Ribuan Buruh Cimahi dan Bandung Barat Tuntut Kenaikan UMK

0
186

Oleh: Agus Dinar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ribuan buruh Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi menggelar unjuk rasa Senin (28/10). Sebelum berunjuk rasa di halaman Kantor Pemkab BB Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, dan Kantor Wali Kota Cimahi, mereka sempat konvoi di Jalan Raya Cimareme – Padalarang. Akibatnya arus lalu lintas di Jalan tersebut siang ini macet parah.

Ilustrasi
Ilustrasi

Ribuan kendaraan bermotor mayoritas sepeda motor menghabiskan badan jalan tersebut. Praktis jalan yang menghubungkan Kota Cimahi-Padalarang dan Cianjur ini sangat padat terutama dari arah Cimahi menuju Padalarang.

Puluhan aparat kepolisian yang berjaga di sepanjang jalan tampak kewalahan mengatur arus lalu lintas. Terlebih, ruas jalan tersebut juga banyak dilalui oleh kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan kontainer serta angkutan kota (angkot).

Aksi buruh di depan Kantor Wali Kota Cimahi dan Kantor Bupati Bandung Barat yang diikuti ribuan buruh diguyur hujan, tetapi mereka tetap berapi-api menyuarakan kehendaknya.

Di Kantor Wali Kota Cimahi, sebagian buruh sempat akan membubarkan diri dari depan pagar gerbang, saat hujan mulai turun. Namun Ketua Umum KASBI, Nining Elitos yang jauh-jauh datang dari Jakarta berorasi dan membakar semangat buruh agar tidak gentar oleh hujan. Maka buruh yang tadinya sudah berteduh, kembali ke halaman dan meneriakan yel-yel khas buruh.

“Buruh berani, masa hanya karena hujan terus bubar. Bagaimana bisa mendapatkan upah Rp2,7 juta. Dulu saat saya berjuang jangankan oleh hujan hingga hujan peluru pun kami tetap berada dalam barisan untuk memperjuangkan tuntutan,” kata Nining.

Hal senada juga digelorkan, kaum buruh di halaman Kantor Bupati Bandung Barat. Mereka menutut UMK Rp2,7 juta. Ribuan buruh di sini, mengancam akan menduduki Kantor Bupati BB, jika tuntutanya tidak dipenuhi. “Kami akan bertahan di sini sebelum dewan pengupahan menetapkan UMK Bandung Barat,” kata Usman juru bicara kaum buruh Bandung Barat. (WDJ)

There are no comments yet