Aher Ingin Masifkan Gerakan Subuh Berjamaah di Jabar

0
48

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berencana memasalkan gerakan Subuh Berjamaah dan Kuliah Subuh terutama bagi jajaran pegawai negeri sipil (PNS) se-Jabar karena sudah terbukti banyak manfaatnya.

Menurut dia, program sejenis ini telah dicanangkan dan diimplementasikan di lingkungan Pemprov Jawa Barat yakni setiap Rabu subuh yang tahap awal diperuntukkan bagi eselon IV, III, dan II.

“(Pengajian yang berjalan) Mampu membangun kepribadian, membangun ke-Islaman lebih baik, sehingga tidak hanya pemahaman PNS lebih baik. Tapi hidup jadi lebih bersih dan berkualitas, tidur pun nyenyak, dan terutama kinerja mereka menjadi meningkat,” katanya setelah Gerakan Shalat Subuh berjamaah di Mesjid Pusdai, Kota Bandung, Minggu(13/12/2015).

Kinerja membaik antara lain ditandai sejumlah pencapaian seperti LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Pemprov Jawa Barat terbaik, Wajar Tanpa Pengecualian empat kali berturut-turut, dan peraih anugerah pengadaan barang dan jasa secara elektronik terbanyak di Indonesia.

Juga, meraih Anugrah Pangripta Nusantara (perencanaan pembangunan terbaik) lima tahun berturut-turut, hingga Peniti Emas untuk peran pemerataan dan kemandirian bidang pangan. Seluruh penghargaan ini diberikan pemerintah pusat.

Aher melanjutkan, shalat berjamaah dan pengajian sudah nyata memberikan kebaikan dan kemajuan bagi individu. Dia meyakini bahwa moral yang baik, akhlak yang baik, dan mental yang baik menjadi sumber kebaikan bagi etos kerja PNS.

“Karena itulah, saya sedang cari cara. Cari mekanisme agar gerakan subuh berjamaah dan pengajian ini bisa ke kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat. Kalau saya harus mendatangi semua kota, misal ke Cirebon, berangkat dari Bandung nya jam berapa,” katanya.

Meski masih pengkajian, Aher kemungkinan besar akan menetapkan gerakan kampanye se-Jawa Barat dengan dipusatkan di Kota Bandung namun kota dan kabupaten lain sama-sama melaksanakan di kotanya masing-masing.

“Mungkin sesekali saja kita keliling, menjadi imam dan penceramah di kota lainnya, misal di Ciamis atau Tasik. Lebih banyak kita pusatkan di Kota Bandung, tapi sesekali berkunjung agar gerakan ini tetap berdenyut,” pungkasnya.

(Rud/Glh)

There are no comments yet