Reforestasi Kawasan DAS Citarum dan Cimanuk Jabar Dimulai - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Sabtu, 19 Agustus 2017
Search
Foto Humas Jabar

Reforestasi Kawasan DAS Citarum dan Cimanuk Jabar Dimulai

JAKARTA, FOKUSJabar.com : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan kesiapannya selaku pemerintah daerah dalam melancarkan segala upaya untuk menormalisasi sungai atau pun memperbaiki ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dan Cimanuk di wilayah Jawa Barat.

Hal ini diungkapkan usai mendengar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar yang memastikan upaya reforestasi, atau penghutanan kembali lahan di DAS Citarum dan Cimanuk, akan dilaksanakan segera. Rencananya, upaya normalisasi tersebut akan dimulai April 2017 yang disampaikan Menteri usai rapat bersama Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Barat, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, serta Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (16/03/2017).

“Jadwal kerjanya itu April awal atau minggu terakhir Maret ini,” ungkap Siti Nurbaya.

Menurut Siti Nurbaya, setidaknya kerusakan yang terjadi di lahan DAS Citarum adalah seluas 18.600 hektare. Sementara kerusakan yang terjadi di DAS Cimanuk hulu sekitar 9.400 hektar.

Adapun secara teknis, upaya reforestasi DAS di wilayah Citarum dan Cimanuk Jawa Barat, akan dimulai dengan penanaman secara konvensional, yaitu dengan membagikan bibit kepada masyarakat untuk ditanam di wilayah DAS.

Sementara untuk kawasan tak berpenghuni, akan dilakukan mekanisme “Aerial Seeding” atau pembibitan yang disebar menggunakan helikopter.

Siti juga menambahkan, akan dilakukan pula upaya perbaikan di hilir sungai, yaitu dengan membangun infrastruktur pendukung seperti bendungan, sumur resapan, dan lain sebagainya.

Aher secara khusus mengapresiasi, karena menurutnya ini adalah penyelesaian hulu yang paling besar.

“Biasanya memang di hilir yang banyak penyelesaiannya, pengerukan sungai itu yang sering jadi penyelesaian,” kata Aher.

Aher berharap, 3-4 tahun ke depan, bisa terlihat perubahan yang diharapkan.

“Prinsipnya, Jabar siap mensukseskan progam ini bersama-sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya,” kata Aher.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Imam Santoso menambahkan, untuk perbaikan di kawasan hilir, kementeriannya berencana membangun sejumlah curug atau tempat mengalirkan air dan waduk guna mencegah banjir.

“Di Bandung, kita tahu memang Bandung cekungan, kalau di Cieunteung, kita lakukan pembebasan tanahnya di sana ada 8 hektare, kita akan memompa airnya dari Cieunteung ke Citarum. Sedangkan Citarum sepanjang 32 km kita akan normalisasi,” papar Imam.

Selain itu, yang akan dibuat di Jawa Barat adalah membuat curug Jompong dari aliran Sungai Citarum, yaitu terowongan sepanjang 260 meter. Dengan harapan, penyempitan Sungai Citarum yang menyebabkan luapan air masuk dan menyebabkan banjir di Kota Bandung dapat tertanggulangi.

“Kita rencananya tahun 2017 ini sudah mulai Sungai Cieunteung, kemudian Sungai Citarum tahun 2018. Terowongan Curug Jompong kita mulai tahun 2017 ini juga. Jadi kita harap tahun 2019 semua sudah selesai,” Ungkapnya.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengungkapkan, untuk upaya reforestasi di wilayah DAS, dan sejumlah pembangunan sarana pendukung yang direncanakan tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp320,6 milyar. Adapun dana tersebut, sesuai arahan Wapres RI Jusuf Kalla diambil dari dana cadangan penanggulangan bencana yang dimiliki BNPB.

“Bapak Wapres minta karena ini kan situasi darurat, kita butuh lebih cepat, sehingga kita sepakat dari Kementerian Keuangan, Bappenas, semua yang hadir rapat, anggarannya akan diambil dari dana cadangan penanggulangan bencana. Nilainya adalah Rp320,6 milyar dan itu sudah perintah Bapak Wapres bulan depan sudah harus mulai dikerjakan oleh Kementerian LHK dan Kementerian PUPR,” katanya.

Tetapi, Willem memaparkan, dana sebesar Rp320 milyar tersebut akan dibagi dua. Dengan perincian, untuk kegiatan serupa di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan sebesar Rp62,9 milyar, dan untuk di Jawa Barat diperkirakan sekitar Rp 250 milyar.

(Vina/Yun)





TAG


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Miris, Dekat Kantor Pemkab Bandung Barat Masih Ada Rutilahu Tanpa MCK

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah tidak menjamin lingkungan sekitarnya  terperhatikan. Hal itu terlihat dari masih adanya...

Selengkapnya

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya