Ketum PB PON Minta Dilakukan Rekayasa Debit Waduk Saguling untuk Ski Air

0
23

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Debit air yang menyusut di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi kendala kesiapan venue ski air.

Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX/2016 pun meminta PT. Indonesia Power (IP) selaku pengelola untuk membantu rekayasa debit air yang tertampung agar tinggi muka air bertambah.

Ketua Umum PB PON XIX/2016 yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) meninjau langsung kondisi waduk tersebut, Kamis (8/9/2016).

Aher menyampaikan kepada perwakilan PT IP untuk membantu merekayasa venue. Terlebih kalau air yang masuk debit keluarnya lebih tinggi dari yang masuk, pasti air turun.

“Jadi perlu ada rekayasa bendungan agar air yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Dengan begitu, debit bisa naik dan pertandingan bisa dijalankan,” kata Aher saat meninjau venue ski air di Kota Baru Parahyangan, KBB.

Menurut dia, penambahan debit air masih sangat mungkin dilakukan. Pihaknya pun berharap hujan turun agar menambah tinggi muka air.

Lebih lanjut Aher berharap PT IP bisa membantu mengendalikan air keluar yang mengalir ke Waduk Cirata dan Jatiluhur agar bisa dikurangi.

Dengan begitu, tinggi muka air Waduk Sauuling bisa standar dan ideal untuk pertandingan ski air.

“Kalau bisa menaikan satu meter, maka pelaksanaan pertandingan akan di sini,” jelas dia.

Dengan kata lain, jika skenario rekayasa tidak bisa dilakukan, maka akan dipikirkan lokasi lain sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, Ahli Muda Rencana dan Pengendalian Operasi Niaga PT IP Unit Pelayanan Waduk Saguling, Arif menyebutkan bahwa saat ini ketinggian muka air Waduk Saguling berada di posisi 636,25 meter.

Sesuai pola operasi yang ditetapkan, tinggi muka air Waduk Saguling saat ini tergolong normal.  Adapun penyusutan, hal itu terjadi akibat musim kemarau yang biasa terjadi pada April hingga September.

Kaitannya dengan rekayasa penambahan debit air, pihaknya mengakui bahwa hal itu terbilang sulit dilakukan. Terlebih hubungannya dengan pengadaan listrik dari PLTA di Waduk Jatiluhut, Cirata dan Saguling.

“Kalau ditahan untuk penyelenggaraan PON, kita sedikit kesulitan, apalagi sampai tinggi , sebab Saguling punya batas,” jelas Arif.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pengatur Beban (P2B) sebagai pengelola utama. Sebab pengurangan debit air yang keluar dari Waduk Saguling akan berdampak pada hajat hidup masyarakat.

“Kita akan koordinasi akan membentuk skenario rekayasa yang terbaik bagi penyelenggaraan PON dan kehidupan masyarakat,” kata dia.

Dia menyebutkan bahwa mengondisikan debit air melalui rekayasa itu tidak mudah. Maksimal tinggi muka air hanya bisa bertambah sekitar satu meter.

“Kita akan coba menaikan mulai saat ini. Susah kalau naik banyak. Namun kami tidak bisa memastikan kenaikan terjadi dalam beberapa hari,” ucapnya.

Selain itu, kemungkinan menaikan tinggi muka air pun berdasarkan curah hujan. Tinggi muka air akan naik maksimal jika ditambah dengan turunnya hujan yang deras minimal 100 milimeter.

“Kalau kondisi curah hujan bagus maka tinggi muka air akan segera naik. Bahkan jika curah hujan 100 mm per hari maka kenaikan bisa 50 cm sehari. Tapi tetap tergantung rekayasa air keluar juga,” terang dia.

(LIN)

There are no comments yet