Tanaman Kenaf Jadi Solusi Tingkatkan Produktifitas Lahan di Rancaekek

0
81

SOREANG, FOKUSJabar.com: Untuk meningkatkan produktifitas lahan pertanian di Rancaekek yang sudah tercemar limbah industri, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanhutbun) Kabupaten Bandung, siapkan solusi. Yakni dengan melakukan penanaman Kenaf yang dimulai pada Januari 2016.

Kepala Bidang Kebun Distanhutbun Kabupaten Bandung Ande Supriatna mengatakan, tanaman kenaf menjadi salah satu solusi mengembalikan produktifitas lahan di Rancaekek karena tanaman tersebut tahan terhadap limbah industri. Tanaman Kenaf atau yang juga dikenal dengan nama rami jawa ini merupakan tanaman yang menghasilkan serat mirip dengan yute dan juga rosela. Tanaman ini dibudidayakan di Indonesia melalui program ISKARA (Intensifikasi serat karung rakyat) pada tahun 1978.
“Tanaman Kenaf ini enggak terlalu butuh air dan cakupan adaptasinya luas. Bisa ditanam di dataran tinggi dan bawah dan bisa ditanam di tanah yang kritis,” ujar Ande, Selasa (22/12/2015).
Ande menambahkan, dari satu hektare lahan yang ditanami kenaf, bisa memproduksi sedikitnya 900 kilogram kenaf. Meski dari sisi jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan produksi padi, tapi nilai jual tanaman kenaf per kilogramnya tergolong tinggi. Yakni di antara Rp8 ribu sampai Rp20 ribu per kilogram. Karena itu, tanaman kenaf pun sering disebut juga sebagai tumbuhan ekonomi atau tumbuhan bernilai ekonomi.
“Keuntungan yang bisa diperoleh petani dari satu hektare lahan kenaf, bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp5 juta setelah dikurangi biaya produksi. Di Riau, satu hektare lahan kenaf sudah bisa menghasilkan Rp12 juta per musim panen. Masa panen tanaman kenaf ini pun tidak lama, hanya tiga bulan. Sehingga dalam setahun, bisa panen tiga sampai empat kali,” tuturnya.
Tingginya harga jual tanaman kenaf terletak pada seratnya. Serat yang dihasilkan, merupakan serat alam yang ramah lingkungan. Serat kenaf sendiri biasa digunakan untuk industri karung goni, interior mobil seperti dashboard dan fiberboard, fiber drain, soil safer, geo textile, pulp dan kertas. “Di Amerika, bahan baku serat pada baju antipeluru itu dari kenaf,” tegasnya.
(Ageng/Glh)

There are no comments yet