Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Ciamis Segera Dapat Ganti Untung - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 20 Agustus 2017
Search
Pendataan Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Oleh BBWS Citanduy. Foto: FOKUSJabar/Riza M Irfansyah

Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Ciamis Segera Dapat Ganti Untung

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Sedikitnya 135 warga Desa Handapherang dan Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pemilik lahan terdampak bangunan Bendungan Leuwi Keris segera menerima pembayaran ganti untung pembebasan lahan tahap pertama.

Saat ini tengah dilakukan pendataan sekaligus penandatanganan persetujuan penjualan dan pembukaan buku rekening untuk transfer pembayaran dari pemerintah.

Proses tersebut digelar di Kantor Desa Handapherang dengan disaksikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Pemerintahan Kabupaten Ciamis dan Polsek setempat..

Kepala BBWS Citanduy, Agung Djuhartono menuturkan, pada tahap pertama baru untuk 135 pemilik dengan total 165 bidang seluas 32,2 hektar. Sementara untuk total biaya ganti untung pembebasan lahan Ciamis dan Tasikmalaya sebesar Rp138 milyar.

“ Ini baru tahap pertama untuk lahan terdampak yang akan menjadi tapak bendungan atau konstruksi bangunan. Nanti tahap berikutnya untuk pembebasan lahan yang tergenang. Pembangun konstruksi diperkirakan selesai 3-4 tahun,” jelasnya saat menghadiri pembukaan rekening warga terdampak pembangunan Bendung Leuwi Keris, Selasa (1/11/2016).

Kata dia, untuk pencairannya akan dilakukan 10 hari setelah dilakukan pembukaan rekening. Total luas genangan Bendungan Leuwi Keris mencapai 400 hektar dengan kapasitas 67 juta kubik. Namun yang bisa dimanfaatkan untuk air baku mencapai 36 juta kubik. Distribusinya sekitar 845 liter per detik.

“ Bisa melayani 1 juta pelanggan untuk tiga daerah. Yakni,  Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Tasikmalaya,” katanya.

Lebih lanjut, kedepannya setelah Bendungan selesai dibangun selain untuk air baku pemanfaatannya juga untuk saluran irigasi dan tenaga listrik 2 x 10 Megawatt. Namun listrik tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan air minum tetapi kelebihannya bisa untuk industri.

“ Hanya di bendungan ini tidak boleh ada jala ikan karena akan merusak ekosistem air dan kualitas turbin bendungan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dadan Afif Hamdan mengaku lega setelah adanya kejelasan akan pencairan ganti untung dari dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris. Mudah-mudahan pembangunan bendungan lancar sampai akhir.

Dia berharap, setelah selesai dibangun Pemerintah Kabupaten Ciamis mengarahkan warga untuk memberikan peluang usaha dan mata pencaharian pemanfaatan bendungan.

“ Warga Handapherang tidak ingin hanya jadi penonton juga harus jadi pelaku usaha dari pemanfaatan Bendungan Leuwi Keris terutama dari potensi wisata,” katanya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Bendera Terbalik, DPR Nilai Ada Unsur Kesengajaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Insiden kurang terpuji terjadi saat pembukaan Sea Games 2017 yang tahun ini diselenggarakan Malaysia. Dalam buku panduan Sea Games 2017 bendera...

Selengkapnya

Bocah Inspiratif, Nafkahi Adiknya Dari Hasil Menjual Barang Rongsok

CIREBON, FOKUSJabar.com: Namanya Miki (16), bocah yatim piatu dari Kampung Pilang Tonggo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ini sepertinya tidak mengenal kata...

Selengkapnya

Empat Tahun DI Citameng 2 Tak Tersentuh Normalisasi, Petani Sukawening Garut Menjerit

GARUT, FOKUSJabar.com : Sudah hampir empat tahun lamanya, petani di Kecamatan Sukawening mengharapkan bantuan normalisasi/pengerukan Daerah Irigasi (DI) Citameng 2 dari...

Selengkapnya

DPD PKS Garut: Jika Hidup Harmonis Kenapa Mesti “ Bercerai “

GARUT, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang, seluruh Partai Politik (Parpol) di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat saat ini...

Selengkapnya

Miris, Dekat Kantor Pemkab Bandung Barat Masih Ada Rutilahu Tanpa MCK

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah tidak menjamin lingkungan sekitarnya  terperhatikan. Hal itu terlihat dari masih adanya...

Selengkapnya

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya