Sabtu, 13 Februari 2016
Search

Proyek Jabar Selatan Lambat, Bina Marga Jabar Harus Tanggung Jawab

Oleh : Deni Rinjani

GARUT, FOKUSJabar.com : Dua komunitas masyarakat Jabar Selatan (Jabsel) menuding Dinas Bina Marga Jabar lepas tangan soal keterlambatan pembangunan proyek infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun. Tidak hanya itu, mereka pun mengancam akan melaporkan oknum di Bina Marga dan kotraktor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keungan (BPK).

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma menyesalkan atas pernyataan pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, tentang proyek pembangunan infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun dianggap sebagai cash program dinilai sumir masyarakat Garut Selatan.

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma  (Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma
(Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatna, Kamis (24/10) mengatakan kotraktor yang melaksanakan lanjutan pengerjaan proyek sekarang ini, adalah kontraktor yang sama di tahun 2012. “Kontraktor pemenang tender proyek lintas Jabar Selatan pada 2013 ini adalah juga pelaksana proyek pada 2012 yang bermasalah,” kata Suryaman.

Menurut Suryaman, pelaksanaan proyek tersebut sangat lamban. Inipun menurut dia, diakui Dinas Bina Marga, baik Kabupaten Garut maupun Jabar. Tetapi kata dia, Dinas Bina Marga Jabar menyatakan kelambatan pengerjaan karena lokasi sulit dijangkau, dan sifat proyeknya crash program.

“Itu hanya alasan klise. Itu sama saja membenarkan bahwa memang perencanaannya dibuat asal-asalan. Tidak memperhitungkan waktu dan medan. Seharusnya dalam proyek apapun, waktu dan kondisi medan  harus sudah diperhitungkan,” papar dia.

Senada dengan Suryaman, Ketua Komunitas Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Jawa Barat (Komppas Jabsel), Budi Cahyadi, menyatakan jika ada oknum pejabat yang mengemukan alasan seperti itu, itu pertanda ada yang tidak beres dalam proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat Jabar Selatan, khususnya Garut, menginginkan pembangunan infrastruktur di wilayahnya itu benar-benar berkualitas. Tidak asal-asalan.

Karena itulah, berangkat dari keprihatianan itu Budi dan Suryaman, mendesak agar KPK , dan BPK serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit kinerja atas proyek tersebut.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Pengelolaan Jalan Wilayah 5 Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, Agus Hendrarto, mengatakan, peningkatan infrastruktur lintas Jabar Selatan yang dibiayai APBN Rp1 triliun itu sebagai proyek crash program. Faktor penghambat proyek tersebut yakni waktu pengerjaan dan akses lokasi proyek sulit dijangkau.

Namun demikian, pernyataan itu dianggap Suryaman, sebagai alasan untuk lepas tanggung jawab. “Pemerintah Pusat itu hanya memberikan dana. Sedangkan progres pelaksanaannya di provinsi, Pejabat Pembuat Komitmennya juga banyak pejabat di Bina Marga Jabar. Kami berharap ada tindakn tegas terhadap orang-orang yang membuat lambatnya pengerjaan proyek,” papar Suryaman. (ADR/WDJ)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit
Testimoni PT XL AXIATA Cirebon Kota Seduluruh Kabeh Iklan Ciamis



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

di Padaherang, 31 Rumah Terendam Banjir (Foto:  Iwan)

Di Padaherang, 31 Rumah Terendam Banjir

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Akibat hujan yang turun terus menerus Sungai Citanduy dan Sungai Ciseel meluap Sabtu (13/2/2016) sejak pagi tadi. Akibatnya, sebanyak 31...

Selengkapnya
Akibat Panjir Jalur Kalipucang - Pangandaran Terputus

Akibat Banjir Jalur Kalipucang – Cilacap Terputus

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com: Akibat meluapnya Sung Citanduy, Sabtu (13/2/2016) jalan  yang menghubungkan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran menuju Kabupaten...

Selengkapnya
Ilustrasi

Khumaidi Akan Ledakan Mapolda Metro Jaya ?

CIAMIS,FOKUSJabar.com: Khumaidi (25) warga Kabupaten Pemalang yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri dan BNPT diduga kuat akan menjadi pengantin bom bunuh diri yang akan...

Selengkapnya
honorer bodong

Jubir Menpan: Banyak Tenaga Honorer Bodong

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Banyaknya tenaga honorer yang masih belum diangkat menjadi PNS, mengindikasikan banyaknya tenaga honorer bodong, padahal seharusnya semua...

Selengkapnya
Van Gaal Bangga Telah Memberikan Warisan Positif untuk MU

Van Gaal Bangga Telah Memberikan Warisan Positif

MANCHESTER, FOKUSJabar.com: Louis van Gaal meyakini bahwa dirinya akan meninggalkan warisan positif untuk Manchester United bila akhirnya dirinya angkat kaki dari Old...

Selengkapnya
Dadang : Jangan Bebankan Biaya Seragam PNS Kepada Bawahan

Honorer K-2 Jadi PNS Tehambat Regulasi dan Anggaran

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pemerintah pusat tidak bisa penuhi tuntutan honorer kategori dua atau tenaga honorer K-2 untuk diangkat menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS)...

Selengkapnya
Pemerintah Akan Segera Menerbitkan Kartu Identitas Anak

Pemerintah Akan Segera Menerbitkan Kartu Identitas Anak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pemerintah akan segera menerbitkan kartu identitas bagi anak-anak yang belum berusia 17 tahun. Kartu Identitas Anak (KIA) ini diterbitkan untuk...

Selengkapnya
stop

Berani Mencuri Listrik? Akan Dipenjara 2,5 Tahun!

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Akhir-akhir ini terkuak sudah empat tersangka yang terbukti mencuri listrik dan merugikan negara hingga Rp167 miliar. Kasus ini memang bukan...

Selengkapnya
Ambil Alih MU, Mourinho Akan Depak Mata dan Fellaini?

Ambil Alih MU, Mourinho Akan Depak Mata dan Fellaini?

INGGRIS, FOKUSJabar.com: Jose Mourinho dikabarkan tengah mengadakan perundingan dengan pihak klub Manchester United untuk ambil alih pekerjaan Louis van Gaal pada akhir...

Selengkapnya
Heboh Stiker LGBT di LINE, Ini Tanggapan Kominfo

Heboh Stiker LGBT di LINE, Ini Tanggapan Kominfo

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Fenomena Lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) kini tengah marak menjadi perbincangan di tanah air. LGBT yang kini gencar dipromosikan...

Selengkapnya