Jabar Mulai Kebut Pembangunan 14 Tol

0
27
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Secara bertahap, pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggenjot pembangunan 14 tol di Jawa Barat.
Persiapan, seperti pembebasan lahan pun sudah dilakukan sejak 2009 lalu dengan target maksimal penyelesaian fisik tahun 2023 mendatang.
‎Demikian diungkapkan Plt Sekda Jabar Iwa Karniwa di sela kunjungan kerja ke Jabar Selatan, Kamis (1/10/2015). Dengan tol tersebut, pihaknya berharap perekonomian Jawa Barat terus meningkat, begitupun dengan mobilitas penunjangnya akan semakin pesat.
Ilustrasi (web)
Ilustrasi (web)
Saat ini sejumlah tol di Jabar tengah dalam proses pembebasan lahan. Selain itu, ada juga beberapa tol yang tahap pembangunan fisik yang ditargetkan rampung tahun depan.
“Seperti Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) ditargetkan selesai tahun depan, terlebih akan digunakan sebagai akses jalan menuju arena pembukaan dan penutupan PON XIX/2016, bahkan Cikopo-Palimanan (Cipali) sekarang sudah beroperasi,” kata Iwa.
Adapun 14 tol yang dalam proses pembebasan lahan maupun pembangunan fisik, yakni Soroja ‎sepanjang 10,57 kilometer. Soroja progresnya dari 2010 hingga 2018 dengan anggaran Rp2,3 trilyun, Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) progres dari 2014 hingga 2020 dengan anggaran Rp8,28 trilyun, Cipali 116 km dengan anggaran Rp12,60 trilyun.
Selain itu ada Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 60,1 kilometer dengan progres 2010 hingga 2017 dan anggaran Rp11,32 trilyun, Ciawi-Sukabumi dengan progres 2009 hingga 2020 dan anggaran Rp7,78 trilyun.
Kemudian Sukabumi-Cikarang direncanakan 2016 dan selesai 2021 dengan anggaran Rp5,86 trilyun untuk 28 kilometer, Ciranjang – Padalarang sepanjang 33 KM dimulai tahun 2018 ditargetkan rampung 2023 anggaran disiapkan Rp6,12 trilyun.
Cimanggis – Cibitung 25,9 KM dimulai tahun 2009 rampung 2019 dengan anggaran Rp5,80 km, Cikarang – Tanjung Priok sepanjang 34,5 KM mulai dibangun 2009 target selesai 2018 anggaran disiapkan Rp2,83 trilyun.
Kemudian tol Cileunyi-Nagreg-Tasikmalaya (Citas) sepanjang 70 KM mulai tahun 2015 hingga 2019 dengan anggaran Rp13 trilyun, setelah itu dilanjutkan Tasikmalaya-Ciamis-Banjar sepanjang 70 KM dimulai tahun 2017 rampung 2022 dengan anggaran Rp13 trilyun.
Pembangunan lainnya, yakni Banjar-Pangandaran sepanjang 80 KM mulai dibangun 2020 dengan anggaran Rp13 trilyun. Depok – Antasari dimulai tahun 2014 hingga 2017 dengan anggaran Rp21,54 trilyun, dan terakhir Bogor Ring Road mulai dibangun 2011 dan ditargetkan 2017 dengan anggaran Rp11 trilyun.
‎”Anggarannya sebagian besar oleh pemerintah pusat. Pemprov Jabar hanya diminta bantuan terkait di lapangan, termasuk hambatan yang terjadi,” terangnya.
(LIN)

There are no comments yet