Tuntut Penghapusan UU “Diskriminatif”, Puluhan Mahasiswa Kopri Menggelar Aksi

0
372

Oleh: Dendi Ramdhani

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Puluhan mahasiswi dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) berunjukrasa di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin (10/3).

Aksi yang dimulai dengan Longmarch dari Jalan Sentot Alibasyah hingga ke Gedung Sate itu, tampak menarik dengan pakaian merah hitam yang dikenakan mereka.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) menggelar aksi ujuk rasa di halaman kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Dipenogoro Kota Bandung, Senin (10/3/2014) (Foto: Dendi Ramdhani)
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) menggelar aksi ujuk rasa di halaman kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Dipenogoro Kota Bandung, Senin (10/3/2014)
(Foto: Dendi Ramdhani)

“Jadi warna merah dan hitam sebagai simbol perlawanan. Kita memiliki semangat melawan selama sisten ini masih menindas,” kata koordinator aksi Ai Rahma.

Dalam aksinya, mereka menuntut penghapusan Undang-undang yang dianggap diskriminatif terhadap perempuan.

“Jabar adalah pengekspor TKI tertinggi di Indonesia dengan beberapa kota dan kabupaten sebagai kantongnya. Kita harus dilindungi oleh aturan dan Undang-undang yang mereka buat,” katanya.

Dari data Komnas Perempuan, hingga Agustus 2012 ada 53 kebijakan diskriminatif yang tersebar di sembilan kota dan kabupaten di Jabar.

“Salah satu penyebab lahirnya kebijakan ini adalah pemegang kebijakan dihasilkan dari proses pemilu yang diskriminatif,” tutupnya.(LIN)

There are no comments yet