Ketum PB PON Minta Dilakukan Rekayasa Debit Waduk Saguling untuk Ski Air - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 17 Agustus 2017
Search

Ketum PB PON Minta Dilakukan Rekayasa Debit Waduk Saguling untuk Ski Air

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Debit air yang menyusut di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi kendala kesiapan venue ski air.

Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX/2016 pun meminta PT. Indonesia Power (IP) selaku pengelola untuk membantu rekayasa debit air yang tertampung agar tinggi muka air bertambah.

Ketua Umum PB PON XIX/2016 yang juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) meninjau langsung kondisi waduk tersebut, Kamis (8/9/2016).

Aher menyampaikan kepada perwakilan PT IP untuk membantu merekayasa venue. Terlebih kalau air yang masuk debit keluarnya lebih tinggi dari yang masuk, pasti air turun.

“Jadi perlu ada rekayasa bendungan agar air yang masuk lebih banyak dari yang keluar. Dengan begitu, debit bisa naik dan pertandingan bisa dijalankan,” kata Aher saat meninjau venue ski air di Kota Baru Parahyangan, KBB.

Menurut dia, penambahan debit air masih sangat mungkin dilakukan. Pihaknya pun berharap hujan turun agar menambah tinggi muka air.

Lebih lanjut Aher berharap PT IP bisa membantu mengendalikan air keluar yang mengalir ke Waduk Cirata dan Jatiluhur agar bisa dikurangi.

Dengan begitu, tinggi muka air Waduk Sauuling bisa standar dan ideal untuk pertandingan ski air.

“Kalau bisa menaikan satu meter, maka pelaksanaan pertandingan akan di sini,” jelas dia.

Dengan kata lain, jika skenario rekayasa tidak bisa dilakukan, maka akan dipikirkan lokasi lain sebelum pertandingan dimulai.

Sementara itu, Ahli Muda Rencana dan Pengendalian Operasi Niaga PT IP Unit Pelayanan Waduk Saguling, Arif menyebutkan bahwa saat ini ketinggian muka air Waduk Saguling berada di posisi 636,25 meter.

Sesuai pola operasi yang ditetapkan, tinggi muka air Waduk Saguling saat ini tergolong normal.  Adapun penyusutan, hal itu terjadi akibat musim kemarau yang biasa terjadi pada April hingga September.

Kaitannya dengan rekayasa penambahan debit air, pihaknya mengakui bahwa hal itu terbilang sulit dilakukan. Terlebih hubungannya dengan pengadaan listrik dari PLTA di Waduk Jatiluhut, Cirata dan Saguling.

“Kalau ditahan untuk penyelenggaraan PON, kita sedikit kesulitan, apalagi sampai tinggi , sebab Saguling punya batas,” jelas Arif.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pengatur Beban (P2B) sebagai pengelola utama. Sebab pengurangan debit air yang keluar dari Waduk Saguling akan berdampak pada hajat hidup masyarakat.

“Kita akan koordinasi akan membentuk skenario rekayasa yang terbaik bagi penyelenggaraan PON dan kehidupan masyarakat,” kata dia.

Dia menyebutkan bahwa mengondisikan debit air melalui rekayasa itu tidak mudah. Maksimal tinggi muka air hanya bisa bertambah sekitar satu meter.

“Kita akan coba menaikan mulai saat ini. Susah kalau naik banyak. Namun kami tidak bisa memastikan kenaikan terjadi dalam beberapa hari,” ucapnya.

Selain itu, kemungkinan menaikan tinggi muka air pun berdasarkan curah hujan. Tinggi muka air akan naik maksimal jika ditambah dengan turunnya hujan yang deras minimal 100 milimeter.

“Kalau kondisi curah hujan bagus maka tinggi muka air akan segera naik. Bahkan jika curah hujan 100 mm per hari maka kenaikan bisa 50 cm sehari. Tapi tetap tergantung rekayasa air keluar juga,” terang dia.

(LIN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya

Peringati HUT ke-72 RI, LSM BAIS Bentangkan Bendera sepanjang 300 Meter di Rawayan Cilaki

GARUT, FOKUSJabar.com : Banyak cara dilakukan warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Diantaranya, pengibaran bendera dan menerbangkan...

Selengkapnya