Dana Santunan Rp3,8 Milyar Kepada Korban Musibah Mekah

0
21

MEKAH, FOKUSJabar.com: Raja Arab Saudi akan memberikan dana santunan kepada para korban musibah jatuhnya crane di area Masjidil Haram, Mekah, pada 11 September 2015 lalu.

Seperti dilansir lama AlJazeera, Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengumumkan bahwa setiap keluarga korban tewas dan cacat permanen dalam musibah Mekah pada 11 September, akan menerima santunan sebesar 1 juta riyal (sekitar $260.000) atau berkisar Rp3,8 milyar.

Sementara korban luka akibat terimpa crane jatuh akan menerima 500 ribu riyal (sekitar $130.000) atau berkisar Rp1,9 milyar.

Dana Santunan Rp3,8 Milyar Kepada Korban Musibah Mekah
Raja Salman bin Abdulaziz, menjenguk seorang wanita korban jatuhnya crane Masjidil Haram di sebuah RS di Mekah, Arab Saudi (Reuters)

(Baca juga Raja Arab Saudi Berhentikan Proyek Perluasan Masjidil Haram)

Para korban musibah mekah juga akan mendapat dana diyat atau ganti rugi dari pihak perusahaan asuransi proyek perluasan Masjidil Haram sebesar 300 ribu riyal Arab Saudi atau sekitar Rp1,152 milyar kepada ahli waris setiap korban yang meninggal.

Keharusan membayar diyat berupa santunan itu ditulis surat kabar Al-Hayat yang mewawancarai Adham Jad, seorang ahli asuransi kesehatan. Perusahaan asuransi, menurut Adham, bertanggung jawab untuk mengompensasi kerusakan material, cedera manusia dan kematian yang disebabkan oleh kecelakaan crane di Masjidil Haram pada Jumat 11 September lalu.

“Total kompensasi diyat diperkirakan 32 juta riyal Saudi dengan rata-rata 300 ribu riyal untuk setiap korban meninggal,” ujar Adham seperti dikutip dari laman Saudi Gazette, Selasa (15/9/2015), melansir liputan6.

(Baca juga Korban Musibah Masjidil Haram Bertambah, 11 Jemaah Tewas, 42 Luka-luka)

Adham juga mengatakan, sekalipun kecelakaan kemungkinan disebabkan karena bencana alam, musibah di Mekah itu harus diproses secara hukum. Sebab, perusahaan asuransi pada sektor publik menyadari risiko bencana alam.

Tragedi Mekah ini terjadi saat hujan badai menerpa kawasan tersebut pada Jumat 11 September 2015 sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Insiden itu menyebabkan 111 korban jiwa pada jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji, 11 di antaranya merupakan jemaah haji Indonesia.

(Vetra)

There are no comments yet