Hayu Ah! Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Kahatex - Fokus Jabar - Portal Berita Jawa Barat
Kamis, 5 Mei 2016
Search

Hayu Ah! Pemprov Turun Tangan Atasi Banjir Kahatex

Oleh: Solihin

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Pengendara yang biasa melintasi Jalan Cileunyi-Rancaekek-Nagreg akan sedikit bernafas lega. Sebab untuk jalan nasional itu, Pemprov Jabar akan mengupayakan penangaannya dalam waktu dekat.

“Kita membantu, jadi koordinator dan fasilitator utama penanggulangan masalah banjir tersebut,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Bappeda Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Selasa (23/4).

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan  (Foto: web)

Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan
(Foto: web)

 

Dia menjelaskan lokasi banjir terjadi pada dua lokasi, yakni di Km BDG 22+600 (sekitar PT Insan Sandang) dan Km BDG 23+700 – Km BDG 24+800 (sekitar PT. Kahatex, PT. Vonex dan kawasan Industri atau Djarum Super).

Pihaknya menduga banjir tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan meluapnya sungai Cinunggal/Cikijing dan Cimande. Kedua sungai tersebut tidak mampu menampung debit air sehingga terjadi genagan air di badan jalan hingga ketinggian 70 cm. Bahkan, terjadi juga penyempitan dan pendangkalan dasar sungai.

Untuk mengatasi permasalahan itu, perlu adanya penanganan banjir yang terintegrasi meliputi peningkatan jalan, perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai dan penataan permukiman.

Tidak hanya itu, pemprov pun akan mengupayakan penanganan PKL (Pedagang Kaki Lima) di sekitar kawasan industri itu. Adapun penataan yang dilakukan, adalah dengan relokasi dari pinggir jalan tersebut.

“Penanganan permasalahan ini melibatkan Multi stake holders, bahkan kami juga akan koordinasi dengan kepolisian dan kodam III/siliwangi terkait permasalahan sosialnya,” bebernya.

Heryawan juga mengaku menyiapkan alternatif lain, yakni pembuatan fly over sepanjang 2 Km untuk kendaraan ke arah Nagreg. Namun demikian, cara ini memakan waktu cukup lama berkisar 3-4 tahun.

“Kalau pakai fly over hanya akan menyelesaikan masalah macetnya saja namun tidak menyelesaikan masalah banjirnya,” katanya.

Untuk itu, Jumat (26/4) depan, Heryawan mengunjungi PT Kahatex, terlebih sebagian jalur sungai Cikijing dan Cimande melalui kawasan industri tersebut. Diduga terjadi bottle neck pada aliran sungai tersebut sehingga meluap ke jalan.

Dalam kunjungannya nanti, pihaknya akan mencoba meminta pelaku industri agar mau memindahkan pintu utama keluar masuk pabrik dan tidak lagi menghadap jalan raya Rancaekek.

“Berbagai solusi akan kita tawarkan toh ini kan demi kenyamanan bersama,” ucapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Adang Saf Ahmad menyatakan pihaknya menyiapkan solusi jangka panjang mengatasi banjir Kahatex. Caranya, normalisasi anak-anak sungai Citarum.

Normalisasi sendiri akan sudah berlangsung sejak lama dan beberapa tahap. Tahun ini, pihaknya akan melakukan tahap ketiga di sungai Cimande dan Cikijing.

“Tahap tersebut akan menelan anggaran hingga Rp400 miliar yang merupakan pinjaman dari Jepang,” pungkasnya. (**)

Jangan Lupa Bagikan Artikel ini :
  • Facebook
  • email
  • StumbleUpon
  • LinkedIn
  • Myspace
  • Reddit



Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Baca Juga Berita Pilihan Redaksi

yance

Yance Divonis 4 Tahun Penjara di Tingkat Kasasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Mantan Bupati Indramayu, Irianto Mahfud Sidik Syafiuddin alias Yance diputus bersalah dalam tingkat Kasasi Mahkamah Agung. Yance divonis empat...

Selengkapnya
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra saat berkunjung ke acara Festival Makanan Olahan beberapa waktu lalu. Panji

Produk Olahan Tambah Daya Tarik Wisata Kuliner Cirebon

CIREBON, FOKUSJabar.com: Produk olahan makanan dari industri lokal dapat menambah daya tarik wisata untuk berbelanja di Cirebon. Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra...

Selengkapnya
Pemudik mulai memadati pintu Gerbang Tol Palimanan  Panji

Kendaraan Mulai Padati Gerbang Tol Palimanan

CIREBON, FOKUSJabar.com : Kendaraan mulai memadati gerbang Tol Palimanan Kabupaten Cirebon pada mudik libur panjang Isra Mi’raj dan kenaikan Isa Almasih tahun ini....

Selengkapnya
Ranieri : Kami Tidak Membutuhkan Superstar di Musim Depan!

Ranieri : Kami Tidak Membutuhkan Superstar di Musim Depan!

LEICESTER, FOKUSJabar.com: Manajer Leicester City, Claudio Ranieri menegaskan bahwa dirinya tak membutuhkan pemain berlabel bintang untuk mengarungi laga Liga Premier...

Selengkapnya
rotasi

Regenerasi Kepemimpinan, 11 Kapolres di Jawa Barat Dirotasi

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sejumlah 11 Kapolres wilayah hukum Polda Jawa Barat dirotasi. Rotasi itu dinilai sebagai bentuk penyegaran di tubuh intitusi kepolisian di...

Selengkapnya
Simeone : Atletico Sukses Menumbangkan Dua dari Tiga Tim Terbaik Dunia

Simeone : Atletico Sukses Menumbangkan Dua dari Tiga Tim Terbaik Dunia

MADRID, FOKUSJabar.com: Diego Simeone mengaku Atletico Madrid sukses menumbangkan dua dari tiga tim terbaik dunia untuk mencapai final Liga Champions. Hal itu...

Selengkapnya
sex toys

Seks Toys Ilegal Beredar di Bandung Lewat Kantor Pos

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Bandung memusnahkan produk ilegal berupa Seks Toys. Produk itu masuk dan beredar...

Selengkapnya
(Foto: Iwan)

Menteri Pendidikan dan DPR RI Terima Konsep PGRI Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.com : Sesuai amanat UUD Republik Indonesia, upaya mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut diungkapkan Ketua...

Selengkapnya
Menteri Agraria dan Tata Ruang RI Ferry Mursyidan dalam acara Penyerahan Sertifikan Hak Milik (SHM) Kepada Masyarakat Petani terkait dengan program reforma Agraria di Kabupaten Kuningan Jawa Barat (Foto: Panji)

Jabar Sumbang Rp2,8 Trilyun dari Sertifikasi Tanah BPHTB Tahun 2015

CIREBON, FOKUSJabar.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang RI menyebutkan kontribusi PAD Jawa Barat dari sertifikasi tanah BPHTB tahun 2015 mencapai Rp2,8 trilyun,...

Selengkapnya
ilustrasi : net

Polda Jabar Sorot Tiga Daerah Sarang Praktek Korupsi Sektor Pembangunan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat soroti tiga daerah yang diduga menjadi sarang pratek korupsi di sektor...

Selengkapnya