Malam Pergantian Tahun, Ada Pagelaran Wayang Golek di Gedung Sate

0
34

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menghelat perayaan Tahun Baru 2016 dengan sederhana sesuai dengan anjuran Presiden RI Jokowi.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat R. Ruddy Gandakusumah mengatakan, namun demikian Pemprov tetap akan mengadakan acara untuk masyarakat yaitu Pagelaran Wayang Golek dengan dalang Dadan Sunandar Sunarya di halaman Gedung Sate Kota Bandung, Kamis (31/12/15) sekitar pukul 20.30 WIB.

“Pagelaran wayang ini terutama dalam rangka membuat keseimbangan antara yang perayaan yang biasanya bersifat hura-hura dengan apresiasi seni budaya lokal yang syahdu dan sarat nilai,” jelas Ruddy di Gedung Sate, Selasa (29/12/15).

Ruddy juga menjelaskan lapangan Gasibu yang belum dapat dipergunakan untuk kegiatan apapun saat ini, termasuk perayaan tahun baru.

“Gasibu masih dalam tahap penyempurnaan, seperti fasilitas perpustakaan yang masih harus dilengkapi koleksinya. Jadi nanti biar ketika pembukaan sudah lengkap semua langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya seperti dilansir dari rilis Humas Pemprov Jabar.

Untuk keseimbangan duniawi dan religius, tambah Ruddy, akan pula dilakukan dzikir akhir tahun di mesjid milik Pemprov Jabar, Mesjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jl Diponogoro No 63, Kota Bandung.

Mengacu pada anjuran Presiden, perayaan tahun baru oleh Pemprov Jabar tak akan ada pesta kembang api yang bisa memakan bujet ratusan juta rupiah. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sendiri di sela-sela pantauan Misa Natal 2015, Kamis (24/12) malam sempat mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan. Selain berbahaya ke semua pihak, juga dilarang penggunaannya oleh Polda Jabar.

“Gak ada petasan, itu dilarang Polda. Perayaan malam tahun baru harus selalu sederhana dan tak berlebihan,” tegasnya.

Gubernur juga menghimbau kepada pemerintah kabupaten /kota di Jawa Barat agar jangan melakukan perayaan yang berlebihan dan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kemudian setelah pergantian tahun, esoknya akan kembali bekerja seperti biasa. Jadi, masuk tahun baru dengan semangat kerja baru, sehingga sekali lagi, tidak ada perayaan yang berlebihan.

Gubernur dijadwalkan memimpin langsung rombongan Safari Pembangunan, yang merupakan evaluasi pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat. Ini akan dilaksanakan dari 1– 3 Januari 2016, diawali dari Kab. Pangandaran. “Sedangkan titik lainnya akan diinfokan kemudian,” kata Ruddy.

Adapun kegiatan Kilas Balik Pembangunan Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat yang biasanya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Jawa Barat pada akhir tahun, untuk tahun ini tidak dilaksanakan namun pemberian penghargaan bagi seniman dan budayawan akan diberikan pada Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat tanggal 19 Agustus.

(Andry/Glh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here