Sekitar Rp50 Milyar Bantuan Anggaran untuk Pertanian Tidak Terserap

0
23

BANDUNG, FOKUSJabar.com: ‎Sekitar Rp50 milyar anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk para petani tidak terserap. Termasuk di dalamnya anggaran bantuan traktor untuk para petani yang tidak tersalurkan.

Kepala Dinas Petanian Jabar Diden Tresnadi mengakui bahwa anggaran ‎bantuan untuk para petani tahun 2015 memang tidak tersalurkan.

Hal itu menyusul diberlakukannya Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Dalam UU itu Pemda hanya boleh menyalurkan dana bantuan sosial dan hibah kepada masyarakat yang memiliki lembaga berbadan hukum.

Baca juga (Penyuluh Pertanian Bisa Selamatkan Krisis Pangan)

Artinya, para petani yang memiliki lembaga berbadan hukum saja yang bisa menerima bantuan tersebut.

“Masalahnya, petani dan gabungan kelompok tani di Jabar, rata-rata tidak memiliki lembaga berbadan hukum. Bahkan hampir 90 persen tidak berlembaga hukum. Kondisi itu pun membuat anggaran bantuan tidak tersalurkan,” kata Diden, Rabu (30/9/2015).

Adapun anggaran sekitar Rp50 milyar yang tidak tersalurkan kepada para petani, yakni anggaran bantuan sebanyak 1048 traktor senilai Rp23 milyar, bantuan jaringan irigasi Rp9 milyar, bantuan pencetakan sawah baru Rp9 milyar dan lainnya.

“Totalnya sekitar Rp 50 miliar yang tidak tersalurkan dan itu sudah di kembalikan ke pemerintah,” tegasnya.

Menurut dia, kondisi itu akan sangat memengaruhi produksi pertanian dan diprediksi mengalami penurunan.

Tahun 2014, produksi pertanian mencapai 11,64 juta ton. Kendati begitu, pihaknya berharap minimal mendapat jumlah yang sama untuk tahun 2015.

Sepertihalnya dengan traktor, para petani selama ini masih banyak yang tidak memiliki traktor dan akan mengerjakan dengan cara manual. Tentunya itu akan memperlambat.

“Ke depan kita upayakan alokasikan pengadaan traktor melalui belanja modal. Jadi sistemnya pinjam pakai,” terang Diden.

Selain diberikan pinjaman traktor, para petani pun akan mendapatkan pendampingan. Hal itu dilakukan demi mendorong produksi pertanian.

(LIN)

There are no comments yet