Dishubkominfo Bandung Barat Dorong Provider Bangun Jaringan Pelosok

0
35
(Ilustrasi web)

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bandung Barat akan mendorong jaringan teknologi internet bisa diakses hingga ke pelosok desa. Hal itu untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan teknologi terutama untuk mendorong pembangunan di daerah.

Plt Kepala Dishubkominfo Kabupaten Bandung Barat, Ludi Awaludin mengungkapkan, untuk mewujudkan jaringan teknologi atau internet masuk hingga ke pelosok desa, pihaknya akan menggandeng para pengusaha provider untuk masuk ke wilayah yang memang sulit jaringan internet dan juga sinyal pada sebuah handphone.

” Kita akan dorong agar provider ini masuk ke sejumlah pelosok. Seperti di wilayah Rongga dan Gununghalu. Serta wilayah Cihampelas yang memang laporan terakhir sulit menjangkau akses internet dan sinyal pada handphone. Jaringan ini sangat perlu untuk menunjang pembangunan di daerah. Dengan akses internet tersebut, masyarakat akan mudah mengakses pembangunan di KBB,” katanya.

Apalagi, sebut dia, Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu kabupaten yang masuk pada indeks kemampuan teknologi sebagai kabupaten kategori wilayah cerdas berdasarkan penilaian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Citiasia.

“Berdasarkan indeks kemampuan teknologi informasi KBB itu berada di posisi ke-24 dari total 52 kabupaten/kota tingkat nasional. Sementara, untuk tingkat Jawa Barat KBB berada di posisi nomor 12. Sebagai kabupaten yang belum lama berdiri sangat luar biasa bisa mendapatkan posisi seperti itu,” ujarnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan terus membenahi infrastruktur jaringan teknologi internet ini. Selain itu, pihaknya juga bakal mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

“Mau tidak mau kita harus mampu menghadapi perkembangan zaman salah satunya dengan kemajuan teknologi. Selain infrastrukturnya, kita juga harus menyiapkan SDM-nya,” terangnya.

Baru-baru ini Dishubkominfo, sudah menyiapkan relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Kabupaten Bandung Barat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan desa yang melibatkan para pemuda dengan menggunakan teknologi informasi secara positif untuk lebih mengangkat potensi daerahnya.

“Yang sudah ikut sekarang jumlah relawan mencapai 87 orang. Mereka masih duduk di bangku sekolah yang begitu semangat untuk menjadi relawan. Potensi di daerah bisa dikembangkan melalui jaringan media sosial, blog dan jaringan internet lainnya. Ke depan tentu kami juga akan kembangkan agar relawan bisa terus bertambah,” pungkasnya.

(Tri/Bam’s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here