Share This Post

Google1GoogleYahooBlogger

Logo-fokus-ginding

Portal berita digital ini berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jawa Barat, dengan operasional teknis harian dilaksanakan oleh Koperasi PWI Jabar.

Berdiri sejak 1 November 2012, FOKUSJabar.com adalah kanal informasi di Jawa Barat yang Kritis, Positif dan Etis, seiring kehadiran sekitar 1.400 anggota PWI Jabar yang umumnya siap mengabarkan informasi terdepan dari seluruh pelosok.

FOKUSJabar.com hadir bukan sekedar dengan kuantitas personel tadi, namun juga bertekad memberikan informasi terkini seputar Jabar yang penting, relevan dan bermanfaat.

Juga,akan menyajikan pelbagai informasi ringan yang beda, kreatif, dan mencerahkan guna menyeimbangkan kebutuhan informasi netizen (internet citizen).

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jabar juga diproyeksikan akan memiliki netizen paling banyak.

Karena itulah, jejaring informasi yang terluas, terbesar namun bertanggungjawab menjadi pijakan FOKUSJabar.com. Hari ini, esok dan selamanya.

Terlalu, Sungai Cikijing Ditutup PT Kahatex

Oleh: Hari Brahma

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Sungai Cikijing yang melintasi PT Kahatex di Rancaekek ditutup beton dan aspal. Hal itu terkuak saat Gubernur Jawa Barat, Ahmad Herawan meninjau pabrik tekstil di Kabupaten Sumedang tersebut, Jumat (26/4).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat mengunjungi Pabrik Kahatex di Rancaekek (Foto: Hari Brahma)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tiga dari kanan) saat melihat kondisi Sungai Cikijing yang ditutup aspal dan beton di PT Kahatex, Sumedang, Jumat (26/4)
(Foto: Hari Brahma)

Dalam kunjungannya, Heryawan dan rombongan tidak menyangka aspal yang diinjaknya di dalam parik tersebut di bawahnya merupakan alirangan sungai.

Sungai tersebut disisakan jembatan dengan lempengan besi selebar dua meter dan panjang sekitar delapan meter guna mengontrol aliran sungai.

Heryawan mengatakan, untuk menyelesaikan masalah banjir pihaknya akan melibatkan tim dari pusat, karena berkaitan dengan normalisasi anak Sungai Citarum ini.

“Sungai yang melintas Kahatex ini akan dinormalisasi pada tahun depan,” katanya usai melakukan sidak.

Dia mengatakan, biaya normalisasi dari hulu hingga hilir sebesar Rp10 triliun.

“Anggarannya langsung dari pusat, tahun 2011 kemarin sudah dimulai,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Kahatex, Harzan Haruman enggan berkomentar terkait tinjauan Heryawan ke pabriknya. (JAT)