Pembuatan Patung Perahu Terbalik di TWA Tangkuban Parahu Menunggu Realisasi

0
261
TWA Tangkuban Perahu saat libur akhir tahun. (FOKUSJabar/Tri)

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Rencana pembuatan patung perahu terbalik berukuran raksasa di Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu tengah menunggu realisasi.

Pembuatan patung sebagai ikon legenda Jawa Barat itu telah masuk dalam rencana kerja PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA TAngkubanparahu.

Perwakilan PT GRPP, Gloria Perimita mengungkapkan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jabar dan Pemerintah Daerah guna merealisasikan pembuatan patung perahu terbalik.

“Rencana ini sebenarnya sudah lama dibuat, tetapi kami harus menempuh berbagai perizinan agar jangan sampai merusak lingkungan,” ujarnya saat ditemui di TWA Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/12/2016).

Patung perahu terbalik merupakan replika Gunung Tangkuban Parahu. Dari arah selatan Kota Bandung, gunung yang lekat dengan legenda Sangkuriang itu memang tampak seperti perahu terbalik. Konon, legenda Tangkuban Parahu juga pertama kali dituturkan oleh masyarakat di wilayah Bandung Selatan.

Menurut Gloria, pembuatan patung tersebut untuk mengembangkan Tangkuban Parahu sebagai objek wisata legenda. Konsep patung perahu terbalik sudah dibuat dan akan dikonsultasikan dengan pakar dari ITB. Lokasi penempatan patung tersebut rencananya berada di lokasi strategis di dekat menara pemantauan kawah.

Keberadaan patung perahu tersebut nanti, juga akan dilengkapi dengan berbagai informasi dari sudut pandang kebudayaan dan juga ilmu pengetahuan. Dengan demikian, dia berharap agar pengunjung mendapatkan wawasan dan edukasi setelah pulang dari Tangkubanparahu.

Dengan pesona alamnya yang berada di perbukitan Bandung utara, TWA Tangkubanparahu hingga kini masih menjadi destinasi wisata unggulan Jawa Barat. Sejak libur Natal kemarin, kunjungan per hari hampir menembus angka 10.000 orang.

“ Sabtu kemarin, kunjungan 9.000 lebih, sedangkan hari ini (kemarin-red) hingga siang, sudah ada sekitar 5.000 pengunjung,” ujar Gloria.

Pada liburan kali ini, dia menambahkan, pihaknya menyediakan tiket gratis untuk naik wahana flying fox bagi kendaraan roda empat berpenumpang minimal 5 orang.

Pakar geologi dan Penulis Buku Cekungan Bandung, T bachtiar belum lama ini menjelaskan, sudah saatnya pengelola TWA Tangkubanparahu menyediakan informasi mengenai budaya dan ilmu pengetahuan yang melatarbelakangi pembentukan gunung tersebut. Informasi itu bisa diberikan melalui papan informasi atau secara langsung oleh pengelola kepada para pengunjung.

“Jadi, pulang berwisata dari sana, pengunjung tidak hanya mendapatkan kesan mengenai keindahan alamnya, tetapi juga mendapat oleh-oleh berupa ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai Tangkubanparahu,” tuturnya.

Dia menuturkan, Tangkubanparahu merupakan sisa letusan Gunung Sunda Purba atau yang dia sebut sebagai Gunung Jayagiri. Gunung Jayagiri meletus sekitar 500.000 tahun yang lalu, sehingga menghasilkan Gunung Sunda. Gunung Sunda kemudian meletus sekitar 210.000 tahun yang lalu dan menghasilkan Gunung Tangkubanparahu.

Berdasarkan catatannya, Bachtiar menuturkan, Gunung Tangkubanparahu terakhir meletus sekitar 90.000 tahun lalu dan menjadikan gunung tersebut tampak seperti sekarang. “Saat ini kawah-kawah di gunung tersebut masih aktif dan menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Selain itu, Gunung Tangkubanparahu juga lekat dengan cerita Sangkuriang yang menjadi legenda di tanah Pasundan. Di dalam cerita tersebut juga terkandung pesan moral dan kearifan lokal yang perlu dipertahankan.

(Tri/Bam’s)

There are no comments yet