Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum Baru, Pemerintah Hapus UN SD - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Jumat, 1 Juli 2016
Search

Tahun Ajaran 2013/2014, Kurikulum Baru, Pemerintah Hapus UN SD

Oleh: M. Jatnika Sadili

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Tahun ajaran mendatang, pemerintah akan menghapus UN (Ujian Nasional) ditingkat Sekolah Dasar, serta memberlakukan kurikulum baru yang berbasis kompetensi secara bertahap hingga tujuh tahun mendatang.

Foto Ilustrasi (Foto: web)

Foto Ilustrasi
(Foto: web)

 

Perombakan besar-besaran terhadap standarisasi pendidikan nasional itu tercantum dalam PP 32/2013 tentang Perubahan atas PP 19/2005 yang telah disahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei 2013.

Dikutip dari situs Setkab.go.id, Selasa (14/5) pukul 13.30 WIB. Dijelaskan, pemerintah menugaskan BSNP untuk menyelanggarakan UN yang diikuti Peserta Didik pada setiap satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar dan menengah, dan jalur nonformal kesetaraan.

“Ujian Nasional untuk satuan pendidikan jalur formal pendidikan dasar sebagaimana dimaksud, dikecualikan untuk SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat,” bunyi Pasal 67 Ayat (1a) PP No. 32/2013 dalam PP tersebut.

Ditegaskan pula pada pasal 69, setiap Peserta Didik jalur pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah dan jalur pendidikan nonformal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional, dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus. Serta kewajiban bagi Peserta Didik untuk mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Namun pada Ayat (2a) Pasal 69 PP itu ditegaskan, Peserta Didik SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat dikecualikan dari ketentuan mengikuti Ujian Nasional itu.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini bahkan secara tegas menghapus ketentuan Pasal 70 Ayat (1,2) PP No. 19/2005, yang didalamnya disebutkan mengenai materi Ujian Nasional tingkat SD dan sederajat, yang sebelumnya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matemika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Menurut Pasal 72 Ayat (1) PP ini, Peserta Didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program Pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran; c. Lulus ujian sekolah/madrasah; dan d. Lulus Ujian Nasional.

Khusus Peserta Didik dari SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat, menurut Pasal 72 Ayat (1a) PP ini, dinyatakan lulus setelah memenuhi ketentuan pada Ayat (1) huruf a, b, dan c (tidak ada kata-kata lulus Ujian Nasional, red).

“Kelulusan Peserta Didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri,” bunyi Pasal 72 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ini.

Menurut PP ini pula, ketentuan pengecualian Ujian Nasional SD/MI/SDLB atau bentuk lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 Ayat (1a) berlaku sejak tahun ajaran 2013/2014. (**)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

bjb-simpel-3 (Foto: IST)

Gubernur Jabar Minta bank bjb Manfaatkan Tahun Ajaran Baru untuk Sosialisasi SimPel

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meminta Bank bjb memanfaatkan tahun ajaran baru 2016 untuk mensosialisasikan tabungan simpanan pelajar (SimPel)....

Selengkapnya
Tidak Sepaham Menilai GBLA, Dodo : Harus Ada Pihak Netral

Stadion GBLA Resmi Jadi Lokasi Pembukaan dan Penutupan PON XIX

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Polemik terkait lokasi pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX pada 17 September 2016 mendatang akhirnya tuntas Kamis (30/6/2016) malam...

Selengkapnya
Foto by Ageng

Bio Farma Tegaskan Vaksin Produksinya Asli dan Tidak Dipalsukan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Terkait maraknya pemberitaan dugaan vaksin palsu, PT Bio Farma (Persero) menegaskan, jika vaksin yang diproduksinya aman dan asli. Hal tersebut...

Selengkapnya
palang rel ceng

Mudik 2016, 98 Pintu Perlintasan Kereta Api di Jabar Dijaga Ketat

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pengamanan arus mudik dan balik lebaran 2016 dilakukan Polda Jawa Barat tidak hanya di ruas jalan, perhatian polisi pun turut dipusatkan di...

Selengkapnya
Roda dua pada arus balik H+3 masih minim dibandingkan tahun lalu

Kapolri: Puncak Arus Mudik Diprediksi Sabtu Besok

JAKARTA, FOKUSJabar.com: Jelang lebaran, Polda Metro Jaya sudah memprediksikan kapan puncak arus mudik akan terjadi. Puncak arus akan terjadi pada Sabtu (2/6/2016) dan...

Selengkapnya
Ratusan Rumah di Kecamatan Garut Kota Terendam

Cikendi Meluap, Ratusan Rumah di Kecamatan Garut Kota Terendam

GARUT, FOKUSJabar.com : Hujan lebat yang turun sejak Rabu 29 Juni 2016 sore hingga malam mengakibatkan sekitar 500 an rumah terendam air. Data sementara menunjukan bahwa...

Selengkapnya
ilustrasi : net

Polisi Telusuri Jejak Penembak Anggota Ormas di Bogor

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Aparat kepolisian telusuri keberadaan pelaku penembakan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Bogor. Penulusan dilakukan dengan...

Selengkapnya
Aher Lepas Para Pemudik

Asyiknya Mudik Gratis, Jabar Sediakan 1500 Kursi

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Mudik telah menjadi bagian dari tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia. Namun, tradisi mudik juga menimbulkan...

Selengkapnya
Bupati-Ciamis-H-Iing-Syam-Arifin

Pejabat Ciamis Bebas Mudik dengan Mobdin?

CIAMIS, FOKUSJabar.com : Menjelang libur Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016 sejumlah daerah di Jawa Barat gencar menerapkan aturan setiap pejabat tidak boleh mudik...

Selengkapnya
Parsel

PNS Terima Parsel Wajib Lapor KPK

BANDUNG,FOKUSJabar.com : Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tegas melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat menerima hadiah lebaran atau parsel.  PNS...

Selengkapnya