Audiensi Dewan dengan Pengusaha Batu Bara Buntu

0
56

CIREBON, FOKUSJabar.com: Audiensi yang dilakukan Asosiasi Pengusaha Batu Bara Cirebon (APBC) dengan DPRD Kota Cirebon berakhir buntu.

Para pengusaha meminta dukungan DPRD Kota Cirebon untuk membantu membatalkan keputusan pemerintah pusat terkait penutupan sementara aktivitas bongkar muat batu bara, 26 Maret 2016 mendatang.

Sementara, anggota dewan menyatakan tidak dapat membantah hasil akhir penutupan sementara aktivitas bongkar muat batu bara, sebab surat penutupan yang dikeluarkan berasal dari Kementerian Perhubungan sehingga dewan tidak memiliki kewenangan untuk membuka kembali bongkar muat batu bara.

“Kami bersilaturahmi dengan anggota dewan dan mengadu sebagai rakyat biasa, selain itu menyampaikan keinginan dari pengusaha dan para pekerja yang ada di Pelabuhan Cirebon, Alhamdulillah diterima dengan baik dan kami berharap Pemkot Cirebon memiliki solusi untuk keluhan ini,” ungkapnya Wakil Ketua APBC Agus Purwanto, Selasa (22/3/2016).

Dia mengaku sudah memprediksi jika dewan tidak dapat merekomendasikan untuk pembukaan kembali bongkar muat batu bara. Namun, sebagai masyarakat dirinya mencoba menyampaikan keinginan kepada wakil rakyat tersebut.

Agus pun memgaku pasrah dengan keputusan dari Kementerian Perhubungan RI. Meski demikian, pihaknya akan terus berusaha meminta kepada kementerian terkait untuk membatalkan penutupan bongkar muat batu bara.

“Kami bersama teman-teman di Pelabuhan Cirebon akan terus berupaya agar penutupan batal dilakukan,” keluhnya.

Diakuinya, jika penutupan bongkar muat batu bara jadi dilakukan maka perusahaan di sekitar Pelabuhan Cirebon akan merugi hingga miliaran rupiah, sementara di Pelabuhan Cirebon masih ada belasan kapal tongkang yang belum di bongkar.

“Kerugian kami jika tidak beroperasi itu perharinya bisa Rp25 milyar, sementara kalau sebulan bisa sampai Rp500 milyar, itu sudah termasuk semuanya. Selain itu pekerja juga akan diistirahatkan sampai ada keputusan selanjutnya,” ungkapnya.

(Panji/Yun)

There are no comments yet