Profesi Wartawan Jadi Modus, Oknum Wartawan Divonis 22 Bulan Penjara - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 18 Agustus 2017
Search
Ilustrasi (web)

Profesi Wartawan Jadi Modus, Oknum Wartawan Divonis 22 Bulan Penjara

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Oknum wartawan atau yang biasa disebut wartawan ‘bodrek’ Teguh Setia Wibawa alias Mayor, dijatuhi hukuman satu tahun 10 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung. Terdakwa dinyatakan bersalah dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Vonis yang diterima terdakwa, lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun penjara.

Ketua Majelis hakim Berton menyatakan, terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan penipuan dan penggelapan, sebagaimana diatur dalam dakwaan kesatu, yakni Pasal 378 Jo pasal 64 ayat satu ke satu, dan dakwaan kedua pasal 372 Jo pasal 64 ayat satu ke satu kUHPidana.

“Menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun sepuluh bulan, dikurangi masa hukuman,” ujar Berton di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bandung, Senin (21/12/2015).

Berton menjelaskan, perbuatan terdakwa terjadi pada 2014 yang saat itu mengaku sebagai wartawan dan menawarkan kepada saksi Abdul Latif, Deni, Agus dan Dodi untuk mengikuti lelang kendaraan di dinas – dinas lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Bandung.

“Untuk yakinkan para saksi, terdakwa mengaku dekat dengan Sekda, bahkan dengan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada,” jelas hakim.

Lanjut Berton, untuk lebih meyakinkan saksi, terdakwa memperlihatkan dokumen dan surat – surat lelang agar seolah-olah dikeluarkan oleh Setda. Padahal kenyataannya, terdakwa mendapatkan semua itu dengan cara mengunduhnya dari Internet.

Sebab itu, Berton menegaskan, perbuatan itu dilakukan terdakwa agar para korban percaya. Namun  terdakwa meminta beberapa syarat dan menyerahkan sejumlah uang agar memenangkan lelang itu.

Saksi korban ada yang terbujuk, seperti saksi Abdul Latif yang menyerahkan Rp9 juta, Agus serahkan Rp64 juta, DeniRp 90 juta dan Dodi Rp20 juta.

“Total uang yang diterima terdakwa Rp183 juta. Dan kenyataannya Setda tidak pernah melakukan lelang kendaraan. Uang korban sudah habis dipakai biaya kehidupan pribadi terdakwa dan bayar utang,” ungkapnya.

(Adi/DEN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya