Pidato Terakhir, Obama Sebut Rasisme Masih Jadi Masalah AS

0
54
Obama sempat menyeka air matanya saat mengucapkan terima kasih kepada wakilnya, Joe Biden. (reuters/Jonathan Ernst)

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.com : Barack Obama yang selama delapan tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Amerika Serikat (AS), akhirnya kembali ke Chicago untuk memberikan pidato terakhirnya sebagai Presiden AS, Selasa (10/01/2017).

Obama terharu melihat sambutan masyarakat yang begitu antusias. Saat dia mengucapkan¬†kata-kata pertamanya, para penonton bahkan meneriakkan, “Empat tahun lagi! Empat tahun lagi!” yang hanya bisa dijawab oleh Obama dengan, “Saya tidak bisa melakukan itu.”

Delapan tahun lalu di Chicago, Obama dielu-elukan dunia karena berhasil menjadi presiden kulit hitam pertama di AS. Namun kini, Obama mengakui, bahwa rasisme masih menjadi salah satu tantangan bagi negaranya.

“Setelah saya terpilih, ada perbincangan mengenai Amerika pascarasisme. Satu visi yang baik, maksudnya baik, tapi tidak realistis karena rasisme masih menjadi kekuatan yang dapat memecah belah masyarakat kita,” kata Obama, seperti dikutip¬†CNN.

Obama berkata tahun lalu, di bawah kepemimpinannya, pendapatan penduduk yang berasal dari beragam ras, jenjang usia, dan jenis kelamin memang meningkat. Namun, itu semua belum cukup.

“Jika semua masalah ekonomi masih digambarkan sebagai perjuangan antara kelas menengah kulit putih yang bekerja keras dan minoritas yang tak pantas, maka kelas pekerja di segala bidang sebenarnya masih terus berjuang mendapatkan serpihan, sementara orang kaya mendapatkan keuntungan lebih banyak,” tambahnya.

Obama pun menasihati para warga kelahiran Amerika. Ia mengingatkan, prasangka mengenai imigran juga pernah melanda keturunan Irlandia, Italia, dan Polandia. Namun, Amerika tidak pernah melemah karena kedatangan pendatang baru, tapi justru menjadi lebih kuat.

“Kita harus mencoba lebih keras untuk memulai pemikiran bahwa setiap warga negara kita mencintai bangsa kita sama besarnya seperti kita, bahwa mereka menghargai kerja keras dan keluarganya sama seperti kita, bahwa anak-anak mereka sama penasaran dan berharap, berhak atas cinta sama seperti kita,” katanya.

Akhirnya, Obama menutup pidatonya dengan memodifikasi slogannya saat berkampanye. “Yes, we can. Yes, we did. Yes, we can!”

(Agung/Yun)

There are no comments yet