Penasehat Hukum Rizieq Punya Nama Lain Jika Mahfud MD Menolak Jadi Saksi Meringankan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Senin, 26 Juni 2017
Search
Penasehat Hukum Rizieq Punya Nama Lain Jika Mahfud MD Menolak Jadi Saksi Meringankan. (foto web)

Penasehat Hukum Rizieq Punya Nama Lain Jika Mahfud MD Menolak Jadi Saksi Meringankan




BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dua tokoh ternama di Indonesia disiapkan menjadi saksi ahli dalam kasus yang menjerat Ketua FPI Rizieq Shihab.

Dua nama itu, yakni mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra dan manta Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Dari dua nama itu, Mahfud MD disebut-sebut keberatan dengan tawaran sebagai saksi meringankan tanpa alasan profesional.

“Kalau pak Yusril sudah sangat siap. Kalau pak Mahfud seperti keberatan,” kata penasehat hukum Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Sabtu (4/3/2017).

Kendati begitu, pihaknya masih mempunyai nama lain jika Mahfud MD menolak tawaran akhir tim penasihat hukum.

“Nanti mungkin bisa sama Nimatul Huda dari UII dosen tata negara, nanti bantu untuk jadi saksi ahli. Rencananya begitu,” kata dia.




Sebelumnya, Mahfud MD menolak menjadi saksi ahli kasus dugaan penghinaan terhadap pancasila yang menyeret pimpinan (FPI) Rizieq Shihab di Polda Jawa Barat.

Mahfud mengaku mengetahui niat tim kuasa hukum Rizieq untuk memintanya dari media. Namun Mahfud menegaskan bahwa sejak berhenti dari Ketua MK, dia tak bersedia menjadi saksi ahli di pengadilan.

“Pernah dulu hadir sebagai ahli di MK dalam perkara pengujian UU-KY karena diminta oleh KY sebagai lembaga negara dan dalam pengujian UU yang sifatnya abstrak. Bukan dalam kasus hukum yang konkret. Untuk yang kasus HR (Habib Rizieq) ini pun saya berposisi seperti itu. Belum bisa mengubah pilihan sikap. Biar ahli-ahli yang lain saja yang dihadirkan,” kata Mahfud, Jumat, (24/2/2017) lalu.

Untuk diketahui, Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan kepada Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus itu kepada Polda Jabar pada November 2016.

Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Habib Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011.

Dia menyebut dalam naskah Pancasila rumusan Soekarno, sila Ketuhanan ada di pantat, sedangkan naskah Pancasila menurut Piagam Jakarta, sila Ketuhanan ada di kepala.

Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (30/1/2017). Status tersangka setelah gelar perkara dengan pemeriksaan 18 saksi. Perbuatan Rizieq dianggap memenuhi Pasal 154 A tentang Penodaan pada Lambang Negara dan Pasal 320 tentang Pencemaran Nama Baik pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

(LIN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Mendapat Remisi Idul Fitri, 2 Narapidana Lapas IIB Ciamis Bebas

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, pada hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah mendapat remisi. ” Total...

Selengkapnya

Korban Terdampak Banjir Bandang Garut Berlebaran di Tempat Pengungsian

GARUT, FOKUSJabar.com : Merayakan Lebaran adalah hal yang sangat membahagiakan bagi Umat Islam di dunia. Tradisinya, berkumpul dengan sanak saudara, saling tukar ampau...

Selengkapnya

Delman Tetap Beroperasi, Garut Dikepung Macet

GARUT, FOKUSJabar.com : Sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Garut macet. Terlebih di malam takbiran, Kota Intan...

Selengkapnya

H-3, Kepadatan Jalur Selatan Meningkat 40 Persen

GARUT, FOKUSJabar.com : Suasana arus mudik Jalur Selatan Jabar, di Jalan Raya Limbangan, Malangbong menuju Tasikmalaya dan Jawa Tengah hingga H-3 terpantau padat....

Selengkapnya

Baliho Balon Bupati Garut Bikin “ Sareukseuk “ Alun-alun Cibatu

GARUT, FOKUSJabar.com : Sejumlah ruas jalan utama, tempat-tempat strategis serta Alun-alun dipenuhi baliho Bakal Calon (Balon) Bupati Garut dan spanduk bertuliskan...

Selengkapnya

Pemprov Jabar-PT Jabar Bersih Lestari Tandatangani Kontrak Pembangunan TPPAS Luna

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Jabar Bersih Lestari menandatangani kontrak bersama untuk pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan...

Selengkapnya

Hari Ini Lonjakan Volume Kendaraan Terjadi di Jalur Nagreg

GARUT, FOKUSJabar.com : Lonjakan kendaraan pemudik yang melintas melalui jalan Nagreg lewat Garut mulai terlihat memasuki H-4 hari raya Idul Fitri 1438 H. Terpantau dari...

Selengkapnya

Terlalu!! Hingga H-4 Lebaran, Ada 7 Perusahaan di Jabar Belum Bayar THR

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Empat hari jelang Lebaran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat menyebut masih ada sejumlah perusahaan ‎di tujuh...

Selengkapnya

Selamat Ulang Tahun ke-56 Pak Presiden Jokowi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Tepat pada tanggal 21 Juni 2017 yang jatuh pada hari ini, Presiden Joko Widodo berulang tahun yang ke-56. Seperti dikutip dari Detik, putra...

Selengkapnya

Operasi Ramadniya 2017 di Jabar Libatkan 36 Ribu Personel

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung,...

Selengkapnya