Bupati Ogah Keluarkan SK, Ribuan Guru Honorer Garut Ancam Mogok Mengajar - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search
ilustrasi (web)

Bupati Ogah Keluarkan SK, Ribuan Guru Honorer Garut Ancam Mogok Mengajar

GARUT, FOKUSJabar.com : Ribuan tenaga guru honorer yang tergabung dalam Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Garut, mengancam mogok mengajar menyusul adanya pernyataan Bupati Rudy Gunawan yang ogah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk guru honorer karena dianggap bertentangan dengan aturan.

Ketua Fagar Garut, Cecep Kurniadi membenarkan rencana aksi mogok mengajar.

” Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh guru honorer yang ada di Kabupaten Garut. Mereka akan melakukan aksi mogok mengajar,” katanya.

Menurutnya, keputusan Bupati sudah menyakitkan ribuan tenaga guru honorer. Soalnya, berdampak terhadap kesejahteraan guru.

Karenanya, para guru honorer terancam tidak akan menerima honor bulanan dari sekolah. Khususnya, yang diambil dari pos anggaran BOS.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 8 tahun 2017 tentang Juknis BOS, dikatakan, setiap guru honorer bisa menerima honornya dengan catatan memiliki SK guru honorer yang ditandatangani oleh Bupati. Saat ini yang terjadi di Kabupaten Garut, tidak ada satu orang guru honorer yang memiliki SK tersebut.

” Gerakan mogok mengajar ini, akan menjadi salah satu pemicu kemarahan guru honorer terhadap pemerintah yang di pimpin Rudy Gunawan,” tegasnya.

Dijelaskannya, Bupati harus tahu realita yang terjadi di dunia pendidikan saat ini, bahwa guru honorer secara yuridis berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku memang sangat lemah. Namun saja saat ini baik di sekolah negeri atau swasta, peran guru non PNS atau honorer, merupakan salah satu tenaga pendidik yang mendominasi dan memiliki paranan sangat penting dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Garut.

” Coba lihat, hampir seluruh sekolah di Garut, guru honorer sangat mendominasi keberadaannya dibandingkan guru yang berstatus PNS,” katanya.

Diakuinya, peranan guru honorer memiliki andil besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan sampai Pemerintah Kabupaten Garut, menganggap remeh persoalan ini.

” Kami akan buktikan dengan kekuatan yang kami miliki, satu bulan kami akan lakukan mogok mengajar,” ancamnya.

Sementara salah satu guru honorer, Dudi, mengatakan, keputusan Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang tidak mau mengeluarkan SK guru honorer, sangat menyakitkan kami yang selama ini mengabdikan diri sebagai guru, walaupun harus dibayar dengan tidak layak.

” Kami jelas merasa disakiti oleh Bupati Garut, seharusnya kami yang masih belum diangkat menjadi PNS, dirangkul dan diperhatikan. Tidak seperti sekarang ini sudah honor tidak layak, SK saja tidak mau mengeluarkan,” sesal Dudi, yang saat ini mengajar di Sekolah Dasar (SD) Padaasih 1 Kecamatan Pasirwangi.

(Andian/Bam’s)







One thought on “Bupati Ogah Keluarkan SK, Ribuan Guru Honorer Garut Ancam Mogok Mengajar

  1. ujang

    udah gaji kecil
    perbup seragam beda
    kerja & tanggung jawab gak beda sama PNS.

    sakitttttnya tuh di sini

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya