Bank bjb Bersama IKAPERTA Latih Petani Sumatera Selatan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search
foto : dok Corsec bjb

Bank bjb Bersama IKAPERTA Latih Petani Sumatera Selatan

SUMSEL, FOKUSJabar.com : Sektor pertanian memiliki peran yang strategis dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. Namun pada kenyataannya, kondisi pertanian di Indonesia belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Selain tantangan cuaca dan kondisi lahan, pengembangan sektor pertanian juga menghadapi tantangan dari sisi sumber daya manusia. Hal ini terjadi hampir diseluruh wilayah di Indonesia termasuk Provinsi Sumatera Selatan.

Permasalahan umum dalam pertanian yang dirasakan di Sumatera Selatan meliputi penggunaan teknologi yang masih minim, proses produksi, jangkauan pemasaran serta manajemen dan permodalan. Secara teori, perbankan memiliki potensi sebagai penyalur modal pada sektor pertanian disamping itu perbankan juga merupakan lembaga intermediasi keuangan.

Berbagai alternatif solusi dalam menjawab persoalan sektor pertanian sudah dilakukan, salah satunya dengan dikucurkannya program permodalan dengan bunga 9 % melalui Kredit Usaha Rakyat. Namun pada kenyataannya pembiayaan di sektor pertanian oleh perbankan masih rendah, disebabkan oleh jumlah petani yang dianggap bankable masih sangat minim.

Melihat kondisi ini, bank bjb bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya melalui Ikatan Alumni Pertanian (IKAPERTA UNSRI) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan UKM Pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan para UKM Pertanian Sumatera Selatan memahami bagaimana agar usaha yang dilakukan menjadi sehat dan bankable, dalam rangka membangun pertanian Sumatera Selatan yang lebih baik. Peserta dalam pelatihan ini adalah petani, penyedia benih (Saportan) dan ahli servis mesin pertanian sebanyak 50 orang.

Pelaksanaan kegiatan mulai sejak tanggal 22 – 23 Februari 2017 di Hotel Grand Duta Palembang, dengan materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan manajemen usaha tani, kiat mudah mengakses pembiayaan lembaga keuangan, Manajemen pemasaran produk agro, manajemen koperasi dan UKM, sertifikasi benih dan bibit. Dengan pemateri dari Tim Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT  Bank bjb, Civitas akademika Universitas Sriwijaya dan Kepala BPSB Sumsel.

Saat mebuka kegiatan tersebut, Direktur Utama Bank bjb, Ahmad Irfan mengungkapkan komitmen besar Bank bjb dalam upaya menumbuh kembangkan UMKM, salah satunya di sektor ketahanan pangan. Dalam implementasinya bank bjb menyediakan dua program, berupa program pembiayaan dan pelatihan serta pendampingan.

Program pembiayaan disalurkan melalui KUR (kredit Usaha Rakyat); KMU (kredit Mikro Utama); KUKM (kredit Usaha Kecil Menengah) dan K-SRG (kredit Sistem Resi Gudang) dengan nominal hingga 5 milyar rupiah serta kemudahan persyaratan dan suku bunga single digit. Program pelatihan dan pendampingan diluncurkan melalui program PESAT yang dilaksanakan secara reguler di setiap cabang Bank bjb.

Bank bjb sebagai bank daerah berskala nasional berupaya menangkap peluang dalam penyaluran kredit bagi ketahanan pangan. Pada tahun 2017 memiliki total pembiayaan KUR yang dapat diakses sebesar Rp1 triliun. Sebagai BPD terbesar dengan jaringan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia yang menjadikan Bank bjb sebagai 14 bank nasional terbesar di Indonesia, Bank bjb sangat memahami pentingnya sebuah transformasi dan mendukung penuh terimplementasinya Program Transformasi BPD. Mindset, culture, keterbukaan, transparansi, profesionalisme, lembaga yang kuat serta berdaya saing, telah dibangun sejak lama dan menjadi sebuah milestone transformasi Bank bjb.

Dalam perjalanannya Bank bjb terus melakukan perbaikan yang berkelanjutan untuk menjadi bank yang lebih terbuka, transparan, profesional, berdaya saing dan juga memiliki ketahanan kelembagaan yang tinggi melalui kekuatan permodalan. Pada akhir triwulan III 2016 kinerja Bank bjb terus menunjukan tren positif, Bank bjb berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 55,6 persen (year on year).

Hal ini seiring dengan ekspansi bisnis yang berkualitas dan keberhasilan melakukan efisiensi di berbagai bidang serta membaiknya rasio kredit bermasalah (NPL) yang turun dari 3.5% menjadi 1.7% per akhir September 2016. Sedangkan untuk kinerja keuangan pada tahun 2017, Bank bjb menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12% – 13% serta mendorong Dana Pihak Ketiga untuk tumbuh sekitar 14% – 15%.

(HW/Yun)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya