Pencalonan Petahana di Pilkada Cimahi 2017 Berpotensi Menimbulkan Konflik?

0
32

CIMAHI, FOKUSJabar.com :  Pencalonan petahana pada Pilkada Cimahi 2017 dinilai berpotensi menimbulkan konflik. Terlebih petahana memiliki kekuasaan untuk mengarahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan menggelola anggaran.

Dewan Pembina Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Yusfitriadi mengatakan, walaupun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Kota Cimahi termasuk dalam kategori rendah, namun karena petahana maju kembali di Pilkada, maka semua elemen akan menyorotinya. Karena rawan akan kecurangan yang berujung pada konflik.

“Di mana pun kalau petahana kembali maju,’itu adalah titik rawan,” katanya usai acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan bagi Pemilih Pemula di Hotel Simply Valore, Jalan Baros, Kamis (6/10/2016).

Menurut dia, petahana akan sangat mudah untuk menggerakkan ASN dengan janji janji kenaikan jabatan atau promosi lainnya. Selain itu ,petahana juga bisa menggerakan dana-dana bantuan sosial.

“Tapi kemungkinan aliran dana sosial tidak dilakukan saat ini, cuma sudah dilakukan jauh sebelum pilkada. Kondisi itu bukan tanpa alasan, tetapi karena petahana maju lagi,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, penyelenggara pilkada baik Komisi Pemilihan Umum maupun Badan Pengawas Pemilu juga rentan terpengaruhi oleh petahana.

“Karena, KPU dan Bawaslu saat ini dibiayai oleh pemerintah. Ini potensi yang besar juga terhadap konflik pemilu,” ujarnya

Untuk menghindarkan terjadinya konflik, maka peluang adanya kecurangan harus segera diantisipasi. Oleh karena itu, kata dia, masyarakat harus berpartisipasi melakukan pengawasan. Maka, Peran penyelenggara harus bisa memberikan pembelajaran yang berkesinambungan kepada masyarakat.

“Ini untuk mencegah terjadinya potensi konflik saat pemilu nanti,” ucapnya.

Dia pun menegaskan, seluruh elemen masyarakat termasuk para pemilih pemula harus peduli dengan pemilu ini. Karena Ini menjadi tanggung jawab bersama dan harus dikawal bersama.

” Karena memang faktanya penyelenggara pemilu itu terbatas. Siapa yang bisa jamin kalau pemilu nanti akan aman. Jadi peran pemilih pemula itu sangat diperlukan,” tuturnya.

(Gatot Poedji Utomo/Bam’s)

There are no comments yet