Polisi Thailand Ungkap Kasus Perdagangan 3 ton Sisik Trenggiling

0
52
(ilustrasi web)

THAILAND, FOKUSJabar.com : Polisi cukai Thailand mengungkap kasus perdagangan tiga ton sisik trenggiling yang ditujukan untuk pasar Asia.

Melansir AFP, Kamis (02/02/2017), polisi menunjukkan hampir 3 ton sisik trenggiling yang dikemas menggunakan kantong plastik putih. Bagian tubuh hewan ini disita dari dua pesawat kargo di bandara Bangkok.

Sisik Trenggiling tersebut dikirim dari Kongo melalui Turki dan sampai di Laos sebelum masuk ke Thailand.

“Ini adalah penyitaan (sisik trenggiling) yang pernah kami lakukan,” kata Mayor Jenderal Worapong Thongpaiboon, pelaksana tugas komandan Divisi Kejahatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, kepada AFP.

Direktur Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Hewan Langka (CITES) Somkiat Soontonpitakkool mengatakan bahwa sisik trenggiling tersebut sudah hampir pasti dikirimkan ke China dan Vietnam.

Di sana, harga barang haram ini bisa mencapai $1.700 per kilogram atau Rp228 juta.

“Setelah konsumen membersihkan dan mengeringkan sisik, mereka menggoreng dan mencampurnya dengan obat tradisional yang mereka percaya bisa menyembuhkan kanker dan meningkatkan kemampuan seksual,” kata Somkiat Soontonpitakkool.

Seperti yang diketahui, Sisik trenggiling terbuat sepenuhnya dari keratin, bahan yang juga terdapat pada kuku manusia. Bahan ini dihargai sangat tinggi di Vietnam dan China yang menganggapnya sebagai obat berkhasiat.

Kebutuhan yang meroket membuat sejuta trenggiling diburu dari hutan-hutan Asia dan Afrika satu dekade ini. Akibatnya, hewan pemalu ini menjadi salah satu spesies langka yang terancam punah.

(Agung/LIN)

There are no comments yet