Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Sutrisno-Karna Pemenang Pilbup, “Hati” Akan Menggugat ke MK

Oleh: Jejep Falahul Alam

MAJALENGKA, FOKUSJabar.com: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka menetapkan pasangan H. Sutrisno-Karna Sobahi (Suka) sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2014-2019 melalui rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Majalengka, di Hotel Putra Jaya Majalengka, Minggu, (22/9).
Dalam rapat pleno tersebut, “Suka” memperoleh suara paling tinggi yakni 374.548 suara atau sebesar 56,34 persen. Posisi kedua perolehan suara terbanyak dipegang pasangan H. Abah Encang-H. Tio Indra Setiadi (Hati) sebanyak 172.865 suara atau 26.00 persen, disusul pasangan H. Apang Sopandi-Nasir (Sopan)  85.197 suara atau 12,82 persen dan pasangan Hj. Yeyet Rohaeti-Sudirman (Yes)  32.145 suara atau 4,84 persen.

Sedangkan jumlah suara yang sah 664.756 dan suara tidak sah 24.157 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 953.803. Jumlah warga Kabupaten Majalengka yang menggunakan hak pilihnya pada Pilkada kali ini mencapai 688.913 orang dengan tingkat kehadiran 72,23 persen.

Dalam rapat perhitungan suara tadi, hanya saksi dari pasangan “Hati” yang menolak hasil rekapitulasi tersebut. Mereka menolak menandatangani berita acara. Timses Hati akan menempuh jalur hukum karena Hati menganggap Pilbup Majalengka banyak terjadi pelanggaran yang menguntungkan pasangan “Suka”.

“Pasangan nomor 4 H. Abah Encang-H. Tio Indra Setiadi (Hati) dengan tegas menolak hasil pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara Pilkada Majalengka ini. Karena tidak berjalan dengan Langsung, bebas, rahasia dan telah dinodai dengan terjadinya pelanggaran yang bersifat terstruktur, masip dan sistematis oleh pasangan nomor 2,” tegas saksi dari pasangan Tim Hati, Aef Saefudin, usai rapat pleno digelar.

Menurut anggota DPRD Kab. Majalengka ini, bentuk pelanggaran itu antara lain ada dugaan keterlibatan penyelanggara Pilkada Majalengka terhadap pasangan Suka. Sekaligus adanya intimidasi, politisasi birokrat dan program pemerintah untuk pemenangan pasangan Suka. “Tim Suka juga telah melakukan politik uang dalam pemenangan Pilkada Majalengka secara masip dan sistematis di seluruh wilayah Kab. Majalengka,” katanya.

Ia berharap pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panswaslu) maupun Gakumdu segera menindaklanjuti pelanggaran hukum tersebut dalam rangka menjungjung tinggi pelaksanaan pesta demokrasi dan mencegah tindakan sewenang-wenang. “Kami saat ini juga telah mengumpulkan bukti-bukti dan berencana akan melaporkan dugaan pelanggaran ini ke lembaga yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Supriatna mengatakan pihaknya menantang tudingan Timses Hati yang menyebutkan, bahwa Pilkada Majalengka ini melibatkan penyelanggara pemilu. “Kalau kami memang terlibat silahkan buktikan. Pelanggaran itu ada di level mana, KPU, PPK, PPS, atau KPPS?,” ujar Supriatna.

Meski demikian, Supriatna memberikan ruang kepada pasangan yang keberatan agar melakukan gugatan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. “Kalau berdasarkan konstitusi, laporan keberatan itu bisa dilaporkan ke Panswaslu atau Mahkamah Konstitusi (MK) tiga hari setelah ditetapkan KPU,” katanya.

Ia menambahkan, dengan selesainya rekapitulasi perhitungan hasil perolehan suara pilkada, ditetapkan Sutrisno-Karna sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majalengka terpilih dengan perolehan suara 56,36 persen.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Majalengka, H. Agus Asri Sabana mengatakan,  tidak akan bermain mata atau mempetieskan setiap laporan yang masuk. Bahkan kasus yang saat ini telah ditanganinya, berupa dugaan pelanggaran keterlibatan kepala desa tengah ditangani pihak Gakumdu. (WDJ)