Sebelum Restorasi Sungai, Pemkot Bandung Diminta Buat Masterplan‎

0
61
BANDUNG, FOKUSJabar.com : ‎Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung diminta untuk membuat masterplan sebelum melakukan restorasi sungai. Dengan demikian bisa dilakukan kajian apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan sungai lebih baik kedepan.

‎Hal tersebut diungkapkan Penanggungjawab Restorasi Sungai Chong Bye Cheon, Seoul, Jong-Ho Shin usai bertemu dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (1/12/2016).

‎”Pada pembuatan masterplan itu yang harus diperhatikan mulai dari tata kota, sejarah, budaya, hingga perindustrian di sekitar sungat tersebut,” ujar Jong-Ho Shin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (1/12/2016).

Jong-Ho Shin yang juga menjabat sebagai Profesor Geotechnical Engineering Dept. Of Civil Engineering Konkuk University, Seoul, Korea Selatan‎, menuturkan, salah satu pendekatan yang paling baik untuk restorasi sungai itu lebih kepada pemulihan sanitasi dan peningkatan perekonomian di sekitar sungai. Dua hal tersebut harus menjadi ‎pertimbangan utama dalam pelaksanaan restorasi sungai.

“Kami di Korea, kami sudah punya sistem pengairan yang baik jadi saat restorasi sungai tidak terlalu sulit karena sistem pengairannya sudah baik. Tapi di Indonesia, sistem pengairannya pun harus direstorasi juga. Jadi kalau saat restorasi sungai tapi sistem pengairan belum dibenahi, maka tidak akan diperoleh hasil maksimal termasuk untuk penyediaan air bersih pun akan jadi masalah‎,” tuturnya.

Jong-Ho Shin‎ menambahkan, restorasi Sungai Chong Bye Cheon juga dilakukan dalam waktu lebih dari tiga tahun. Mulai dari desain dan perencanaan selama satu tahun serta pengerjaan konstruksi selama 27 bulan. Restorasi sungai dilakukan sepanjang 6 kilometer dari total panjang Sungai Chong Bye Cheon sepanjang ‎13,7 kilometer dan selesai pada September 2005

“Saungai Chong Bye Cheon‎ di Seoul sudah berusia 600 tahun dan selama 590 tahun sungai itu merupakan sungai yang tidak sehat dan segala limbah rumah tangga dibuang kesana. Setelah direstorasi, dalam 10 tahun ke belakang termasuk dengan sistem pengairannya, baru bisa terlihat seperti saat ini,” ‎tegasnya.

‎Pascarestorasi lanjutnya, terjadi perubahan mindset dari warga Seoul, umumnya di Korea Selatan. Sebelumnya, warga kota lebih berpusat ke kendaraan dan ‎setelah restorasi, mereka lebih mementingkan interaksi dengan orang dan kembali ke alam.

“Semakin tinggi pendapatan per kapita negara maka warga pun lebih menginginkan kualitas hidup yang lebih tinggi‎. Dan di daerah sungai itu, orang lalu lalang dengan keberadaan walking track serta berinteraksi. Untuk ‎restorasi sungai di Kota Bandung sebenarnya sudah dimulai dan untuk kerjasama dengan kami harus ada pembicaraan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Ageng/Yun)

There are no comments yet