Aher Tebar 800.000 Benih Ikan di Jatigede, Tegaskan Tak Boleh Ada Keramba

0
48

JATIGEDE, FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menebar 800.000 ekor benih ikan di Waduk Jatigede KM 15, Cijeunjing, Jatigede, Kabupaten Sumedang, Kamis (17/12/2015) sore, guna memastikan tidak akan ada keramba di lokasi tersebut.

Menurut Aher, sejak peresmian penggenangan 31 Agustus 2015 lalu hingga ke depan dan selamanya, Waduk Jatigede konsisten memberlakukan larangan tidak mengambil ikan dengan menggunakan keramba.

“Kolam jaring apung dilarang! Tidak akan pernah ada izin di sini. Kalau ada itu pasti tidak berizin dan ilegal. Kebijakannya seperti itu, tidak ada izin untuk keramba ikan dan kalau ada tindakannya akan segera ditertibkan,” kata Aher setelah penebaran benih (restocking) di lokasi tersebut.

Menurut dia, kebijakan itu dilakukan agar ikan-ikan liar itu berkembang biak secara alami serta kondisi lingkungan waduk terjaga. Karenanya, warga hanya bisa menangkap ikan yang ada di Jatigede dengan cara pancing.

Adapun benih yang disebar Gubernur Jawa Barat antara lain Ikan Nilem, Tawes, Kancra, Beureum Panon, Baung, Tambakan, Grasscrap, Mas, Patin, Bandeng, dan Udang Galah.

“Dalam konteks perikanan kita akan tanami ikan asli Jawa Barat. Kita akan restocking sebanyak-banyaknya di Jatigede. Hari ini ditanam 800.000 ekor, sebelumnya sudah 2,1 juta, jadi total hampir 3 juta benih. Ini restocking terbesar sepanjang saya jadi Gubernur,” ujar Aher seperti dikutip dari rilis Humas Pemprov Jabar.

Rencananya, lanjut dia, benih yang ditanam akan mencapai hingga 10 juta ekor. Kalau 10 juta sudah cukup memadai untuk berkembang biak secara alami dan mandiri, sehingga kelak ada tambahan jumlah secara natural setiap tahunnya.

“Sekali lagi, kita ingin Waduk Jatigede hijau lestari. Penangkapan ikannya diatur sesuai alat tangkapnya atau dengan cara nangkap yang ramah lingkungan. Jangan sampai ada keramba, atau menangkap gunakan racun ataupun alat berbahaya lainnya,” katanya.

Kebijakan ini juga diberlakukan guna menjaga status Jawa Barat sebagai provinsi dengan produksi ikan tawar terbanyak di Indonesia. Tantangannya adalah budaya memakan ikan belum menjadi prioritas di masyarakat.

“Kita harus terus memompa, mendorong masyarakat untuk suka ikan. Karena persediaannya luar biasa banyaknya. Ikan adalah masa depan protein hewani yang tak terbatas, luar biasa banyaknya, mudah pengembangbiakannya, dan semua orang bisa mengelolanya,” ungkap Aher.

 

(Galih)

There are no comments yet