Jawa Barat Segera Kembangkan Industri Tapioka

0
48

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengembangkan industri pengolahan singkong di kawasan Selatan Jawa Barat. Terlebih industri singkong adalah salah satu produk yang cukup berpotensi untuk dikembangkan.

“Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin akan mendorong perekonomian masyarakat di sekitarnya,” jelas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) di Bandung, Minggu (9/8/2015).

Aher menyebut bahwa saat ini sudah ada pengusaha yang berminat berinvestasi di sana. Rencananya akan dikembangkan pada kawasan tegalan dan kebun di wilayah Jabar. Tapi bukan di kawasan sawah. Sawah urusannya padi, jadi beda lagi.

“Desember 2014 lalu, saya sempat berkunjung ke sebuah perusahaan pengolahan singkong untuk menjadi Tapioka terbesar di Indonesia. Ternyata singkong itu tanaman satu musim dan dalam sembilan bulan siap dipanen. Cara mengurusnya pun sangat mudah, hamanya kecil. Ini industri besar, kita akan mencoba belajar dari Lampung yang juga pionir industri pengolahan singkong,” jelas Aher.

Aher pun mengaku sudah membahasnya dengan para pakar pertanian, termasuk dengan para pengusahanya. Bahkan sudah mulai minta masyarakat di selatan untuk menanam supaya terbiasa. Dengan begitu, saat produksinya memadai, bisa dibuat juga pabriknya di sana. Menurut dia, tepung Tapioka merupakan produk yang sangat diperlukan untuk konsumsi dan industri, sehingga menjadi salah satu komoditas yang sangat penting.

“Tidak ada Mpempe Palembang kalau tidak ada Tapioka. Banyak produk yang menggunakan Tapioka, termasuk kertas, tisu dan lainnya,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan kembali membahas rencana tersebut dengan para pakar dan pengusaha terkait potensinya. Termasuk mencari pola yang akan digunakan. Paling tidak, merepleksikan pengalaman Lampung bahkan bisa juga dikerjasamakan.Saat ini, di Jabae bagian timur sudah banyak peminatnya, begitupun dengan Jabar bagian barat.

“Nanti kita kerjasamakan dengan PT Sungai Budi. Di Selatan Jabar pun jenis singkongnya bagus dan ukurannya lebih besar. Apalagi di sana tingkat kesuburannya tinggi,” ungkanya.

Namun, karena tanaman singkong sifatnya mengambil unsur hara dan akan membuat tanah kurang subur setelah ditanami, pihaknya pun akan mencoba menanami kacang tanah sebagai penyeimbang kesuburan tanah, terlebih kacang tanah bisa memberi hara.

(LIN)

There are no comments yet