Polisi Bubarkan Acara HUT ke 7 Komunitas Motor CB Indonesia

0
5139

Oleh: Agus Dinar

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Polsek Baleendah bubarkan perayaan HUT ke-7 komunitas motor CB Indonesia di objek wisata Kampung Batu Baleendah, Minggu (2/3). Polisi beralasan pembubaran tersebut , karena acara itu tidak memiliki izin.

Ilustrasi
Ilustrasi

Akibatnya, ratusan anggota komunitas yang sudah datang ke lokasi acara kecewa.

Diakui Hendrik, salah seorang peserta dari Bandung Kidul merasa kecewa, karena sudah datang bersama anggota lainnya tetapi acara dibubarkan.

Dikatakannya, pihak panitia sudah berusaha menempuh segala bentuk perizinan melalui pemilik tempat. Namun sayang, hal tersebut tidak dilakukan pihak pemiliki tempat untuk mengurus izin ke kepolisian.

‘Saya kasihan pada teman-teman yang datang dari luar Bandung dan luar Jawa Barat. Mereka sudah jauh-jauh datang, acaranya tidak jadi,” ujarnya.

Rasa kecewa pun dirasakan Ali peserta lainnya. Ali yang datang bersama Irwan ini menghadiri acara tersebut sambil berjualan kaos dan onderdil motor Honda CB.

“Kalau dihitung rugi, ya pasti rugi. Tapi kami tetap taat aturan, setelah diminta bubar oleh polisi,” katanya.

Ali dan Irwan menyebutkan, jika panitia sudah sejak dua bulan melakukan koordinasi dengan pihak pemilik Kampung Batu. Bahkan kata dia, panitia pun ingin mengurus perizinan sendiri ke polisi, namun tidak diizinkan oleh pemilik. Karena sudah diurus oleh pemilik.
“Akibatnya, ya seperti ini. Acara kami tidak bisa terlaksana dan dibubarkan aparat,” katanya.

Kapolsek Baleendah, Kompol Susianti Rachmi membenarkan pembubaran acara di Kampung Batu karena tidak memiliki izin. Dikatakannya, pembubaran terpaksa dilakukan, karena pihak panitia dan pemilik tempat tidak bisa menunjukkan surat izin dari kepolisian tentang acara tersebut.

“Kami sudah meminta acara itu dibatalkan sejak Minggu dinihari, sebelum seluruh peserta hadir. Pihak komunitas menyanggupinya,” ujarnya.

Susianti memuji para anggota komunitas yang tidak melakukan aksi anarkis sekalipun acaranya dibubarkan aparat. “Kami salut pada mereka yang menyadari kesalahan, walaupun itu bukan 100 persen salah mereka. Dan mereka mau membubarkan diri tanpa ada keributan sedikitpun,” paparnya.

Diakui Susianti satu bulan lalu manajemen Kampung Batu sempat datang ke Mapolsek untuk meminta izin acara tersebut. Oleh polsek lanjut dia, manajemen diminta untuk memenuhi segala perizinan, terutama dari pemerintahan setempat. Namun hingga hari H, pihak manajemen tidak ada yang datang lagi ke Polsek.

“Pada Sabtu malam kami mendapati sekelompok pengendara motor menuju Kampung Batu. Setelah dicek, mereka akan meratakan HUT ke-7 komunitas motor CB. Namun mereka tidak bisa menunjukan surat izin. Ya, kami bubarkan saja,” terangnya.

Dikatakan Susianti, rencananya acara tersebut akan dihadiri 700 anggota se Pulau Jawa dan daerah lainnya di Indonesia. “Bisa dibayangkan, jika acara tersebut bisa digelar. Saya kasihan pada pengunjung lainnya,” tambahnya.

Sementara pengelola Kampung Batu, Bambang, enggan dimintai komentar mengenai pembubaran acara komunitas motor tersebut. Dia hanya mengatakan, acara tersebut tidak memiliki izin.

“Polisi memperketat perizinan, karena berdekatan dengan pemilu,” katanya. (**)

There are no comments yet