Banten Direkomendasikan Tiru E-Samsat Jabar oleh KPK - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 24 Maret 2017
Search
Bependa Jawa Barat Dadang Suharto. (foto web)

Banten Direkomendasikan Tiru E-Samsat Jabar oleh KPK

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pronvisi Banten direkomendasikan mereplikasi e-samasat milik pemerintah provinsi Jawa Barat oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK). Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi Jawa Barat sebagai pengguna sistem E-samsat siap dampingi Banten.




Kepala Bependa Jawa Barat Dadang Suharto mengatakan, bahwa pihaknya sudah siap mendampingi Banten  untuk merepilaksi program tersebut, karena memang sebelumnya pemerintah provinsi Jawa Barat sudah berkerja sama dengan KPK dalam hal repliasi tiga sistem di Jawa Barat untuk sejumlah provinsi di Indonesia.

“Dari tiga sistem itu salah satunya adalah E-samsat yang direplikasi KPK untuk daerah lain, kami siap  untuk membantu Banten dalam membuat sistem E-samsat,” kata Dadang, Minggu (26/2).

Dadang menuturkan, penerapan e-Samsat oleh provinsi lain sebetulnya sangat mudah. Bapenda Jabar sendiri sudah menyerahkan sistem dan aplikasi tersebut untuk direplikasi. Namun diakui dirinya penerapan secara riil membutuhkan dukungan perbankan.

“Ilmunya sudah kami kasih, tinggal diterapkan paling tinggal butuh kerjasama dengan pihak banknya saja,” ucap Dadang.

Dadang menjelaskan, Prinsip e-Samsat yang menggunakan perbankan sebagai media pengganti pembayaran langsung menurutnya membutuhkan sinergi antara Bapenda, Kepolisian, Jasa Raharja dan perbankan.

“E-Samsat itu mengawinkan layanan yang sudah ada dengan perbankan, nanti provinsi Banten tinggal mensinergikan dengan perbankan di sana,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, sangat membuka diri pada provonsi Banten yang hendak mengimplementasikan e-Samsat. Walaupun aplikasi ini juga telah dimiliki oleh Provinsi lain namun KPK menilai aplikasi milik Jabar lebih baik dan layak diterapkan di daerah lain.

“Kita bersyukur apa yang kita lakukan dipandang lebih baik oleh KPK sehingga bisa direplikasi oleh Provinsi lain,” ujar Aher panggilan Ahmad Heryawan.

Aher mengatakan, e-Samsat Jabar yang telah diluncurkan sejak 2014 lalu dinilai bisa menghilangkan praktek percaloan dan pungutan liar. Masyarakat Jabar yang akan membayar pajak kendaraan bermotor tidak perlu datang ke kantor Samsat, mereka bisa membayarnya melalui seluruh ATM milik Bank BJB, BRI, BNI, BCA dan CIMB Niaga.
Sebelumnya Jabar juga telah memiliki program Samsat Gendong, yaitu layanan jemput bola petugas pajak kepada wajib pajak yang berada di pelosok yang jauh dari pusat kota dan kemudian bisa dibayar ditempat tersebut secara online. Dengan adanya aplikasi samsat inipun Pendapatan Asli Daerah Jabar meningkat cukup drastis.

”Jadi kami siap mendampingi Banten menerapkan ini, jadi kami akan bertahu ilmu serta penerapan sistemnya nanti” ujarnya.

Beberapa waktu lalu dikabarkan, Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK mengevaluasi rencana pencegahan korupsi di Banten pada tahun 2016. Dari hasil pembahasan, KPK dan pihak Pemerintah Provinsi menyepakati enam rekomendasi rencana pencegahan korupsi yang menjadi fokus tahun 2017 dimana sala satunya Pemprov Banten didorong mengadopsi e-Samsat dari Jawa Barat agar segera diselesaikan.

(AS/dar)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

PKS dan Demokrat Ingin Berkoalisi di Pilkada Ciamis 2018

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ciamis 2018 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat mulai menjajaki koalis. Calon...

Selengkapnya

Irvan R Faza Siap Dongkrak PAD Garut

GARUT, FOKUSJabar.com : Kabupaten Garut kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dijadikan peluang untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berangkat...

Selengkapnya

17 Kasus Korupsi Berhasil Diungkap Kejari Kota Banjar

  BANJAR, FOKUSJabar.com: Kejaksaan Negeri Kota Banjar telah berhasil mengungkap 17 kasus korupsi sepanjang kepemimpinan Kejari Munaji SH. Akibat kasus korupsi itu...

Selengkapnya

Wagub Deddy Mizwar Terpopuler versi Survei Indo Barometer

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil masih menempati posisi teratas sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat dengan tingkat elektabilitas yang...

Selengkapnya

23 Maret Peristiwa ‘Bandoeng Laoetan Api’

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tepat pada tanggal 23 Maret diperingati sebagai hari Bandung Lautan Api. Pada tanggal 23 Maret 1946 silam telah terjadi peristiwa kebakaran...

Selengkapnya

Bahaya! Kasus Penculikan Anak Merambah Perkampungan?

GARUT, FOKUSJabar.com : Isu penculikan anak yang marak di Media Sosial (Medsos) kini merambah ke perkampungan. Bahkan ternyata bukan hanya sekedar isu saja, namun memang...

Selengkapnya

Nasdem Jabar Siap Dukung Emil Meski di jalur Perseorangan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Jabar Saan Mustofa menanggapi santai adanya isu gerakan dari rewalan...

Selengkapnya

Kejari Majalengka Mulai Perketat Pengawasan WNA

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com: Kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Majalengka memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang beraktivitas di wilayah hukum...

Selengkapnya

Hati-Hati, Pegawai Honorer Jadi Target Penipuan CPNS

BANJAR, FOKUSJabar.com : Di hadapan polisi, A dan M mengaku kalau dirinya hanya pemain suruhan AJ (seorang oknum PNS), dalam aksi penipuan CPNS. Target mereka menyasar...

Selengkapnya

Emil Kecentilan, Pencalonannya Bikin PKS dan Gerindra Kecewa

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Deklarasi Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jabar 2018-2023 oleh Partai Nasdem menimbulkan kekecewaan dari partai pendukung saat Pilwalkot...

Selengkapnya