Disdukcapil Kota Bandung Akui Masih Ada Calo Keliaran di Kantornya - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 27 April 2017
Search
Foto by Ageng

Disdukcapil Kota Bandung Akui Masih Ada Calo Keliaran di Kantornya




BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mengaku, masih ada calo yang berkeliaran di sekitar kantornya di Jalan Seram Kota Bandung. Pihaknya pun terus berupaya memberantas keberadaan calo tersebut.

Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong W Nuraeni menuturkan, ‎beberapa upaya sudah dilakukan dalam menekan keberadaan calo, salah satunya dengan menyiapkan tiga nomor telepon untuk layanan SMS antrean.

“Dulu kan antrean warga untuk mendapatkan pelayanan Disdukcapil sudah mulai pukul 05.00, mulai 12 Oktober 2016 lalu kita berlakukan sistem SMS antrean,” ujar Popong saat ditemui di kantornya, Sabtu (11/3/2017).

Untuk sistem SMS antrean tersebut, pihaknya menyiapkan setidaknya tiga nomor antrean sesuai dengan pelayanan yang dibutuhkan warga, yakni nomor telepon 082211558850 untuk pelayanan akta kelahiran, lalu nomor 082211558860 untuk pelayanan perbaikan data, pindah datang dan pindah keluar, serta nomor 087823352336 untuk pelayanan akta kematian, akta perceraian, akta perkawinan, akta pengesahan anak, akta pengangkatan anak, perbaikan akta, legalisasi, layanan WNA, serta surat keterangan.

“Jadi nanti warga mengirim SMS ke nomor tersebut sesuai dengan pelayanan yang dinginkan dengan format nama#nik#jenislayanan. ‎Nanti warga akan mendapatkan SMS jawaban untuk mendapatkan nomor antrean, datang jam berapa, hingga harus ke loket berapa,” terangnya.

Meski sudah menyiapkan sistem SMS antrean, Popong mengaku tidak serta merta mampu menekan keberadaan calo. Beberapa calo pun mensiasati sistem tersebut dengan mengambil nomor antrean melalui nomor telepon yang mereka miliki.




“Sampai ada calo yang memakai lima nomor telepon di lima HP berbeda untuk ambil nomor antrean. Dan kita pernah temukan itu dan calo tersebut pun mengakuinya, tapi tidak bisa melakukan tindakan karena bukan kewenangan kita,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk mau melakukan pengurusan ‎administrasi kependudukan secara pribadi dan tidak menggunakan pihak ketiga atau calo. Dengan sistem yang diberlakukan, pengurusan administrasi kependudukan lebih mudah, lebih cepat dan lebih nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih dan waktu yang lama kalau menggunakan jasa calo.

‎”Kalau calo kan pasti tidak akan urus hanya satu orang tapi dikolektifkan dulu jadi dari sisi waktu pasti lebih lama. Belum lagi biaya yang dikeluarkan. Jadi kami imbau warga untuk mengurus dokumen kependudukan secara pribadi. Selain itu, kita pun terus mengingatkan petugas untuk menolak jasa calo dan kalau bisa tidak dilayani saja,” pungkasnya.

‎Dokumen kependudukan yang dilayani langsung oleh kantor Disdukcapil Kota Bandung mencapai sebanyak 28 jenis dan 13 jenis diantaranya langsung dilayani di loket. Namun khusus untuk pelayanan Kartu Keluarga dan e-KTP, dilayani langsung di setiap kecamatan di Kota Bandung tidak di kantor Disdukcapil Kota Bandung.

(Ageng/Yun)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Memperingati Hari Jadi Kabupaten ke-376, Angkot Soreang-Banjaran Hari ini Gratis!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ada kabar gembira nih buat kamu yang tinggal di daerah Kabupaten Bandung. Pasalnya, hari ini angkot jurusan Soreang-Banjaran digratiskan loh!...

Selengkapnya

Ibu-ibu PAUD Siap Sosialisasikan Anjar Asmara

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Salah satu kelompok Ibu-Ibu yang telah melakukan silaturahmi dengan Kawan Anjar Asmara (AA), yaitu pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)...

Selengkapnya

Gempa 7 SR Guncang Gedung Sate Pagi Ini

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Gedung Sate Kota Bandung, ratusan PNS Pemprov Jabar berhamburan keluar gedung. Sejumlah PNS terluka dan...

Selengkapnya

Polisi Buru Penghubung PJTKI Ilegal Purwakarta Hingga ke Malaysia

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Saat ini Tim Ditreskrimum Polda Jabar, tengah memburu satu orang penghubung yang bekerja di PJTKI Ilegal asal Purwakarta. “Setelah...

Selengkapnya

Tiga Remaja Tewas Akibat Kebakaran di Pasir Jambu Kabupaten Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tiga orang remaja dinyatakn tewas akibat terjebak di dalam rumah saat terjadi kebakaran di Kampung Bojong Resmi, Desa Cukang Genteng, Kecamatan...

Selengkapnya
Anies : Pilkada Bukan Soal Nomor Urut

Berikut Beberapa Aturan Ahok yang Akan Dicabut Anies-Sandi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selangkah lagi Anies-Sandi akan memimpin Jakarta...

Selengkapnya

Rumah Janda Tua di Pakenjeng Ambruk Akibat Gempa

GARUT, FOKUSJabar.com : Satu unit rumah di Kampung Tangsi, RW07, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bagian atapnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan...

Selengkapnya

Ahmad Bajuri Sang Inisiator Konvensi Pilkada 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Konvensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digagas Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut mendapat respon positif...

Selengkapnya

Pergoki Maling, Nenek Ini Dibacok

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Nenek berusia 70 tahun asal Dusun Ciroyom, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Korban...

Selengkapnya

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tiga orang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di turunan Selarong, Sabtu (22/4/2017). Seperti yang...

Selengkapnya