Kejati Diminta Selidiki Pengadaan Meubelair Setda Kota Bandung Senilai Rp1,4 Milyar - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Khadaffi . (foto web)

Kejati Diminta Selidiki Pengadaan Meubelair Setda Kota Bandung Senilai Rp1,4 Milyar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis Uchok Khadaffi menemukan kejanggalan pengadaan meubelair ruang setda sebesar Rp1,3 milyar pada APBD Kota Bandung tahun anggaran 2016.

Pihaknya meminta Kejati Jabar menyelidiki adanya potensi kerugian negara.

Dia menjelaskan, pada 2016, bagian umum dan perlengkapan setda melakukan lelang ‘pengadaan meubelair Ruang setda’ dengan Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar Rp1.407.532.500.

Adapun pemenang lelang ini adalah CV. Duta Arsada,a beralamat di jalan Raya Soreang – Banjaran No.252A Ciburial 005/006 Soreang – Kabupaten Bandung dengan harga penawaran sebesar Rp1.353.055.000 (1,3 m)

Menurut Uchok, harga penawaran dari perusahaan pemenang lelang tersebut terlalu tinggi dan mahal, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp.140.737.500 karena ada perusahaan yang mengajukan penawaran lebih rendah dan murah tetapi dikalahkan begitu saja.

“Kami minta aparat hukum, seperti Kejati Jabar untuk menyelidiki kasus pengadaan Meubelair ruang Setda ini, sebab kami menilai ada potensi kerugian negara,” kata Uchok, Kamis (16/3/2017).

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan, lanjut Uchok, yakni Kejati Jabar segera memanggil perusahaan pemenang lelang.

“Selain itu, Kejati Jabar pun perlu memanggil Sekda Kota Bandung , dan Wali Kota Bandung untuk diperiksa (dimintai keterangan),” ucap dia.

Menurut dia, pengadaan Meubelair ruang setda itu pemborosan anggaran.

“Hanya untuk memenuhi agar ruangan setda lebih bagus harus diisi dengan Meubelair seharga Rp1.4 milyar. Mewah dan fantastis,” tutur Uchok.

Lebih lanjut Uchok mengatakan, anggota dewan Kota Bandung lalai dalam menjalankan fungsi budgeting dan pengawasan. Bahkan terlihat seperti ada barter anggaran. Karena, kata Uchok, ternyata DPRD melalui sekretariat DPRD Kota Bandung di tahun yang sama membeli Meubelair seharga Rp585.6 juta.

“Ini pemborosan anggaran yang tidak perlu dimaafkan,” pungkasnya .

(Ageng/LIN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya