Mapag: Pengalihan Pengelolaan Gedung PKL Intan Medina sebagai Pemberdayaan Masyarakat

0
60

GARUT, FOKUSJabar.com : Menyusul rencana Bupati Garut, Rudy Gunawan bakal menyerahkan pengelolaan Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina kepada pedagang, mengundang ragam komentar sejumlah kalangan.

Gedung PKL, Intan Medina Garut (Foto. Bambang F/FOKUSJabar.com)

Sebut saja salah satunya dilontarkan Ketua LSM Masyarakat Peduli Anggaran (Mapag) Garut, Haryono. Menurut dia, pengalihan pengelolaan tersebut bukan dari kekesalan (pusing) Bupati, namun itu merupakan solusi pemberdayaan masyarakat.

“ Tinggal sekarang bagaimana muatan materi MoU proporsional yang akan dibuat Pemerintah Daerah (Pemda) dengan perwakilan PKL, pembinaan, pengawasan dan pengendaliannya,” sebut Haryono melalui BlackBerry Messenger (BBM), Rabu (11/1/2017).

Pertanyaannya lanjut Haryono, jika memang Bupati Rudy pusing, dimana posisi para pejabat struktural di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait selama ini?

“ Saya tekankan sekali lagi,   pengalihan pengelolaan tersebut bukan dari kekesalan (pusing) Bupati, namun itu merupakan solusi pemberdayaan masyarakat,” pungkas Haryono.

Diberitakan FOKUSJabar.com sebelumnya, diduga mangkrak terlalu lama, Bupati Garut akan menyerahkan pengelolaan Gedung PKL Intan Medina 1 dan 2 kepada para pedagang setempat.

” Kami sudah pusing mengurus keinginan para PKL, maka pengelolaannya akan kami serahkan kepada mereka,” tegas Bupati Rudy Gunawan.

Menurut Rudy, Pemkab sedang membuat Kepbup tentang pengelolaan Gedung PKL Intan Medina 1 dan 2.

” Kami sudah beraudensi dengan para PKL agar mereka mau mengelola Gedung itu. Tentunya dengan sebuah perjanjian. Diantaranya, PKL tidak boleh berdagang di zona merah,” ungkapnya.

Zona merah yang sekarang ditentukan adalah sekitar Jalan Ahmad Yani dan Ciledug.

” Untuk Jalan Siliwangi kita pusatkan untuk Para PKL kuliner, seperti Pasar Ceplak dan Pedagang Kaki Lima Kreatif Garut,” tutupnya.

(Bam’s)

There are no comments yet