Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Komplek Makam Gunung Djati Longsor

Oleh: Akim Garis

CIREBON,FOKUSJabar.com: Komplek makam Gunung Djati di puncak Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati longsor, Minggu (16/6).

Masyarakat sekitar tengah mencoba bergotongroyong memperbaiki sisi bukit Gunungjati yang mengalami longsor, Minggu (16/6) (Foto: Akim Garis)

Masyarakat sekitar tengah mencoba bergotongroyong memperbaiki sisi bukit Gunungjati yang mengalami longsor, Minggu (16/6)
(Foto: Akim Garis)

 

Diduga hal itu terjadi akibat penebangan pohon dan pengambilan akar yang dimanfaatkan masyrakat kawasan wisatwa ziarah tersebut untuk dibuat hasta karya.

Kayu dan akar prikancu memang bisa dijadikan kerajinan tangan yang bisa membantu ekonomi masyarakat, tetapi kalau pengambilannya tak terkendali bisa mengakibatkan longsor seperti ini,” kata Yusuf warga setempat di lokasi kejadian.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA, Arief Natadiningrat mengaku belum mengetahui penyebab longsor di sisi timur puncak Gunung Jati tersebut.

“Saya akan mencari tahu penyebabnya, karena,  komplek makam Sekh Datul Kahfi itu merupakan sejarah peninggalan para wali, peninggalan bersejarah  itu wajib dilestarikan dan lindungi,” katanya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Cirebon, Asdullah mengaku, longsor bukit Gunung Jati di sisi timur karena tingginya curah hujan.

“Penyebabnya, diduga akibat pepohonan di lereng Gunung Jati di bawah gua itu digunduli. Sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan,” katanya.

Pihaknya pun akan menganggarkan dana dari APBD untuk merehabilitasi wilayah tersebut. (JAT)