Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Ciamis Segera Dapat Ganti Untung

0
209
Pendataan Warga Terdampak Pembangunan Leuwi Keris Oleh BBWS Citanduy. Foto: FOKUSJabar/Riza M Irfansyah

CIAMIS, FOKUSJabar.com: Sedikitnya 135 warga Desa Handapherang dan Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pemilik lahan terdampak bangunan Bendungan Leuwi Keris segera menerima pembayaran ganti untung pembebasan lahan tahap pertama.

Saat ini tengah dilakukan pendataan sekaligus penandatanganan persetujuan penjualan dan pembukaan buku rekening untuk transfer pembayaran dari pemerintah.

Proses tersebut digelar di Kantor Desa Handapherang dengan disaksikan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ciamis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Pemerintahan Kabupaten Ciamis dan Polsek setempat..

Kepala BBWS Citanduy, Agung Djuhartono menuturkan, pada tahap pertama baru untuk 135 pemilik dengan total 165 bidang seluas 32,2 hektar. Sementara untuk total biaya ganti untung pembebasan lahan Ciamis dan Tasikmalaya sebesar Rp138 milyar.

“ Ini baru tahap pertama untuk lahan terdampak yang akan menjadi tapak bendungan atau konstruksi bangunan. Nanti tahap berikutnya untuk pembebasan lahan yang tergenang. Pembangun konstruksi diperkirakan selesai 3-4 tahun,” jelasnya saat menghadiri pembukaan rekening warga terdampak pembangunan Bendung Leuwi Keris, Selasa (1/11/2016).

Kata dia, untuk pencairannya akan dilakukan 10 hari setelah dilakukan pembukaan rekening. Total luas genangan Bendungan Leuwi Keris mencapai 400 hektar dengan kapasitas 67 juta kubik. Namun yang bisa dimanfaatkan untuk air baku mencapai 36 juta kubik. Distribusinya sekitar 845 liter per detik.

“ Bisa melayani 1 juta pelanggan untuk tiga daerah. Yakni,  Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Tasikmalaya,” katanya.

Lebih lanjut, kedepannya setelah Bendungan selesai dibangun selain untuk air baku pemanfaatannya juga untuk saluran irigasi dan tenaga listrik 2 x 10 Megawatt. Namun listrik tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan air minum tetapi kelebihannya bisa untuk industri.

“ Hanya di bendungan ini tidak boleh ada jala ikan karena akan merusak ekosistem air dan kualitas turbin bendungan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Dadan Afif Hamdan mengaku lega setelah adanya kejelasan akan pencairan ganti untung dari dampak pembangunan Bendungan Leuwi Keris. Mudah-mudahan pembangunan bendungan lancar sampai akhir.

Dia berharap, setelah selesai dibangun Pemerintah Kabupaten Ciamis mengarahkan warga untuk memberikan peluang usaha dan mata pencaharian pemanfaatan bendungan.

“ Warga Handapherang tidak ingin hanya jadi penonton juga harus jadi pelaku usaha dari pemanfaatan Bendungan Leuwi Keris terutama dari potensi wisata,” katanya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

There are no comments yet