Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Ciamis Segera Dapat Ganti Untung - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Rabu, 28 Juni 2017
Search
Pendataan Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Oleh BBWS Citanduy. Foto: FOKUSJabar/Riza M Irfansyah

Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Ciamis Segera Dapat Ganti Untung




CIAMIS, FOKUSJabar.com: Sedikitnya 135 warga Desa Handapherang dan Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pemilik lahan terdampak bangunan Bendungan Leuwi Keris segera menerima pembayaran ganti untung pembebasan lahan tahap pertama.

Saat ini tengah dilakukan pendataan sekaligus penandatanganan persetujuan penjualan dan pembukaan buku rekening untuk transfer pembayaran dari pemerintah.

Proses tersebut digelar di Kantor Desa Handapherang dengan disaksikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Pemerintahan Kabupaten Ciamis dan Polsek setempat..

Kepala BBWS Citanduy, Agung Djuhartono menuturkan, pada tahap pertama baru untuk 135 pemilik dengan total 165 bidang seluas 32,2 hektar. Sementara untuk total biaya ganti untung pembebasan lahan Ciamis dan Tasikmalaya sebesar Rp138 milyar.

“ Ini baru tahap pertama untuk lahan terdampak yang akan menjadi tapak bendungan atau konstruksi bangunan. Nanti tahap berikutnya untuk pembebasan lahan yang tergenang. Pembangun konstruksi diperkirakan selesai 3-4 tahun,” jelasnya saat menghadiri pembukaan rekening warga terdampak pembangunan Bendung Leuwi Keris, Selasa (1/11/2016).

Kata dia, untuk pencairannya akan dilakukan 10 hari setelah dilakukan pembukaan rekening. Total luas genangan Bendungan Leuwi Keris mencapai 400 hektar dengan kapasitas 67 juta kubik. Namun yang bisa dimanfaatkan untuk air baku mencapai 36 juta kubik. Distribusinya sekitar 845 liter per detik.




“ Bisa melayani 1 juta pelanggan untuk tiga daerah. Yakni,  Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Tasikmalaya,” katanya.

Lebih lanjut, kedepannya setelah Bendungan selesai dibangun selain untuk air baku pemanfaatannya juga untuk saluran irigasi dan tenaga listrik 2 x 10 Megawatt. Namun listrik tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan air minum tetapi kelebihannya bisa untuk industri.

“ Hanya di bendungan ini tidak boleh ada jala ikan karena akan merusak ekosistem air dan kualitas turbin bendungan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dadan Afif Hamdan mengaku lega setelah adanya kejelasan akan pencairan ganti untung dari dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris. Mudah-mudahan pembangunan bendungan lancar sampai akhir.

Dia berharap, setelah selesai dibangun Pemerintah Kabupaten Ciamis mengarahkan warga untuk memberikan peluang usaha dan mata pencaharian pemanfaatan bendungan.

“ Warga Handapherang tidak ingin hanya jadi penonton juga harus jadi pelaku usaha dari pemanfaatan Bendungan Leuwi Keris terutama dari potensi wisata,” katanya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Jalan Menuju Objek Wisata di Garut Macet

GARUT, FOKUSJabar.com : Memasuki H+2 Hari Raya Idul Fitri 1438 H, jumlah kendaraan yang melintasi atau pu memasuki wilayah Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan....

Selengkapnya

Yaris Seruduk Rumah, Satu Orang Tewas

GARUT, FOKUSJabar.com : Sebuah mobil Toyota Yaris berwarna hitam dengan Nopol B 1487 KMR menabrak salah satu rumah milik warga Kampung Pasirgoong, Desa Mulajaya,...

Selengkapnya

Tradisi Lebaran yang Terjaga Kelestariannya

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Hari raya Idul Fitri atau biasa disebut lebaran adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal. Masyarakat Indonesia menyambutnya...

Selengkapnya
Pelantikan Serentak Kepala Daerah Digelar Pertengahan Februari

Mendagri Ancam Sanksi Bagi PNS Bolos Usai Libur Lebaran

FOKUSJabar.com: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh staf di kementeriannya dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) kembali bekerja pada...

Selengkapnya

Nekad Berenang di area larangan, Pengunjung Pangandaran Tewas

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com: Dalam waktu dua hari, dua nyawa wisatawan melayang di Pangandaran. Pengungunjung yang mengalami kecelakaan rata-rata mereka yang tidak...

Selengkapnya

Pantai Rancabuaya Mengganas, Dua Orang Asal Bandung jadi Korban

GARUT, FOKUSJabar.com : Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut kembali mengganas. Kini dua wisatawan asal Ciparay, Bandung hilang digulung ombak. Kedua korban tersebut...

Selengkapnya

Mendapat Remisi Idul Fitri, 2 Narapidana Lapas IIB Ciamis Bebas

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, pada hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah mendapat remisi. ” Total...

Selengkapnya

Korban Terdampak Banjir Bandang Garut Berlebaran di Tempat Pengungsian

GARUT, FOKUSJabar.com : Merayakan Lebaran adalah hal yang sangat membahagiakan bagi Umat Islam di dunia. Tradisinya, berkumpul dengan sanak saudara, saling tukar ampau...

Selengkapnya

Delman Tetap Beroperasi, Garut Dikepung Macet

GARUT, FOKUSJabar.com : Sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Garut macet. Terlebih di malam takbiran, Kota Intan...

Selengkapnya

H-3, Kepadatan Jalur Selatan Meningkat 40 Persen

GARUT, FOKUSJabar.com : Suasana arus mudik Jalur Selatan Jabar, di Jalan Raya Limbangan, Malangbong menuju Tasikmalaya dan Jawa Tengah hingga H-3 terpantau padat....

Selengkapnya