Berdasarkan...

Selengkapnya

Sidang Anak Gugat Ibu Kandung Rp1,8 Milyar Kembali Digelar

Garut, FOKUSJabar.com : Pengadilan Negeri (PN) Garut menggelar sidang lanjutan kasus perdata anak dan mantu yang menggugat ibu kandungnya, Kamis (30/3/2017). Sidang yang...

Selengkapnya

Proyek Rumah Deret Taman Sari Rp120 M akan Dilelangkan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan lelang beauty contest untuk pembangunan rumah deret di kawasan Taman Sari Kota Bandung. Proyek...

Selengkapnya

Ridho Rhoma Resmi Ditahan

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto menyatakan bahwa penyanyi dangdut Ridho Rhoma sudah resmi ditahan. “(Ridho) Sudah...

Selengkapnya

Empat Partai Sepakat Berkoalisi dalam Pilkada Ciamis

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Empat ketua partai di Kabupaten Ciamis, yaitu Partai Demokrat, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrasi...

Selengkapnya

Dinasehati Kang Icep, Anjar Asmara Semakin Yakin Nyalon Bupati Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis, Anjar Asmara (AA) memperlihatkan keseriusannya untuk maju menjadi Calon Bupati...

Selengkapnya

Anjar Asmara Memperkuat Silaturahmi dengan Pengusaha Muda

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Anjar Asmara (AA) terus melakukan penguatan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat di Ciamis. Dalam seminggu ini didampingi pendukungnya,...

Selengkapnya

KPUD Kota Banjar Disulap Jadi “Puseur Atikan Demokrasi”

BANJAR, FOKUSJabar.com : Wali Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPUD Kota Banjar, Senin (27/03/2017). Rumah pintar pemilu tersebut...

Selengkapnya
Maskapai Aviastar Siap Menanggung Biaya Asuransi Korban

Jelang Nyepi, Penerbangan Bandung-Bali Tak Terganggu

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, penerbangan menuju Pulau Bali dari Bandung hari ini tetap berlangsung secara normal. Manajer Operasional...

Selengkapnya

Ini Derita Iwan Korban Angin Puting Beliung di Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.com: Iwan (35) warga RT 26 RW 10 Dusun Pasirleutik, Desa Mekarharaja, Kecamatan Purwaharja, hanya bisa pasrah. Rumahnya hancur lebur akibat angin...

Selengkapnya