Proyek Jabar Selatan Lambat, Bina Marga Jabar Harus Tanggung Jawab - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Minggu, 24 Juli 2016
Search

Proyek Jabar Selatan Lambat, Bina Marga Jabar Harus Tanggung Jawab

Oleh : Deni Rinjani

GARUT, FOKUSJabar.com : Dua komunitas masyarakat Jabar Selatan (Jabsel) menuding Dinas Bina Marga Jabar lepas tangan soal keterlambatan pembangunan proyek infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun. Tidak hanya itu, mereka pun mengancam akan melaporkan oknum di Bina Marga dan kotraktor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawas Keungan (BPK).

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma menyesalkan atas pernyataan pihak Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, tentang proyek pembangunan infrastruktur lintas Jabar Selatan senilai Rp1 trilyun dianggap sebagai cash program dinilai sumir masyarakat Garut Selatan.

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma  (Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatma
(Foto: Deni RInjani)

Ketua Bidang Kewilayahan Forum Jabar Selatan, Suryaman Anang Suatna, Kamis (24/10) mengatakan kotraktor yang melaksanakan lanjutan pengerjaan proyek sekarang ini, adalah kontraktor yang sama di tahun 2012. “Kontraktor pemenang tender proyek lintas Jabar Selatan pada 2013 ini adalah juga pelaksana proyek pada 2012 yang bermasalah,” kata Suryaman.

Menurut Suryaman, pelaksanaan proyek tersebut sangat lamban. Inipun menurut dia, diakui Dinas Bina Marga, baik Kabupaten Garut maupun Jabar. Tetapi kata dia, Dinas Bina Marga Jabar menyatakan kelambatan pengerjaan karena lokasi sulit dijangkau, dan sifat proyeknya crash program.

“Itu hanya alasan klise. Itu sama saja membenarkan bahwa memang perencanaannya dibuat asal-asalan. Tidak memperhitungkan waktu dan medan. Seharusnya dalam proyek apapun, waktu dan kondisi medan  harus sudah diperhitungkan,” papar dia.

Senada dengan Suryaman, Ketua Komunitas Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Jawa Barat (Komppas Jabsel), Budi Cahyadi, menyatakan jika ada oknum pejabat yang mengemukan alasan seperti itu, itu pertanda ada yang tidak beres dalam proyek tersebut. Menurutnya, masyarakat Jabar Selatan, khususnya Garut, menginginkan pembangunan infrastruktur di wilayahnya itu benar-benar berkualitas. Tidak asal-asalan.

Karena itulah, berangkat dari keprihatianan itu Budi dan Suryaman, mendesak agar KPK , dan BPK serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit kinerja atas proyek tersebut.

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai Pengelolaan Jalan Wilayah 5 Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, Agus Hendrarto, mengatakan, peningkatan infrastruktur lintas Jabar Selatan yang dibiayai APBN Rp1 triliun itu sebagai proyek crash program. Faktor penghambat proyek tersebut yakni waktu pengerjaan dan akses lokasi proyek sulit dijangkau.

Namun demikian, pernyataan itu dianggap Suryaman, sebagai alasan untuk lepas tanggung jawab. “Pemerintah Pusat itu hanya memberikan dana. Sedangkan progres pelaksanaannya di provinsi, Pejabat Pembuat Komitmennya juga banyak pejabat di Bina Marga Jabar. Kami berharap ada tindakn tegas terhadap orang-orang yang membuat lambatnya pengerjaan proyek,” papar Suryaman. (ADR/WDJ)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

Jembatan gantung-3

70 Tahun Jembatan Ini Minim Perhatian Pemerintah

GARUT, FOKUSJabar.com: Puluhan tahun lamanya warga Desa Tegalgede dan Tegaljaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut berharap pemerintah membangun jembatan sepanjang...

Selengkapnya
Tarian ini menggambarkan harmonisasi kehidupan masyarakat Babel yakni meleburnya etnis Melayu dan China

Tari Kolosal Harmonisasi Etnis Melayu-Cina Meriahkan Festival Pesona Serumpun Sebalai

PANGKALPINANG, FOKUSJabar.com:   Sungguh meriah acara pembukaan Festival Serumpun Sebalai yang diselenggarakan  Pemprov Bangka Belitung (Babel). Selain menapilkan...

Selengkapnya
Gotong royong warga Cigintung

Mantap! Budaya Gotong Royong di Cigintung Garut Masih Terbangun

GARUT, FOKUSJabar.com: Perkembangan zaman modernisasi dan globalisasi tanpa kita sadari telah melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks di masyarakat. Tak...

Selengkapnya
Pantai Timur Pangandaran (Ilustrasi by  Pangandaranhotel.com )

Pantai Timur Pangandaran akan Jadi Objek Marine Center

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pantai Timur Kabupaten Pangandaran menjadi objek berdirinya pengembangan produksi perikanan sekaligus menjadi kawasan wisata. Dengan alokasi...

Selengkapnya
Tertangkap Basah, 15 Penjudi Diamankan Polsek Cileunyi

Anggota Dewan Cirebon Kedapatan Bermain Judi Harus Diberi Efek Jera

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran, Muradi mengatakan, partai pengusung empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat...

Selengkapnya
DOB Pangandaran

Pengembangan Pembangunan Pangandaran Butuh Rp80 Milyar

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Wakil Bupati Pangandaran, Adang Hadari menjelaskan, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di seluruh kawasan Pantai Pangandaran direncanakan mulai...

Selengkapnya
Terjun bebas

Anggota TNI Berpangkat Mayor Tewas Setelah Terjun dari Lantai 8 Pasar Baru

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Anggota TNI Berpangkat Mayor Inf Sukardi meregang nyawa setelah terjun dari lantai 8 Pasar Baru Kota Bandung sekitar pukul 08:30 WIB. Kepala...

Selengkapnya
korupsi ilustrasi

Kejari akan Ungkap Kasus Korupsi Baru di Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.com: Kejaksaan Negeri Banjar mengakui sedang menyelidiki dua kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kota Banjar. Kendati masih pada tahap penyelidikan...

Selengkapnya
pilkada serentak

Catatan Penting Kilas Balik Pilbup di Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.com: Kendati pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Garut dilaksanakan 2018 mendatang, namun panasnya suhu politik menuju perebutaan kekuasaan ...

Selengkapnya
Ahmad Heryawan

Aher: Perlu Didirikan Rumah Sakit di Pangandaran

BANDUNG, FOKUSjabar.com : Kabupaten Pangandaran sebagai Daerah Otonom Baru hingga saat ini masih membutuhkan perhatian khusus untuk peningkatan infrastruktur pelayanan...

Selengkapnya