Ditemukan Narkoba, Kalapas Narkoba Gintung Berdalih Kurang Personel - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 18 Agustus 2017
Search
Ilustrasi (web)

Ditemukan Narkoba, Kalapas Narkoba Gintung Berdalih Kurang Personel

CIREBON, FOKUSJabar.com: Ditemukannya barang bukti berupa ganja dan serbuk yang diduga morfin di area napi Lapas Narkoba Gintung Kabupaten Cirebon, Kalapas Narkoba Gintung Heni Yuono melalui KPLP mardi Santoso, SH, M.Si mengaku karena memang keterbatasan akan personilnya yang berada di dalam Lapas sendiri, Senin (21/12).

Dikatakan Heni bahwa kini personel yang berada di Lapas Gintung tersebut belum maksimal dengan kondisi Lapas yang melebihi kapasitas penampungan narapidana. Sehingga adanya barang bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian itu pun sebagai salah satu dari kurangnya maksimal tenaga kerja yang ada.

“Kita kekurangan personel mas, untuk tim pemantau saja yang seharusnya 15 orang yakni terdiri dari enam orang mengisi di pos pemantauan atas sisanya sembilan orang di pos pemantauan dalam sekarang baru dipenuhi hanya tujuh orang, dua orang di pos pemantauan atas dan lima orang di pos pemantauan dalam,” ucapnya.

Namun Heni juga mengaku akan tetap memaksimalkan pemantauan yang ada dan tidak sering melakukan razia tiap harinya dengan sistem undi kamar dan blok.

“Kita tiap hari razia namun tidak semuanya, dikocok kamar mana saja dan blok mana saja yang akan kita razia,” ucapnya

Hadirnya razia dari kepolisian hari ini pun tentunya disambut baik olehnya, pasalnya memang meski tak semua blok dirazia karena keterbatasan tenaga dan teknologi dsangat membantu dalam usaha pihaknya dimana agar lapas zero narkoba serta handphone.

“Kita terbantu sekali dengan agenda razia polres di lapas gintung ini, meski memang tidak menyeluruh di semua blok tapi kami berharap kedepan di keseluruhan blok dengan teknologi serta anjing pelacak sehingga betul-betul Lapas Gintung Zero Narkoba serta HP,” ucapnya.

Berbicara sanksi untuk adanya kepemilikan ganja dan serbuk yang diduga morfin karena memang kepemilikannya belum jelas pihaknya masih menunggu atas penyelidikan kepolisian, sedangkan untuk adanya HP seperti di blok C kamar 21 akan dijatuhi hukuman selama dua minggu tak boleh keluar kamar.

“Untuk pemilik ganja dan serbuk yang diduga morfin kita tunggu hasil penyelidikan, adapun bagi temuan Handphone kita akan keongkan kamar 21 di Blok C selama dua minggu, para penghuninya gak boleh keluar seperti kamar 17 blok C dimana hingga kini menjalani hukuman,” tandasnya.

(Dea/DEN)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

PSGC vs Persip Pekalongan: Pertahankan Trend Menang

CIAMIS, FOKUSjabar.com: PSGC Ciamis bakal menjalani laga tandang melawan Persip Pekalongan pada pekan ke-12 Liga2 Indonesia dari grup 3 Sabtu, 19 Agustus 2017 pukul...

Selengkapnya
Gedung Intan Medina Garut Belum Bisa Menampung Seluruh PKL

Gedung PKL Intan Medina Garut Bakal Disewakan? Ratusan Pedagang Tak Terima

GARUT, FOKUSJabar.com : Beredar isu bahwa Gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) Intan Medina Garut, lantai 2 bakal disewakan ke pihak perusahaan. Hal itu tentu saja membuat...

Selengkapnya

Sebelum Dikerjakan, bjb Pangandaran Cairkan Dana Pekerjaan Kontruksi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Pimpinan Cabang Bank bjb Pangandaran, Dede E Wahyudi mengakui kesalahan atas kecolongan pencairan dana pada pelaksanaan pekerjaan yang...

Selengkapnya

Dua Balon Raksasa Milik LSM BAIS Mengudara di Perbatasan Kabupaten Garut-Cianjur

GARUT, FOKUSJabar.com : Berbagai tradisi unik dilakukan warga untuk menyambut sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)....

Selengkapnya

Bank bjb Mengaku Kecolongan Pencairan Dana di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Kisruh pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Campaka-Karangkamiri di Kecamatan Cigugur yang diduga anggaran pelaksanaanya...

Selengkapnya

Dishub Ciamis Rencanakan Angkot Online

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis berencana meluncurkan angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi atau online. Angkot dengan trayek...

Selengkapnya

Anggota DPRD Jabar Ini Serius Kembangkan Olahraga di Kab Bogor

BOGOR,FOKUSJabar.com: Anggota DPRD Jawa Barat Didin Supriadin sangat serius mengembangkan potensi olahraga di Kabupaten Bogor. Hal itu tampak pada gelaran turnamen...

Selengkapnya

DPP Peta Garut: Pemda Mesti Segera Keluarkan Kebijakan Antisipasi Kemacetan di Bunderan Suci

GARUT, FOKUSJabar.com : Bagi sebagian masyarakat menganggap bahwa kemacetan lalu lintas adalah hal yang lumrah di sebuah kota besar. Penyebabnya, jumlah kendaraan tidak...

Selengkapnya

Beginilah Petugas TPHD Asal Jabar Membantu Jamaah Haji

MADINA, FOKUSJabar.com: Melalui SK Gubernur Jawa Barat, ada puluhan petugas yang dinamakan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Petugas ini dikelompokan bersama petugas...

Selengkapnya

Kasus KDRT Meningkat, P2TP2A Garut: Ini Faktor Penyebabnya

GARUT, FOKUSJabar.com : Ketua Bidang Advokasi, Pendampingan dan Pemulihan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K...

Selengkapnya