Bandung Banjir, Seniman Ekpresikan Kesedihan Lewat Lukisan - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Sabtu, 27 Mei 2017
Search
By Adi

Bandung Banjir, Seniman Ekpresikan Kesedihan Lewat Lukisan




BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tokoh seniman Bandung Tisna Sanjaya ikut mengambil sikap dengan fenomena banjir  yang terjadi di Kota Bandung beberapa pekan terakhir.

Banjir parah menyebar di antaranya di Pasteur, Pagarsih, Sukajadi dan Gedebage.

Musibah banjir tersebut dinilai telah menebar kesedihan di kalangan seniman.

Kang Tisna (panggilan untuk Tisna Sanjaya) pun membuat karya seni lukis peradaban Bandung sebagai ekspresi kesedihannya.

Karya tersebut, terbentuk melalui guratan tanah yang terhampar dalam papan berukuran besar di Sungai Cikapundung kawasan Gedung Merdeka, Bandung.

Dua papan besar dideret dalam satu jajar di tengah air yang mengalir dari hulu. Dengan media tanah berbeda, Tisna melukis dengan penuh rasa.




Usai mengenakan tangannya ke arah papan besar, Tisna kemudian menumpahkan air tanah yang ditampung dalam dua wadah berbeda ke arah media lukis sambil menginternalisasi makna ekpresi tersebut.

Tisna mengungkapkan, tanah yang digunakan dalam lukisan tersebut diambil dari tanah air Cigondewah dan Cikapundung.

“Dua tanah ini merupakan tanah yang menghasilkan sumber air,” kata Tisna, Sabtu (29/10/2016).

Adapun makna dari lukisan yang dibuat, Tisna mengatakan. Bahwa itu cerminan buni dalam kondisi dewasa yang tereksploitasi keserakahan manusia sehingga menimbulkan bencana alam.

Menurutnya kerusakan Bandung sama halnya seperti tereksploitasi akibat keserahan manusia.

“Kita lihat daerah utara. Punclut yang seharusnya sebagai tempat pohon dan resapan air serta filter udara, kini malah didirikan bangunan, hotel, resort dan berbagai hal. Kalau sudah begitu, air masuk ke kota langsung,” kata dia.

Menurut dia, Bandung saat ini dalam keadaan kritis, yang mana lahan penghijauannya hanya 8 persen dari angka ideal minimal 38 persen.

“Tentu saya sedih dengan keadaan lingkungan kita ini. Air yang melimpah, segala ada di Bandung tapi justru musibah menimpa,” tuturnya.

Dia menegaskan bahwa musibah banjir yang terjadi harus menjadi rerleksi pemerintah dan masyarakat.

“Sebab kita nggak amanah dikasih kekayaan, sumber mata air dan segala macamnya. Kita malah merusaknya. Seharusnya kekayaan ini menjadi anugerah, bukan malah jadi bencana. Pasteur, Pagarsih kakeueum (tergenang), ini adalah teguran,” tegas dia.

(Adi/LIN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Terkait Bom Kampung Melayu, Tiga Orang Diamankan Densus 88

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tim Densus 88 Mabes Polri mengamankan tiga orang terduga teroris yang berkaitan dengan aksi bom bunuh diri, Rabu (24/5/2015) malam di Terminal...

Selengkapnya

ICMI Orwil Jabar Kutuk Pelaku Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Hukum dan HAM Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Barat, Cecep Suhardiman mengutuk terjadinya bom bunuh diri...

Selengkapnya

Ini Kata Aher Soal Ledakan di Kampung Melayu

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengaku prihatin dan berbelasungkawa atas insiden yang terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta,...

Selengkapnya

Olah TKP, Polisi Temukan Isi Panci di Bom Bunuh Diri Kampung Melayu

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Pasca ledakan bom panci bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, Polisi langsung memeriksa lokasi kejadian. Selain buku dan struk kecil, polisi...

Selengkapnya

Raja & Ratu Swedia Kagum dengan Angklung dan Bobotoh Viking

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Dalam kunjungan pertama kali ke Indonesia, khususnya Kota Bandung, Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia terpesona dengan alat musik...

Selengkapnya

Heboh! Terjadi Ledakan di Kampung Melayu Jakarta Timur, Diduga Bom Bunuh Diri

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Sebuah ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di sekitar Terminal Bus Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) sekira pukul...

Selengkapnya

Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan Lambang Negara Harus Tetap Berjalan

GARUT,  FOKUSJabar. com : Terkait dugaan kasus pelecehan lambang negara yang terpampang dalam spanduk yang dikeluarkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik...

Selengkapnya

Tolak Jalan Tol ke BIJB, Bupati Majalengka akan Menghadap Presiden

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com : Bupati Majalengka, Sutrisno tetap menolak pembangunan jalan tol menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, bahkan dalam...

Selengkapnya

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih di Bandung Diluar Kendali

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pasar Anyar, Astana Anyar Kota Bandung didatangi Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perdagangan dan Industri serta PD Pasar Bermartabat, Senin...

Selengkapnya

Pasar Rakyat Wanaraja Layak Diresmikan Presiden

GARUT, FOKUSJabar.com : Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Pasar Rakyat Wanaraja layak diresmikan Presiden, pasalnya, Pasar Rakyat Wanaraja ini pembangunannya...

Selengkapnya