Jumat, 3 Juli 2015
Search
aher_26

Terlalu, Sungai Cikijing Ditutup PT Kahatex

Oleh: Hari Brahma

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Sungai Cikijing yang melintasi PT Kahatex di Rancaekek ditutup beton dan aspal. Hal itu terkuak saat Gubernur Jawa Barat, Ahmad Herawan meninjau pabrik tekstil di Kabupaten Sumedang tersebut, Jumat (26/4).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tiga dari kanan) saat melihat kondisi Sungai Cikijing yang ditutup aspal dan beton di PT Kahatex, Sumedang, Jumat (26/4) (Foto: Hari Brahma)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (tiga dari kanan) saat melihat kondisi Sungai Cikijing yang ditutup aspal dan beton di PT Kahatex, Sumedang, Jumat (26/4) (Foto: Hari Brahma)

Dalam kunjungannya, Heryawan dan rombongan tidak menyangka aspal yang diinjaknya di dalam parik tersebut di bawahnya merupakan alirangan sungai.

Sungai tersebut disisakan jembatan dengan lempengan besi selebar dua meter dan panjang sekitar delapan meter guna mengontrol aliran sungai.

Heryawan mengatakan, untuk menyelesaikan masalah banjir pihaknya akan melibatkan tim dari pusat, karena berkaitan dengan normalisasi anak Sungai Citarum ini.

“Sungai yang melintas Kahatex ini akan dinormalisasi pada tahun depan,” katanya usai melakukan sidak.

Dia mengatakan, biaya normalisasi dari hulu hingga hilir sebesar Rp10 triliun.

“Anggarannya langsung dari pusat, tahun 2011 kemarin sudah dimulai,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Kahatex, Harzan Haruman enggan berkomentar terkait tinjauan Heryawan ke pabriknya. (JAT)



Kontak Iklan Fokus Jabar

13 thoughts on “Terlalu, Sungai Cikijing Ditutup PT Kahatex

  1. Ala Nurdin

    hmm… jadi mungkin ini juga *salah satu* yg menyebabkan di sekitar kahatex suka banjir & menimbulkan kemacetan yg berkepanjangan. Kena deh… langsung sama pa gubernur nya. :)

    "Direktur Utama PT Kahatex, Harzan Haruman enggan berkomentar terkait tinjauan Heryawan ke pabriknya."

    Reply
  2. Taqi Haq

    bajir di rancaekek coba tinjau dari segi tata cara penyelesaian masalah yang sudah dilakukan selama ini? tepat atau tidak? perlu dikaji? banyak hal yg tidak sesuai, solusi yang dilakukan selama ini. :)

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


4 × satu =

Dapatkan informasi lengkap dengan mengikuti fokusjabar.com :



Fokus Jabar

%d blogger menyukai ini: