Ribuan Cangkir Kopi Jabar Gratis di #Ngopisaraosna Vol 1 - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Selasa, 25 April 2017
Search

Ribuan Cangkir Kopi Jabar Gratis di #Ngopisaraosna Vol 1




BANDUNG, FOKUSJabar.com: Sebanyak 40 pegiat kopi yang terdiri dari petani dan produsen kopi Jabar memeriahkan gelaran #NgopiSaraosna Vol. 1 yang diadakan di halaman Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Minggu (19/3/17). Mereka tidak hanya hadir, tapi juga membagikan kopi tubruk bercitarasa khas lahan masing-masing dengan gratis kepada pengunjung yang kebanyakan adalah para pecinta kopi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) beserta istri, Netty Heryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar turut ambil bagian dalam menikmati orisinil kopi Jabar bersama sedikitnya 4000 pengunjung yang dimanjakan lidahnya. Turut hadir juga para asisten daerah dan kepala dinas di lingkungan Pemprov Jabar.

Sebagai salah satu pencinta kopi, Aher, tak henti-hentinya memuji kenikmatan kopi asal Jawa Barat yang mendapatkan predikat sebagai kopi terbaik di dunia, kopi Java Preanger dari Gunung Puntang.

“Dulu dinamakan Java Preanger Coffee yang terkenal di seluruh dunia. Meski asal muasalnya dari Kenya, langsung dibawa kesini (Jawa Barat) lewat jalur murni, mata rantai emas,” papar Aher dalam sambutannya.

“Tahun 1922 sempat punah karena penyakit tanaman, sekarang muncul kembali dan merebut gelar juara kopi terbaik dunia di bulan April tahun 2016 lalu di Atlanta.” pujinya bangga.

Dengan gamblang Aher menjelaskan manfaat kopi bagi tubuh, dengan catatan kopi dikonsumsi secara benar. Menurut Aher, kopi dapat memperkuat kinerja syaraf tubuh. Kopi juga menjadi obat herbal yang mencegah Alzheimer atau penyakit pikun. Minyak kopi yang sangat halus dan pekat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik yang bisa memperhalus kulit. Karenanya, isu bahwa kopi dapat menyebabkan penyakit jantung terbantahkan.




“Kopi yang membuat dada berdebar itu pasti ada kesalahan saat mengolahnya. Kopi juga bukan penyebab penyakit jantung, justru memperkuat syaraf jantung. Asalkan dikonsumsi jangan pakai gula,” kata Aher.

“Mari budayakan minum kopi asal Jawa Barat. Kopi sehat: jangan ada gula diantara kita,” tutupnya.

Pegiat kopi Kabupaten Bandung sekaligus pegiat kedai kopi Coffee First yang mengisi salah satu stand, Nanda Adi Nugraha, mengungkapkan ekspektasinya dengan acara ini dapat lebih meluaskan market para pengusaha kopi Jawa Barat. “Mudah-mudahan ada volume (kelanjutan acara) berikutnya dengan berbagai topik menarik seperti misal pembahasan mengenai inovasi-inovasi di dunia kopi yang dapat mengangkat lebih bagi kopi Jabar,” harapnya.

Acara ini mendapat apresiasi positif dari para pengunjung. Shera dan Dinda misalnya, pengunjung asal Cimahi ini mengaku sengaja datang untuk mencicipi kopi Puntang peraih gelar kopi terbaik dunia.

“Kita lihat info acaranya di IG (media sosial instagram), jadi sengaja datang. Kapan lagi kan, bisa ngicip kopi-kopi terbaik, gratis lagi.” seru mereka.

Ada juga Hilman yang datang ramai-ramai dengan sahabat-sahabatnya. Hilman sebelumnya tidak mengetahui acara Ngopi Saraosna ini, mereka baru tertarik untuk datang saat hendak ber-selfie di depan Gedung Sate usai berolahraga di Gasibu. Bahkan ia mengaku sebelumnya tidak pernah menyukai kopi, namun sekarang mulai tertarik mendalami seni mengolah biji kopi.

“Saya baru sekarang lihat pengolahan kopi dari masih bentuk biji sampai bisa diminum, ternyata asik banget. Rasanya juga beda banget sama kopi di warung-warung,” ujar mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) ini.

“Kalau nanti diadakan lagi, saya pasti datang lagi. Tiap tahun diadakan, tiap tahun juga saya pasti datang,” ujarnya.
Budaya Kopi Jabar

Pegiat Kopi Puntang sebagai insiator acara, Ayi Sutedja mengatakan gelaran ini memang dikhususkan untuk membangkitkan lagi budaya meminum kopi di masyarakat Jawa Barat. “Jawa Barat penghasil kopi kualitas premium, tapi sayang sekali masyarakat Jabar banyak yang tidak mengetahui kalau kopi asli Jabar itu mendapat pengakuan di tingkat internasional,” katanya.

Untuk itu, bersama Q (Quality) Grader, dan Pemprov Jabar melalui Biro Humas dan Protokol, dan Biro Umum Setda Jabar menggagas acara yang dimaksudkan menjadi trigger bagi geliat kopi Jabar. “Ada anggapan minum kopi adalah produk luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki budaya asli seruput kopi dari sejak jaman nenek moyang. Kopi tubruk atau menyeduh kopi dengan cara ‘ditubrukkan’ langsung dengan air panas adalah cara terbaik menikmati kopi asli Indonesia,” jelas Ayi panjang lebar.

Selain kesempatan untuk mencicipi berbagai jenis kopi dari hampir seluruh daerah di Jawa Barat, digelar juga public cupping atau uji coba kualitas kopi dari tiga macam jenis biji kopi (biji yang masih hijau, biji yang sudah merah/matang, dan biji busuk).

Q Grader Jawa Barat, Acek, mengatakan acara ini juga sebagai wahana edukasi bagi para petani kopi untuk menghasilkan kopi yang bernilai tinggi. “Kualitas kopi tergantung pada treatment sebelum dan sesudah panen. Bagaimana para petani ini mengenali biji kopi yang matang, cara menjemur, hingga proses roasting. Itu semua turut menentukan kualitas kopi.

(Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Anies : Pilkada Bukan Soal Nomor Urut

Berikut Beberapa Aturan Ahok yang Akan Dicabut Anies-Sandi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selangkah lagi Anies-Sandi akan memimpin Jakarta...

Selengkapnya

Rumah Janda Tua di Pakenjeng Ambruk Akibat Gempa

GARUT, FOKUSJabar.com : Satu unit rumah di Kampung Tangsi, RW07, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bagian atapnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan...

Selengkapnya

Ahmad Bajuri Sang Inisiator Konvensi Pilkada 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Konvensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digagas Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut mendapat respon positif...

Selengkapnya

Pergoki Maling, Nenek Ini Dibacok

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Nenek berusia 70 tahun asal Dusun Ciroyom, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Korban...

Selengkapnya

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tiga orang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di turunan Selarong, Sabtu (22/4/2017). Seperti yang...

Selengkapnya

Sosok RA Kartini Menginspirasi Perjalanan Hidup Hj Irma Bastaman

BANJAR, FOKUSJabar.com: Sosok Kartini bagi Dr Hj Irma Bastaman Harris MM, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Ciamis adalah motivator para wantia Indonesia untuk terus...

Selengkapnya

Ahli Nujum: Perang Dunia III akan Pecah 13 Mei 2017

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Clairvoyant Horacio Villegas, seorang pria yang mengaku ahli supranatural, pada 2015 meramalkan Donald Trump akan jadi Presiden AS dan...

Selengkapnya

Pemkot Surabaya Maju Lantaran Sistem Pajak Online

SURABAYA, FOKUSJabar.com : Hari ini Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Garut, Jawa Barat melakukan study banding ke DPRD Kota...

Selengkapnya

PKS Jabar Nggan Sebut Netty Heryawan Jadi Cagub

BANDUNG, FOKUSJabar.com : DPW PKS Jawa Barat akan mengumumkan nama bakal calon gubernurnya untuk Pilgub Jabar 2018 mendatang. Namun pihaknya enggan menyebutkan siapa...

Selengkapnya

Polisi Amankan Benih Lobster Seharga Ratusan Juta dan Tangkap 9 Pelaku

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Polres Sukabumi berhasil mengungkap penyebaran benih lobster milik Kementerian Pertanian, yang hendak disebarkan masyarakat di wilayah...

Selengkapnya