Penderita Kanker dan Cuci Darah Perlu Perlindungan dan Asuransi Pemerintah - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 27 April 2017
Search
Dedi Mulyadi

Penderita Kanker dan Cuci Darah Perlu Perlindungan dan Asuransi Pemerintah




BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, permerintah perlu melindungi dan memberikan asuransi kesehatan khusus untuk masyarakat penderita kanker dan cuci darah. Apalagi para penderita penyakit itu cenderung mengalami kemerosotan ekonomi.

“Saya kira penderita kanker tumor dan stroke tekanan darah tinggi dengan cuci darah itu harus diberi perlindungan spesial oleh negara. Diberi asuransi khusus, jangan samakan dengan BPJS. Ini harus spesifikasi, dan berikutnya dijamin keluarganya, karena itu ambruk ekonomi. Terutama yang cuci darah karena sel darah putin yang jadi perhatian, ini yang jadi problem di indonesia selama ini,” jelas Dedi Mulyadi di sela peresmian Gedung baru RS Khusus Ginjal Ny.RA Habiebie di Jalan Tubagus Ismail Bandung, Senin (8/8/2016).

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan agar menjadi terobosan baru oleh pemerintah, sehingga bisa membantu masyarakat. Pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Mantan Presiden RI BJ Habiebie yang membuat RS khusus ginjal.   Lebih lanjut Dedi mengaku terinspirasi rumah sakit tersebut karena sering mengantar pasien untuk berobat.

“Setelah itu saya konsultasi dan akhirnya membuat rumah sakit di Purwakarta dan mengobati pasien dengan gratis bagi masyarakat Purwakarta. Saya terinspirasi dari sini, bahkan dokter dokter di sini sering mengajar dokter di Purwakarta. Itu Rumah Sakit Bayu Asih, tapi dibikin kelas khusus untuk penderita gagal ginjal, dan kita jemput dari rumahnya, cuci darah diantar lagi jemput lagi,” jelas Dedi.

RS Bayu Asih di Purwakarta sudah berjalan selama 2 tahun dan sangat membantu masyarakat Purwakarta. Apalagi masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan gratis. Bukan hanya cuci darah, tapi semua penyakit termasuk jantung itu gratis.

“Kita tidak ikut bpjs, kita ada jaminan pelayanan kesehatan masyarakat purwakarta istimewa, jadi itu disiapkan pemerintah dan no limit, asal memang diperlukan itu kita bantu, dan masyarakat yang mengakses layanan kesehatan di sana bisa naik kelas, kalau penuh kelas 3, naik ke kelas 2 dan kelas 1 kalau penuh juga bisa vip. ini nggak pakai syarat, karena data entri masyarakat Purwakarta sudah ada di sana. Tapi khusus untuk masyarakat Purwakarta,” jelas Dedi.




Menurut dia, konsep pelayanan gratis bisa diterapkan di pemerintah daerah lainnya, sehingga bisa membantu masyarakat, khususnya yang mengalami keterbatasan ekonomi. Dengan kata lain, asal punya kemauan sungguh-sungguh dalam mengelola anggaran itu bisa.

“Masalahnya tidak semua daerah punya kemauan, dari pada anggaran jadi silpa?” katanya.

Pemerintah daerah bisa merealisasikan pendirian RS khusus gratis, terlebih anggaranya pun masih terjangkau, sepertihalnya di Purwakarta anggaran untuk RS Bayu Asih mencapai hingga Rp50 milyar. Itu diluar bpjs, setiap daerah pasti mampu.

“Saya ketemu Bupati Bekasi dan mau memasukan itu di perubahan tahun ini Rp15 milyar, tahun depan RP150 milyar tapi masih muter-muter ketakutan diperiksa BPK, takut ini dan itu. Padahal lakukan saja kan untuk kebutuhan publik,” terang dia.

Sementara itu BJ Habiebie pendiri RS Khusus Ginjal mengatakan, RS khusus Ginjal memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih penderita penyakit ginjal sangat banyak. Dia berharap bisa membantu masyarakat Indonesia dari sisi kesehatannya.  Dengan begitu, mereka bisa bekerja produktif, menjadi unggil dan bisa menyumbangkan karya nyata untuk pembangunan bangsa.

“Jangan serahkan semuanya kepada pemerintah, kita masyarakat lebih kuat bisa bekerjasama saling membantu,” tutur dia.

(LIN)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Memperingati Hari Jadi Kabupaten ke-376, Angkot Soreang-Banjaran Hari ini Gratis!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ada kabar gembira nih buat kamu yang tinggal di daerah Kabupaten Bandung. Pasalnya, hari ini angkot jurusan Soreang-Banjaran digratiskan loh!...

Selengkapnya

Ibu-ibu PAUD Siap Sosialisasikan Anjar Asmara

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Salah satu kelompok Ibu-Ibu yang telah melakukan silaturahmi dengan Kawan Anjar Asmara (AA), yaitu pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)...

Selengkapnya

Gempa 7 SR Guncang Gedung Sate Pagi Ini

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang Gedung Sate Kota Bandung, ratusan PNS Pemprov Jabar berhamburan keluar gedung. Sejumlah PNS terluka dan...

Selengkapnya

Polisi Buru Penghubung PJTKI Ilegal Purwakarta Hingga ke Malaysia

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Saat ini Tim Ditreskrimum Polda Jabar, tengah memburu satu orang penghubung yang bekerja di PJTKI Ilegal asal Purwakarta. “Setelah...

Selengkapnya

Tiga Remaja Tewas Akibat Kebakaran di Pasir Jambu Kabupaten Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Tiga orang remaja dinyatakn tewas akibat terjebak di dalam rumah saat terjadi kebakaran di Kampung Bojong Resmi, Desa Cukang Genteng, Kecamatan...

Selengkapnya
Anies : Pilkada Bukan Soal Nomor Urut

Berikut Beberapa Aturan Ahok yang Akan Dicabut Anies-Sandi

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Seperti diketahui paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Selangkah lagi Anies-Sandi akan memimpin Jakarta...

Selengkapnya

Rumah Janda Tua di Pakenjeng Ambruk Akibat Gempa

GARUT, FOKUSJabar.com : Satu unit rumah di Kampung Tangsi, RW07, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, bagian atapnya roboh akibat gempa bumi berkekuatan...

Selengkapnya

Ahmad Bajuri Sang Inisiator Konvensi Pilkada 2018

GARUT, FOKUSJabar.com : Konvensi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digagas Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kabupaten Garut mendapat respon positif...

Selengkapnya

Pergoki Maling, Nenek Ini Dibacok

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Nenek berusia 70 tahun asal Dusun Ciroyom, Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis dilarikan ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Korban...

Selengkapnya

Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Tiga orang menjadi korban tewas kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, tepatnya di turunan Selarong, Sabtu (22/4/2017). Seperti yang...

Selengkapnya