Penderita Kanker dan Cuci Darah Perlu Perlindungan dan Asuransi Pemerintah - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 20 Agustus 2017
Search
Dedi Mulyadi

Penderita Kanker dan Cuci Darah Perlu Perlindungan dan Asuransi Pemerintah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai, permerintah perlu melindungi dan memberikan asuransi kesehatan khusus untuk masyarakat penderita kanker dan cuci darah. Apalagi para penderita penyakit itu cenderung mengalami kemerosotan ekonomi.

“Saya kira penderita kanker tumor dan stroke tekanan darah tinggi dengan cuci darah itu harus diberi perlindungan spesial oleh negara. Diberi asuransi khusus, jangan samakan dengan BPJS. Ini harus spesifikasi, dan berikutnya dijamin keluarganya, karena itu ambruk ekonomi. Terutama yang cuci darah karena sel darah putin yang jadi perhatian, ini yang jadi problem di indonesia selama ini,” jelas Dedi Mulyadi di sela peresmian Gedung baru RS Khusus Ginjal Ny.RA Habiebie di Jalan Tubagus Ismail Bandung, Senin (8/8/2016).

Menurut dia, hal itu perlu dilakukan agar menjadi terobosan baru oleh pemerintah, sehingga bisa membantu masyarakat. Pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Mantan Presiden RI BJ Habiebie yang membuat RS khusus ginjal.   Lebih lanjut Dedi mengaku terinspirasi rumah sakit tersebut karena sering mengantar pasien untuk berobat.

“Setelah itu saya konsultasi dan akhirnya membuat rumah sakit di Purwakarta dan mengobati pasien dengan gratis bagi masyarakat Purwakarta. Saya terinspirasi dari sini, bahkan dokter dokter di sini sering mengajar dokter di Purwakarta. Itu Rumah Sakit Bayu Asih, tapi dibikin kelas khusus untuk penderita gagal ginjal, dan kita jemput dari rumahnya, cuci darah diantar lagi jemput lagi,” jelas Dedi.

RS Bayu Asih di Purwakarta sudah berjalan selama 2 tahun dan sangat membantu masyarakat Purwakarta. Apalagi masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan gratis. Bukan hanya cuci darah, tapi semua penyakit termasuk jantung itu gratis.

“Kita tidak ikut bpjs, kita ada jaminan pelayanan kesehatan masyarakat purwakarta istimewa, jadi itu disiapkan pemerintah dan no limit, asal memang diperlukan itu kita bantu, dan masyarakat yang mengakses layanan kesehatan di sana bisa naik kelas, kalau penuh kelas 3, naik ke kelas 2 dan kelas 1 kalau penuh juga bisa vip. ini nggak pakai syarat, karena data entri masyarakat Purwakarta sudah ada di sana. Tapi khusus untuk masyarakat Purwakarta,” jelas Dedi.

Menurut dia, konsep pelayanan gratis bisa diterapkan di pemerintah daerah lainnya, sehingga bisa membantu masyarakat, khususnya yang mengalami keterbatasan ekonomi. Dengan kata lain, asal punya kemauan sungguh-sungguh dalam mengelola anggaran itu bisa.

“Masalahnya tidak semua daerah punya kemauan, dari pada anggaran jadi silpa?” katanya.

Pemerintah daerah bisa merealisasikan pendirian RS khusus gratis, terlebih anggaranya pun masih terjangkau, sepertihalnya di Purwakarta anggaran untuk RS Bayu Asih mencapai hingga Rp50 milyar. Itu diluar bpjs, setiap daerah pasti mampu.

“Saya ketemu Bupati Bekasi dan mau memasukan itu di perubahan tahun ini Rp15 milyar, tahun depan RP150 milyar tapi masih muter-muter ketakutan diperiksa BPK, takut ini dan itu. Padahal lakukan saja kan untuk kebutuhan publik,” terang dia.

Sementara itu BJ Habiebie pendiri RS Khusus Ginjal mengatakan, RS khusus Ginjal memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih penderita penyakit ginjal sangat banyak. Dia berharap bisa membantu masyarakat Indonesia dari sisi kesehatannya.  Dengan begitu, mereka bisa bekerja produktif, menjadi unggil dan bisa menyumbangkan karya nyata untuk pembangunan bangsa.

“Jangan serahkan semuanya kepada pemerintah, kita masyarakat lebih kuat bisa bekerjasama saling membantu,” tutur dia.

(LIN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Bendera Terbalik, DPR Nilai Ada Unsur Kesengajaan

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Insiden kurang terpuji terjadi saat pembukaan Sea Games 2017 yang tahun ini diselenggarakan Malaysia. Dalam buku panduan Sea Games 2017 bendera...

Selengkapnya

Bocah Inspiratif, Nafkahi Adiknya Dari Hasil Menjual Barang Rongsok

CIREBON, FOKUSJabar.com: Namanya Miki (16), bocah yatim piatu dari Kampung Pilang Tonggo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon ini sepertinya tidak mengenal kata...

Selengkapnya

Empat Tahun DI Citameng 2 Tak Tersentuh Normalisasi, Petani Sukawening Garut Menjerit

GARUT, FOKUSJabar.com : Sudah hampir empat tahun lamanya, petani di Kecamatan Sukawening mengharapkan bantuan normalisasi/pengerukan Daerah Irigasi (DI) Citameng 2 dari...

Selengkapnya

DPD PKS Garut: Jika Hidup Harmonis Kenapa Mesti “ Bercerai “

GARUT, FOKUSJabar.com : Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang, seluruh Partai Politik (Parpol) di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat saat ini...

Selengkapnya

Miris, Dekat Kantor Pemkab Bandung Barat Masih Ada Rutilahu Tanpa MCK

BANDUNG BARAT, FOKUSJabar.com: Berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah tidak menjamin lingkungan sekitarnya  terperhatikan. Hal itu terlihat dari masih adanya...

Selengkapnya

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya