Luar Biasa! Unikom Bandung Ciptakan Robot Pendeteksi Banjir

0
20
Unikom Bandung memiliki robot pendeteksi Banjir. Foto web

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung memiliki robot pendeteksi banjir yang sudah diluncurkan pada awal tahun 2016. Sayangnya, karya mahasiswa tersebut belum disentuh pemerintah.

Tahun 2015, mahasiswa Unikom sudah memproduksi tiga unit robot pendeteksi banjir dan sudah diuji coba kelayakannya. Robot tersebut bisa mendeteksi datangnya banjir terutama untuk daerah rawan banjir.

Rektor Unikom, Eddy Soeryanto Soegoto dalam acara Internasional Confrence on Interdisciplinary Academic Research and Innovation (IARI) mengatakan, alat diteksi banjir sangat diperlukan di musim penghujan. Terlebih, bencana banjir di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung yang terjadi belakangan ini cukup tinggi.

” Robot ini dilengkapi dengan berbagai sensor sehingga ketika disimpan di luar gedung akan memberitahu pontensi banjir yang akan terjadi,” kata dia di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur Bandung, Rabu (23/11/2016).

Pihaknya menyayangkan, pemerintah hingga kini belum menyentuhnya sebagai keperluan tindakan antisipasi banjir sehingga bisa mengurangi korban bencana.

Setidaknya beberapa daerah di Kota Bandung seperti Pagarsih dan Pasteur atau daerah banjir lainnya menggunakan alat ini, agar tindakan antisipasi bencana bisa dilakukan sejak dini.

” Langkah yang harus dilakukan memang harus ada sosialisasi dan menjalin komunikasi dengan pemerintah agar alat ini bisa digunakan, karena sangat efektif untuk langkah antisipasi,” katanya.

Kemudian kata Eddy, jika dihubungkan dengan pencanangan smart city, alat itu sangat menunjang sebagai kemutahiran teknologi yang memerlukan alat-alat canggih dalam roda pemerintahan.

“Saya harap pemerintah bisa melirik hasil karya anak bangsa ini untuk Provinsi Jawa Barat maupun Kota Bandung, lebih bagus lagi bisa mencakup di seluruh daerah di Indonesia,” ujar dia.

Eddy mengaku siap memproduksi robot canggih ini jika pemerintah membutuhkannya.

Pihaknya juga menuntut para dosen Unikom agar bisa menembus jurnal internasional. Kemudian hasil penelitian tersebut mesti bisa digunakan untuk kepentingan perusahaan swasta atau pemerintah.

“Ini bertujuan untuk pengembangan para dosen yang ada di Unikom, khusus untuk jenjang lebih tinggi, dan meningkatkan kualitas,” katanya.

Salah satu langkah yang dilakukan, IARI. Kedepannya akan dijadikan ageda tahunan.

(AS/Bam’s)

 

There are no comments yet