Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Kios PKL di Pasar Ciamis Kota Tertata Rapih

Oleh:Husen

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Pengurus Pasar Tradisional Ciamis menata lapak pedagang kaki lima (PKL). Pentaan tersebut berkaitan dengan upaya peningkatan pelayanan terhadap konsumen di Pasar Tradisional Ciamis Kota.

Seprti diketahui pasar tradisional Ciamis Kota ini merupakanpasar terbesardi di Kabupaten Ciamis. Lokasinya startgeis berada di tengah-tengah kota. Karena itu pasar ini paling banyak dikunjungi konsumen.

Pedagang di Pasar Ciamis (Foto: Husen)

Pedagang di Pasar Ciamis
(Foto: Husen)

Selama ini penataan pasar kurang mendapat perahtian. Berkaitan dengan upaya peningkatan pelayanan, maka pasar tersebut menata lapak PKL. Maka lapak PKL ini kini terlihat rapih.

Salah seorang pengurus pasar Didi Fahrul, Kamis ( 9/1 ) mengatakan, dengan telah dibangunya lapak PKL yang baik dan rapih ini pedagang lebih tertib sehingga, dipastikan akan lebih meningkatkan pendapatan para pedagang tentunya dan pelayanan terhadap konsumen.

“Lihat saja sekarang para pedagang tertata rapi, sehingga pengunjungpun akan lebih enak dan nyaman saat berbelanja dipasar ini,” ucapnya.

Awalnya diakui Didi saat  proses penempatan kembali para PKL sempat terjadi kesalahpahaman sesama mereka, namun semua bisa diselasaikan dengan musyawarah. ”Saat penempatan mereka ada pedagang yang memiliki lapak tiga buah, maka atas inisiatif dan musyawarah antar pedagang lapak itu diberikan kepada yang tadinya tidak mempunyai lapak, tetapi mereka itu bukan pedagang baru,” katanya.( Adr )