Proyek Jabar Selatan Lambat, Bina Marga Jabar Harus Tanggung Jawab - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Selasa, 28 Juni 2016
Search

Proyek Jabar Selatan Lambat, Bina Marga Jabar Harus Tanggung Jawab

Oleh : Deni Rinjani

GARUT, FOKUSJabar.com : Dua komunitas masyarakat Jabar Selatan (Jabsel) menuding Dinas Bina Marga Jabar lepas tangan soal keterlambatan pembangunan proyek infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun. Tidak hanya itu, mereka pun mengancam akan melaporkan oknum di Bina Marga dan kotraktor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keungan (BPK).

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma menyesalkan atas pernyataan pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, tentang proyek pembangunan infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun dianggap sebagai cash program dinilai sumir masyarakat Garut Selatan.

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma  (Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma
(Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatna, Kamis (24/10) mengatakan kotraktor yang melaksanakan lanjutan pengerjaan proyek sekarang ini, adalah kontraktor yang sama di tahun 2012. “Kontraktor pemenang tender proyek lintas Jabar Selatan pada 2013 ini adalah juga pelaksana proyek pada 2012 yang bermasalah,” kata Suryaman.

Menurut Suryaman, pelaksanaan proyek tersebut sangat lamban. Inipun menurut dia, diakui Dinas Bina Marga, baik Kabupaten Garut maupun Jabar. Tetapi kata dia, Dinas Bina Marga Jabar menyatakan kelambatan pengerjaan karena lokasi sulit dijangkau, dan sifat proyeknya crash program.

“Itu hanya alasan klise. Itu sama saja membenarkan bahwa memang perencanaannya dibuat asal-asalan. Tidak memperhitungkan waktu dan medan. Seharusnya dalam proyek apapun, waktu dan kondisi medan  harus sudah diperhitungkan,” papar dia.

Senada dengan Suryaman, Ketua Komunitas Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Jawa Barat (Komppas Jabsel), Budi Cahyadi, menyatakan jika ada oknum pejabat yang mengemukan alasan seperti itu, itu pertanda ada yang tidak beres dalam proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat Jabar Selatan, khususnya Garut, menginginkan pembangunan infrastruktur di wilayahnya itu benar-benar berkualitas. Tidak asal-asalan.

Karena itulah, berangkat dari keprihatianan itu Budi dan Suryaman, mendesak agar KPK , dan BPK serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit kinerja atas proyek tersebut.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Pengelolaan Jalan Wilayah 5 Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, Agus Hendrarto, mengatakan, peningkatan infrastruktur lintas Jabar Selatan yang dibiayai APBN Rp1 triliun itu sebagai proyek crash program. Faktor penghambat proyek tersebut yakni waktu pengerjaan dan akses lokasi proyek sulit dijangkau.

Namun demikian, pernyataan itu dianggap Suryaman, sebagai alasan untuk lepas tanggung jawab. “Pemerintah Pusat itu hanya memberikan dana. Sedangkan progres pelaksanaannya di provinsi, Pejabat Pembuat Komitmennya juga banyak pejabat di Bina Marga Jabar. Kami berharap ada tindakn tegas terhadap orang-orang yang membuat lambatnya pengerjaan proyek,” papar Suryaman. (ADR/WDJ)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

emil

Emil Sudah Ajukan Tiga Nama Calon Direksi PD Pasar Bermartabat

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sudah mengusulkan tiga nama untuk mengisi posisi Direksi PD Pasar Bermartabat Kota Bandung. Ketiga nama...

Selengkapnya
vaksin polio1

BBPOM Amankan Vaksin Ilegal di Bogor dan Bekasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung mengantongi paket vaksin bayi di Bogor dan Bekasi. Vaksin itu diamankan karena proses...

Selengkapnya
Pakar Hukum: Tidak ada Urgensinya Undang-undang KPK Dirubah

Departeman HTN Unpad: KPK Jangan Sampai Jadi Panggung Politik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Departeman Hukum Tata Negara Universitas Padjajaran Bandung, Indra Perwira menilai, bermunculan polemik terhadap kinerja Komisi...

Selengkapnya
Penyebab Kemacetan, Bus Pariwisata Perlu Lahan Parkir

Dishub Cimahi Harus Periksa Kelayakan Bus Mudik Lebaran

CIMAHI, FOKUSJabar.com : Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat mudik lebaran, Organda Cimahi meminta kepada Pemerintah Kota Cimahi agar melakukan pengecekan...

Selengkapnya
Pembatasan Angkutan Berat, kurangi 6000 kendaraan di Jalur Bandung-Cianjur

H-7 sampai H+7, Angkutan Barang Dilarang Melintas di Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menekankan proses angkut barang dari luar Pulau Jawa yang melewati daerahnya untuk sementara...

Selengkapnya
Foto Web

Kabupaten Bandung Darurat Sampah?

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kabupaten Bandung terancam darurat sampah. Hal itu dikarenakan pengoperasian TPA Babakan dijadwalkan berhenti mulai 30 Juni mendatang. Meski...

Selengkapnya
Ilustrasi (web)

Ini Titik Alokasi CCTV untuk Arus Mudik Lebaran 2016

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memasang 40 kamera CCTV yang tersebar di jalur pantura, jalur tengah dan jalur selatan untuk...

Selengkapnya
ridwan kami

Aher Larang Kendaraan Dinas Dipakai Mudik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sesuai dengan imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi, terkait pelarangan kendaraan...

Selengkapnya
Rin Ayumi

Rin Ayumi Kandas Jadi Penyanyi, Sukses Dibidang Properti

GARUT, FOKUSJabar.com: Pengusaha sukses asal Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Rinrin Sudarini yang beken disapa Rin Ayumi mengaku memiliki sejuta kenangan bersama...

Selengkapnya
vaksin polio

Sutiyoso: Peredaran Vaksin Bayi Palsu Urusan Polisi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso menilai terbongkarnya sindikat produsen vaksin palsu untuk balita yang beroperasi sejak 2003,...

Selengkapnya